five

1.3K 162 18
                                    
















rian ketawain teman disampingnya, tadi kevin tarik kursi kosong dan sengaja duduk di samping rian yang lagi kerjain kerjaan di laptopnya. dan setelah dengar cerita kevin, ketawanya nggak henti.

"yan, kok ketawa, sih?"

"aku heran, kok mereka gak ngusir kamu aja ya dari dulu?"

"yan jangan tambahin kesel, dong." protes kevin, tumpu dagunya pakai tangan.

"teman yang baik justru negur kalo temannya itu ngelakuin kesalahan. paham, nggak?"

kevin menerimanya dengan tenang, dia sudah kebiasa sama rian yang jadi penasehat diantara mereka. dia menghela napasnya lalu mengatupkan kedua tangannya dan nunduk,

"paham dan jelas, pak rian. udah ya pak ceramahya."

"kalo nggak ceramah mana kamu dengerin," rian nyimpen filenya sebelum kelupaan, lalu beralih ke kevin, "emang kamu pernah dengerin aku buat berhenti tidur sembarangan?"

"aku berhenti kalo bisa dapetin pacar kayak cowok kamu," jawab kevin sambil terkekeh.

rian mendelik dan bikin kevin ketawa, dia suka ngerjain rian kayak gini emang. karena rian jarang marah, terhitung sekali dalam setahun.

rian balik lagi ke kerjaannya yang belum selesai, coba kerjain lembar berikutnya.

"terus kamu gimana sekarang?"

"aku nginep di temenku sementara,"

"temen yang mana?" katanya, masih vokus sama laptop.

"kamu gak kenal, aku ketemu di bar."

kevin meringis waktu rian dengan cepat nengok dan mendelik lagi buat ke sekian kalinya, kaget. lagian perkataan kevin gampang betul kayak nyebutin pancasila.

"kebiasaan! pantes lah kalo ony sama ihsan marah."

rian kali ini nyerah, nyerah sama kevin dan sama kerjaannya. tadi pagi, rian bangun telat dan sama sekali belum sempat isi perut, dia laper. dan karena sekarang udah jam makan siang, dia tutup laptopnya dan bereskan meja,


"vin, makan yuk."

"aku ke toilet dulu,"

rian ngangguk, dia biarin kevin jalan duluan ke toilet sedangkan dia harus dulu cari dimana ponsel sama dompetnya. sifat gampang lupanya ini ketularan anthony.

waktu ponselnya ketemu,ada beberapa chat dari pacarnya kayak buat jangan lupa makan siang, kasih tau kalau pacarnya pulang malam dan bilang sayang sama rian.

walaupun rian kadang gak suka pacarnya pulang malam, dia jarang tunjukkan. rian lebih ke cuek, dia yakin mereka baik-baik aja.




setelah balas chat, rian langsung nyusul kevin.

kevin rapikan kemejanya, akhirnya lega. waktu rian lagi ceramah dia kebelet pipis sebetulnya, dia tahan bentar.

di sebrangnya didepan westafel, cowok dengan pakaian rapi lagi cuci tangan. kevin lihat cowok itu keseluruhan, dari atas ke bawah. cowok ini lumayan juga, mungkin kalau kevin goda sedikit, bakalan mau.

"anak magang?"

cowok itu selesai keringin tangan, lalu kaget sewaktu kevin tanya. beberapa detik setelahnya wajah cowok itu langsung datar, dia jawab,

"iya."

oh, mungkin karena kemeja putih dan celana hitam. anak magang, katanya.


kevin deketin, pandangin wajah datar cowok itu yang kelihatan sangat santai. sedekat itu, hampir nggak ada jarak. tapi cowok didepannya justru sama sekali gak merubah posisi dan gak mencoba untuk mundur.

"kamu bisa apa?" tanya kevin, sambil pandangin mata dan bibir cowok didepannya bergantian.

anak magang ituㅡkata kevinㅡtersenyum, kayaknya lebih ke menyeringai, dan gak mau kalah, dia balik pandangin bibir kevin.

sial, bibirnya! rasa apa kalau dicium?








"vin!"

kevin mendecak, kesal karena kehilangan momentnya. dia lihat rian yang kaget dan menggeleng, mungkin karena kevin yang bahkan anak magang di kantor pun ikut di goda.

rian tersenyum ramah dan sopan ke cowok itu, lalu beralih ke kevin, "jadi makan, nggak?"

kevin tatap cowok itu lagi sebelum jawab, "yuk, aku laper."

sebelum tinggalin cowok itu, rian senyum lagi dan mengangguk buat pamit pergi, nyusul kevin yang udah duluan keluar toilet. apa-apaan yang rian lihat tadi, ya? beneran deh, kevin kali ini perlu ditegur.






siang itu di lain tempat, firman mengiyakan ajakan anthony. di istirahat makan siang, firman harus cepat-cepat datang karena nggak mau telat waktu dia balik ke tempat kerjanya nanti. anthony waktu itu nggak ngerti mau ngapain, dia bosan dirumah.

hal kayak gini sering terjadi, dimana anthony di pecat atau putuskan buat keluar dari kerjaannya. hari pertama setelah keluar, dia bakal selalu bingung. biasanya viktor yang jadi pelampiasan.

dulu, dia bakal nungguin viktor pulang kerja di apartmen viktor. bahkan viktor sempat rela pulang setengah hari demi menghibur anthony.

nggak lagi sekarang.


firman yang jadi korban. dia akhirnya mau setelah anthony maksa buat makan siang bareng dengan syarat nggak terlalu jauh dari tempat kerja firman.

di sela-sela waktu mereka makan, firman bilang kalau temannya panji, jonatan, butuh tempat tinggal dan bakal kasih tau kalau cowok itu setuju buat tinggal sama anthony dan ihsan. karena beneran deh, sewa rumah nggak murah dan mereka berdua butuh satu orang buat bantu ikut bayar sewa.

dan karena sebelum firman pergi dia kasih voucher buat bayar makan yang didapet dari tempat kerjanya, anthony harap dia bisa kerja di tempat firman. dengan firman yang janji bakal kasih tau atasannya dan minta anthony kirim cv.



;



malamnya, setelah pulang kerja, ihsan putuskan buat nggak pulang langsung kerumah. dia harus meluruskan sesuatu. ihsan masih tetep tungguin orangnya datang walaupun udah satu jam, dia bahkan di gigitin banyak nyamuk, beneranㅡ

"san? ngapain disini?"











friendzone; local shipTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang