twelve

878 93 17
                                    











"terimakasih sudah menginap. have a great day!"

tamu itu balas senyum ke firman, lalu pergi sambil seret koper.

ponselnya getar daritadi di saku, gak mungkin panji. panji tahu, dia gak bakal ganggu firman kalau lagi kerja kecuali penting. ya lagian, kayaknya nggak ada yang penting.

setelah update data tamu di komputer didepannya, firman ngalah;

dia ambil ponselnya,

ngecek siapa yang telfonㅡ



ㅡduh, ibu!

"ada apa, bu? imen lagi kerja,"

di sambungan sana, masih diam. kedengerannya ragu-ragu buat bilang. firman ulang lagi;

"bilang aja, bu. kenapa?"

suara halus itu mulai bicara, "kamu punya uang buat ibu pinjam?"

ini dia.


firman, sebelum menjawab, menghela napas pelan.

"berapa?"


disana, lagi-lagi ragu. masih sepi, firman sampai tunggu jawaban sambil sesekali lirik kanan dan kiri, waspada tamu sama staff,

"bu, berapa?"

firman gusar.

"sekitar 50 juta."

"hah?"

ya ampun, ibu nya ini kenapa lagi?

"imen darimana dapat uang sebanyak itu?"

"maaf ya, men,"

"udah dulu, bu. nanti lagi. imen mau kerja,"


dahinya ia pijit, betulan pusing. masalah ada dimana-mana. kenapa lagi sama ibu sebetulnya?

dari semua masalahㅡyang tentu saja bukan cuma masalahnya, maksudnya, ini juga melibatkan beberapa pihak. misalnya panji, ibu, dirinya.

kenapa semuanya harus firman?

semua bisa angkat tangan kok, terus kenapa cuma firman yang ulurkan tangan?













;










"tuh, pacar."

ihsan nengok waktu temennya nunjukkin bayu yang jalan dekatin mereka, muka sengaknya nggak hilang-hilang.

"aku duluan ya, gi."

"oke, san. see ya!"


bayu nggak sampai pintu bar, ihsan udah ngeduluin nyusulin pacarnya. ketemu, si pacar senyum, bikin ihsan ambil tangan bayu dan meluk tangan kanan bayu,

"aku capek,"

"apa?"

"pengen gendong,"

bayu mengalihkan pembicaraan, ngeliat apa yang dipakai sama ihsan, dia mulai protes lagi. terus ihsan jawab seadanya, ya karena memang kerjaan dan ihsan malas bahas soal ini terus.

ngomong-ngomong, dia lapar.

sedaritadi dia tahan buat nggak makan bareng temannya karena tau bayu yang bakal jemput jadi;

friendzone; local shipTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang