Chapter 9 - Kecurigaan

657 56 10
                                    

Matahari sudah menampakkan sinarnya, menembus ruangan berjendela kamar yang hanya dihuni oleh seorang pemuda.

"Ukh"

Perlahan ia melebarkan kelopak mata yang menyembunyikan mata onyx nya.
Sasuke memegang keningnya yang basah karena keringatnya sendiri.

"Saku.. ra"

*hening*

Mengingatnya saja Sasuke resah, seakan tak ingin bangun dan melanjutkan tidurnya. Tapi bagaimanapun, ia harus bangun dan bersiap kalau² ada misi untuknya.

"Kuso, kenapa ini harus terjadi" umpatnya pelan.

Saat ia beranjak, ada sesuatu yang mencuri perhatiannya. Sebuah benda berkilau yang terpantul oleh cahaya matahari. Yup, itu adalah liontin sakura

Sasuke merasa jengkel sendiri karena belum memberikannya, tapi melihat perubahan sikap Sakura yang seperti itu

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Sasuke merasa jengkel sendiri karena belum memberikannya, tapi melihat perubahan sikap Sakura yang seperti itu.. Ia jadi 'masa bodoh' untuk sementara waktu.

Kecewa? Jelas

Namun ia tak sepenuhnya percaya jika itu adalah sikap Sakura yang dia kenal selama ini.

"Ada apa sebenarnya denganmu?"

Pertanyaan yang tak mungkin terjawab oleh siapapun di tempat itu.

Sasuke menyimpan liontin itu dan memutuskan untuk mandi.

Di saat yang sama,

"Hokage-sama.."

Tsunade terbangun saat seorang pegawai membangunkannya.

"Erkh, ada apa?"
Keluh Tsunade yang masih setengah sadar

"G-Gomen, anda terlelap sampai pagi"

"S-Souka, maaf.. aku kelelahan"
Ucapnya seakan tak bersalah.

"Terima kasih minumannya"
Lanjutnya.

Tsunade segera bergegas dari tempat itu. Memorinya mencoba mengingat-ingat semua hal yang dia alami.

'Benar juga , aku harus berbicara dengan Sakura .'

Mantan Hokage itu teringat akan pertanda buruk yang dialaminya tadi malam, pikirannya tertuju ke murid kesayangannya dan berniat menemui Sakura di tempat kerjanya.

🔥🔥

Selesai mandi, Sasuke pergi mencari udara segar untuk menenangkan pikiran. Tempat yang ia pilih tak lain adalah di pinggir sungai. [Nggak ada tempat yang lebih bagus apa:v]

Mr. AnnoyingTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang