Sepulangnya Naruto dan Sai dari rumah sakit...
"Kau yakin tidak memberitahunya?"
"Tentu saja-ttebayou, biarkan Kakashi-sensei yang memberitahunya sendiri"
"Hm, baiklah. Tapi apa dia akan diam saja jika tahu festival itu?"
"Jujur saja Sai. Aku tidak yakin kali ini Teme akan diam saja. Pasti dia akan melakukan sesuatu agar Sakura-chan bisa menikmati acara itu"
"Lalu?"
Sai penasaran dengan omongan Naruto selanjutnya."Yah, aku juga tidak tahu seperti apa. Tapi feelingku berkata begitu."
"Apa kau tidak membantunya?"
"Mungkin aku hanya membantu saat dia benar-benar membutuhkanku, maksudku hal yang tidak bisa dilakukan olehnya. Aku akan melihat seberapa besar perjuangannya untuk Sakura-chan"
"Jadi kau ingin mengujinya?"
"Begitulah"
"Aku khawatir kau berhutang pukulan padanya"
Mendengar itu Naruto tertawa.
"Haha, malahan akan kupukul dia kalau tidak berjuang sama sekali"
Sai mendengus mendengar jawaban Naruto.
"Kalau begitu, aku pamit dulu Naruto"
"Osh, terima kasih sudah membantu-ttebayou"
"Ya"
Sai lalu meninggalkan Naruto.
"Oh tidak, bagaimana aku bisa lupa kalau Hinata demam sekarang"
Dengan segera Naruto pergi ke rumah Hinata untuk menjenguknya, namun ketika dia sampai langsung mendapat omelan dari Hanabi karena tidak membawa Sakura bersamanya.
"Sakura-chan sedang koma-ttebayou. Akan kucarikan Tsunade baa-chan saja"
"Baiklah Nii-chan"
Naruto segera pergi mencari Tsunade, namun ia tak kunjung menemukannya. Akhirnya dia berniat menanyakannya kepada Kakashi di kantor Hokage.
Brakk
"Kakashi Sens-seeii?!"
"Sungguh tidak sopan masuk ke ruangan tanpa salam"
Ternyata yang ada di hadapannya adalah Tsunade ditemani Shizune yang membawa Tonton di dekapannya.
"Baa-chan? Ternyata kau disini?"
"Rokudaime sedang melihat kondisi Sakura, apa perlumu Naruto?"
"Etto-... Apa kau bisa memeriksa kondisi Hinata? Dia masih demam-ttebayou"
"Hm, baiklah. Tapi tunggu sampai Kakashi kembali"
"Osh"
Naruto melihat muka Tsunade yang kelihatannya 'tidak bersahabat' alias dingin daripada sebelumnya.
"Baa-chan, kenapa kau tidak melihat kondisi Sakura-chan juga?"
"Hanya melihat orang itu saja membuatku kesal"
"Apa yang kau maksud Sasuke?"
"..."
Shizune hanya menyimak pembicaraan mereka.
"Baa-chan, tolong maafkan Sasuke. Meskipun dia seperti itu, tapi dia sudah berubah. Dia sudah berjuang untuk Sakura sejauh ini."
Naruto mulai serius.
"Aku tahu itu. Hanya saja, dia terlambat menyadarinya. Dan akhirnya murid kesayanganku yang menjadi korban."
"Uh- Naruto-kun, Tsunade-sama butuh ketenangan sekarang. Tolong jangan membuat moodnya berubah"
Naruto tersenyum tipis.
"Kau juga sama seperti Sasuke, bukan?"
"Apa maksudmu?
"Disaat kau mencintai seseorang, kau akan melakukan apapun untuknya."
"..."
"Meskipun kau membenci jalan yang mereka (Nawaki & Kato Dan) pilih setelah kau kehilangan mereka, tapi akhirnya kau juga kembali ke jalan itu dan berjuang sebagai Hokage"
Tsunade terkejut mendengar hal itu.
"Bagaimana kau tahu semua itu?"
"Ero Sennin dan Shizune Nee-chan yang menceritakannya padaku"
Tsunade melirik Shizune yang ada di sampingnya.
"Lalu?"
"Sama seperti Sasuke sekarang. Dulu dia seakan tak peduli kepada siapapun termasuk Sakura-chan, bahkan pernah hampir membunuhnya. Dia tidak memilih jalan yang Sakura-chan inginkan untuk kembali ke Konoha. Tapi sekarang berbeda. Dia memilih berjuang untuknya."
Jelas Naruto panjang lebar.
Disini Naruto ingin agar Tsunade memaafkan Sasuke agar tidak membencinya. Mereka saling memandang dengan tatapan serius.
Tsunade mendengus.
"Berani sekali kau bocah. Mengungkit masa lalu ku dengan Dan"
Naruto malah menyeringai.
"Jadi? Apa kau memaafkannya?"
Tsunade tersenyum.
"Tentu saja, aku tidak selabil itu untuk masalah sesimpel ini"
"Itu baru Tsunade Baa-chan yang kukenal"
Shizune menghela napas kasar. Jika Naruto salah kata bisa-bisa ruangan itu bisa habis karena bogem Tsunade.
"Kalau begitu, kapan Kakashi-Sensei kembali?"
Krieet
"Halo"
"Senseii, akhirnya kau datang"
Ternyata Kakashi yang membuka pintu tersebut.
"Oh Naruto ya? Apa kau ada perlu?"
"Tidak-ttebayo, aku hanya ingin meminta tolong kepada Tsunade baa-chan agar memeriksa kondisi Hinata, tapi kau tak kunjung datang"
"Huh? Lalu apa hubungannya denganku?"
"Tentu saja dia menunggumu kesini Sensei, lalu tugas menggantikanmu sudah selesai"
"Tidak, sebenarnya aku hanya ingin bersantai disini karena aku merindukan tempat ini."
Ucap Tsunade setelah mendengar perdebatan mereka."Apaaa? Kalau begitu ayo cepat, Hinata membutuhkan kita"
Naruto kesal mendengarnya, dan akhirnya Tsunade dan Naruto bergegas pergi ke kediaman Hyuga.

KAMU SEDANG MEMBACA
Mr. Annoying
FanfictionBerawal dari sebuah mimpi buruk yang menghujam pikiran Uchiha Sasuke "Kau menyebalkan.." ~Haruno Sakura~ Tidak salahkah seorang Haruno Sakura memutus ikatan dengan orang yang dari dulu ia cintai dan ia harapkan, Uchiha Sasuke?! 'Maafkan aku' ~Uchiha...