Chapter 10 - Penyelamatan Sakura

794 64 1
                                    

Tap

Tap

Tap

Naruto berlari keluar dari desa

"Cih, Teme sialan. Aku sama sekali tidak memahaminya."

Keluh Naruto pelan.

Tak lama berselang, Sai terbang di atasnya dengan burung tinta miliknya.

"Narutoo!"

Naruto mendongak mencari asal suara itu.

"Saaii!"

Sapanya dengan cengiran khasnya.

"Pakailah burung ini!"

Sai menggambar burung lagi dengan tinta hitamnya, dan..

"NINPO : CHOJUU GIGA"

Burung besar keluar dari gulungannya, menghampiri Naruto dengan kepakan sayapnya yang kuat.

Naruto refleks melompat saat burung itu berniat putar balik dan tepat menginjak punggungnya saat burung itu kembali.

"Yosh, sankyu-ttebayo!"

Kedua burung itu terbang berdampingan.

"Kita harus cepat"
Ucap Sai tak menghiraukan ucapan terima kasih dari rekannya.

"Ngomong-ngomong, kenapa kau juga-"

"Tentu saja, aku akan menolong temanku saat kesulitan"

Belum sempat Naruto selesai bicara, ucapannya langsung dipotong oleh Sai.

"Kukira tak ada yang tahu masalah ini selain aku dan Baa-chan"

"Tsunade-sama segera melaporkan ini kepada Rokudaime, dan dia memanggilku."

"Souka.. Aku pasti akan menyelamatkan Sakura-chan"

"Bukan kau saja."
Balas Sai

"Perjalanan ini membutuhkan waktu 15 menit"
Lamjut Sai.

"Yosh"

Semangat Naruto membara sejak tadi, mungkin karena kekesalannya pada Sasuke yang tak mau ikut menyelamatkan rekan setimnya.

'Tunggu aku, Sakura-chan..'

💮

Scene beralih ke Sakura, dimana dia terikat dengan rantai di kedua tangannya. Sialnya dia seperti dipenjara, namun dengan tangan diatas kepala dan dengan posisi berdiri yang menyulitkan pergerakannya.

Sakura terbangun, perlahan-lahan ia membuka mata.

"Ukh"

Sakura merasa agak pusing, tubuhnya lemas dan tenaganya hampir habis karena melepaskan beberapa pukulan ekstrim sebelumnya.

"Kau sudah bangun?"

Terdengar suara kalem lelaki yang sebelumnya dia lawan, Akira Yuta. Dia bersama rekannya tengah duduk di kursi gua atau lebih tepatnya markas persembunyian.

Sakura malas menanggapinya. Kini ia tak tahu apa yang harus dia lakukan, dan hanya berharap pada sepucuk surat yang ia tulis.

"Sudahlah, sampai kapanpun dia takkan menyukaimu"

Ejek rekannya yang tak lain dan tak bukan adalah Mizuno.

"Diam kau, kaulah yang membuat dia seperti ini"
Balas Yuta kesal.

Mr. AnnoyingTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang