"REON TAMPAN PULANGGG......!!!! YUHUUUU..... GA ADA ORANG YA!! HELLOWWW. ANNYEONG HASEO.....ALLLLUUUU"
"MAMAAA.....PAPA... ANAKMU YANG PALING TAMPAN SYUDAH PULANGG....GA ADA YANG MAU NYAMBUT GITU??"
Seperti itulah kebiasaan Reon ketika pulang sekolah. Selalu teriak teriak kek dihutan:v.
"Aduuuhhh.....Reon!! bisa ga sih kamu kalo pulang sekolah tu ga usah teriak teriak!. Bisa bledak kuping mama. Lagian, kamu tu nggak tinggal dihutan jadi ga usah teriak teriak. Mama juga denger kalo kamu udah pulang, tanpa kamu teriak teriak"Omel Veny-mama Reon.
"Hehehe....mama syantik, maapin Reon yang tampannya sedunia yeah"cengir Reon.
Veny hanya geleng geleng kepala melihat tingkah anaknya. "Ya udah, sekarang kamu ganti baju terus makan"
"Ashiaappp mama syantikkk"
Reon langsung menuju kamarnya dilantai dua. Dilemparnya tas ransel kesembarang arah. Lalu ia berbaring diatas tempat tidur tanpa ganti baju dulu. Ia sedang memikirkan tentang Keyla. Entah apa yang membuat Reon ingin memikirkan gadis es itu. Ia merasa tertarik dengan Keyla, ia berpikir Keyla berbeda dari gadis lainnya.
Reon lantas bangkit dari tidurnya dan berjalan kekamar mandi. Setelah ia mandi dan ganti baju, ia langsung turun kebawah untuk makan siang.
Sampai dimeja makan, reon langsung duduk dan mengambil nasi.
"Reon, katanya kamu tadi buat ulah di sekolah?"ucapan Rangga-papa Reon, membuat Reon yang ingin memasukkan sendok kemulut tertunda.
Ia kembali meletakkan sendok nya dan menatap papanya sedikit malas.
"iya pa, pasti si HarryPotter yang ngomong. Hah, dasar tukang ngadu"ucap Reon.
"Reon! Jangan ubah ubah nama orang. Namanya Pak Hery bukan harrypotter. Kamu apain pak Hery? Kamu jahilin lagi?"
"Iya lah pa, kan Reon baik hati bikin anak anak sekelas Reon ketawa. Lagian salah Pak Hery nya sendiri, siapa suruh dia kagetan en latah"ucap Reon santai.
"Reon, Reon, kapan kamu mau berhenti jahilin orang orang? Kasian mereka. Nanti kalo kamu butuh bantuan sama mereka, mereka ga mau nolongin loh. Gara gara kesel kamu kerjain terus"kali ini mama nya ikut bicara,
"Mama, papa, kesayangannya Reon, gini yah. Kalo Reon sekolah Cuma gitu gitu aja, gak meanstream dong. Ntar kalo lulus ga ada kenangan paling mengesankan dong. Kan ga asik. Jadi Reon ama besprennya Reon, pengen buat kenangan mengesankan saat Reon lulus nanti. Lagipula, senakal apapun Reon, pasti ga akan ada yang bisa ngeluarin Reon dari sekolah. Kecuali papa sendiri. Harusnya mama sama papa bangga sama Reon, kan Reon baik hati, tidak sombong, rajin menabung, bakti sama ortu, senang membuat orang lain tertawa, dan masih banyak lagi kebaikan Reon"ucap Reon dengan pemikirannya.
"Terserah kamu Reon"mama papa Reon pasrah dengan sikap anaknya yang kelewat cerdas itu.
Reon pun tersenyum kemenangan.
Setelah menyelesaikan makan siangnya, Reon kembali kekamarnya. Ia duduk di balkon kamarnya memandang birunya langit.
Tenang.
Itulah yang Reon rasakan saat ini, hingga.....
"REONNNN.....YUHUUU...LO DIRUMAH KAGAK?! PASUKAN ARTIS TAMPAN DATENG NIH!! REON!!"
Reon sangat hapal suara itu. Suara Galih dan pasti sekarang Randy sedang bersamanya. Kedua teman Reon itu, memang sudah biasa teriak teriak jika berada dirumah Reon. Karna mereka sudah berteman lama dengan Reon, dan orang tua Reon pun juga sudah sudah kenal dekat dengan mereka.
KAMU SEDANG MEMBACA
Devil Girl
Teen FictionRank❤ (30.12.19) #49 in Geng (31.12.19) #65 in Kejam (29.12.19) #69 in Kejam (27.12.19) #95 in Pengkhianatan (31.12.19) #136 in Devil (31.12.19) #228 in Dingin "Gue bakal dapetin lo..apapun caranya. Dan setelah gue dapetin lo, gue janji ga bakal lep...
