Chapter 13 - Penyesalan

545 47 5
                                    

Mereka mematung beberapa saat sampai tangan kanan Sasuke meraih jemari lentik yang melingkar di dadanya. Dia berbalik dan menatap Sakura sendu. Yang ditatap hanya memperhatikan sang empu yang masih memandanginya.

Sasuke meraih pipi Sakura lembut lalu menyeka air mata yang turun dari ujung mata gadis itu. Begitu ia sadar tentang kekhilafannya yang hampir membunuh pria yang sudah tidak berdaya, dia menatap Sakura seakan menyesali perbuatannya.

"Maafkan aku"

Ia memeluk balik Sakura dengan erat sembari mengusap helaian rambut pink gadisnya itu.

"Sasu-.. ke... ku-.."

Sakura tak mampu lagi mempertahankan tubuhnya di pelukan Sasuke, penglihatannya perlahan kabur dan perlahan matanya terpejam. Kesadarannya hilang akibat chakra yang ia kuras selama pertarungannya sebelumnya.

"Sakura?"

Tubuh Sasuke terbebani oleh berat badan Sakura, ia mendekap erat tubuh mungil itu dengan tangan satu-satunya.

"Gah.."

Yuta merasakan rasa sakit di tubuhnya semakin menjadi-jadi.

"Karena Sakura, aku berubah pikiran. Akan kubiarkan biadab sepertimu mati dengan sendirinya karena kehabisan chakra, dan aku tidak perlu repot-repot lagi untuk membunuhmu"

Yuta tak bergeming, dia sudah pasrah jika ini adalah waktunya. Mau bagaimanapun, tidak ada yang bisa menolongnya sekarang.

Namun...

"Hoooiii Temeee!!"

Dari kejauhan tampak Naruto bersama Sai yang membawa tubuh Mizuno yang pingsan dengan macan tinta buatan Sai.

Setelah mereka sampai di tempat Sasuke, mereka kaget melihat kondisi Sakura sekarang.

"Hoi-hoi, Sakura-chan baik-baik saja kan?"
Tanya Naruto serius sekaligus khawatir.

"Kalian urusi orang ini, aku akan membawa Sakura pulang duluan."
Pinta Sasuke.

"Baiklah, cepatlah."
Jawab Sai diikuti anggukan dari Naruto.

Naruto membantu menaruh tubuh Sakura di punggung Sasuke lalu setelah selesai, Sasuke bergegas ke Konoha untuk membawa Sakura ke Tsunade. Sulit bagi Sasuke untuk membawanya lewat portal rinnegan karena kondisi chakra nya juga terkuras banyak.

Sementara itu, melihat pria yang terbaring di depannya membuat Naruto iba, namun juga kesal atas perbuatan pria itu terhadap sahabatnya.

"Jadi kau, yang sudah menyelakai Sakura-chan."

Yuta hanya melempar tatapan sinis kepada Naruto. Naruto mendengus kala melihat tatapan mata itu.

"Sekeras apapun kau mencoba, kau tidak akan pernah bisa memisahkan mereka."

"Diamlah, aku tidak butuh kritikanmu."

Yuta kesal mendengar perkataan Naruto yang secara tidak langsung mengejeknya.

"Orang sepertimu tahu apa tentang mereka?"
Balas Naruto lagi.

"Cih"

"Karena meskipun mereka pernah terpisahkan, hati mereka akan selalu terhubung. Dan itulah yang membuat mereka kuat"

Ucap Naruto dengan emosi yang tegas.

Mendengar hal itu hati Yuta sedikit tersentuh. Hal itu membuat ia sedikit menyesal karena telah menyakiti orang yang ia cintai karena keegoisannya. Selama merenung kesadarannya pun juga semakin menurun hingga ia akhirnya juga tidak sadarkan diri.

"Ayo Naruto!"
Seru Sai.

Sai dan Naruto akhirnya membawa kedua pemuda itu ke Konoha untuk diserahkan kepada urusan keamanan Konoha.

Di sisi lain...

🌸🔥

"Sakura!"

Tsunade sudah menunggu di depan rumah sakit Konoha,dari kejauhan ia melihat Sasuke yang membawa murid kesayangannya terbaring lemas membuatnya khawatir.

"Cepat bawa Sakura ke dalam!"

Ruang pasien menyala tanda perawatan dimulai. Tsunade yang turun tangan karena mengingat Shizune pasti sudah sibuk dengan tugasnya menjadi asisten Hokage. Sementara itu, Sasuke pergi menemui Kakashi untuk melaporkan semua kejadiannya.

Setelah selesai melapor, Sasuke segera kembali ke rumah sakit untuk melihat keadaan Sakura. Saat Sasuke kembali, lampu ruang pasien sudah mati tanda perawatan sudah dilakukan. Dia bergegas masuk dan disana hanya ada Sakura dan Tsunade.

"Bagaimana keadaannya?"
Tanya Sasuke

"Kondisinya cukup lemah karena chakranya habis, ekarang dia dalam keadaan koma. Mungkin akan membutuhkan waktu sedikit lama untuk memulihkan kondisinya."

"Berapa lama?"

"Sampai dia siuman"

".."

Sasuke terpatung sejenak mendengar jawaban dari Hokage Kelima itu. Ia menatap Sakura dengan wajah lesu. Melihat pemuda itu bungkam Tsunade membuka pembicaraan.

"Sasuke"

Sasuke menoleh tanpa berniat membalas.

"Kau masih ingat apa yang kukatakan waktu itu kan?"

"..."

"Jagalah Sakura apapun yang terjadi, kau sangatlah istimewa baginya. Jika tidak kau akan berhadapan denganku." (Chapter 4)

"Kau sudah melanggar hal itu, meskipun ini bukan sepenuhnya kesalahanmu."

Sasuke terdiam seribu bahasa. Ia tak berani menatap Godaime sekarang. Menunduk dengan tatapan sendu ke arah Sakura.

"Aku tidak akan berkomentar banyak. Tapi sekali lagi kau mengecewakannya, aku takkan memberi ampun."

Tsunade memberi penekanan saat mengatakan kata terakhirnya. Kemudian dia meninggalkan ruangan itu sehingga hanya tersisa Sasuke dan Sakura saja.

Sasuke masih meratapi gadis itu. Dilihatnya wajah Sakura yang menampilkan raut lemas dengan mata yang terpejam.

Dalam hatinya ia menyesal, lagi dan lagi ia menyakiti gadis itu. Tak hanya satu dua kali, namun berkali-kali. Pikirannya juga bertanya-tanya, apakah ia akan dimaafkan lagi kali ini?

Sasuke meraih kursi dan duduk di sebelah kiri ranjang. Ia tak lepas memandangi wajah Sakura yang kini terbaring lemah dengan jarum infus di tangan kirinya.

"Maaf.. Untuk semua yang pernah kulakukan.."

Sasuke berbelas kasih, namun dia tahu tidak ada yang akan memperhatikannya. Hanya berbelas kasih kepada orang yang terbaring di depannya, yang ia tahu pasti tidak akan ada respon darinya.

Di dalam keheningan itu, ia meraih tangan mungil di sebelahnya lalu mengecup lembut punggung tangan Sakura.

"Andai aku bisa menjagamu sejak dulu"

Tangannya beralih menuju ke kepala Sakura, menyingkirkan poni yang menutupi dahi lebarnya dengan pelan.

"Cepatlah sembuh"

"..."

"Aku mencintaimu, Sakura.."

Minna, I'm comeback 🥺
Maaf banget kalo ceritanya luaamaaaa😭🙏🏻
Baru kemarin install wattpad terus langsung update🔥
So, maklum yaa author udah kelas 3, lagi fokus cari PTN XD
MAKASIH YANG UDAH BACA CERITAKU SELAMA INI🤗

Mr. Annoying Ch. 13
~Uchiha Ickda 11~
🔥🌸

Mr. AnnoyingTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang