beberapa hari lewat, kevin baik-baik aja. dia bisa bertahan, tanpa ihsan dan anthony. setahun yang lalu, dia nggak mungkin bisa. buat sekarang, kevin bodo amat.
kevin sakit, lho, waktu kedua temannya ngusir. atau mereka lupa kalau kevin juga punya hati? habisnya, kevin sampai sekarang selalu main-main,
nggak khusyu jalani hidup,
nggak pernah serius,
nggak konsisten.
"hari ini makan malam apa?"
baru aja pulang kantor, cium pipi kiri si cowok yang duduk dimeja kerja dan fokus ke laptopnya. kevin langsung rebahan di kasur tanpa mandi dulu.
cowok yang tadi masih diam. mungkin nggak ingin diganggu, terlalu fokus.
"kak aero?"
si kak aero nengok sekilas, terus balik lagi ke layar laptopnya. "iya, vin?"
kevin mendecak, ckㅡ
"hari ini, mau makan malam apa?" ulang lagi, lebih pelan.
"pesen apa aja, aku masih ada kerjaan, vin."
sama sekali nggak nengok, aero kalo udah ngerjain kerjaannya di laptop gini dia bakalan tenggelam. lupa ada kevin, tapi menolak buat ditinggal.
"yaudah, kevin tungguin,"
ada jeda hening sebentar. kevin yang main hp, aero yang lebih pilih laptop, udah. gak ada yang bicara sampai aero, setelah buang nafas pelan, dia tutup laptopnya dan puterin kursi kerjanya ke hadapan kevin,
"vin, kayaknya kamu harus pergi."
"kevin nggak laper, kok. nunggu kak aero aja,"
"bukan gituㅡ"
aero ketukin jarinya dimeja, ragu buat bilang. tapi kevin udah siap dengerin, matiin hp dan letakkin disampingnya dikasur,
"ㅡkayaknya, kamu harus cari tempat tinggal sendiri," kata aero, lanjutin yang tadi.
"kenapa? kevin salah?"
cowok itu nggak akan bisa taruh kesalahan sama kevin, dia takut kevin marah dan gak mau sama aero lagi,
"kamu gak salah. tapi, kamu bilang cuma beberapa hari disini, ya kan? ini udah seminggu,"
kevin ngangguk, tatap aero yang mulai berdiri dan berpindah, aero duduk disamping kevin. ngerangkul dan mengelus kevin lembut, disambut sama senderan kepala kevin ke pundak aero, dan bilang,
"kevin kira, kak aero pengen kevin disini. kak aero kesepian kan?"
aero balas tatapan kevin, "udah nggak, vin. lagian kita bukan pasangan, kan?"
kevin yang nggak ngerti harus balas apa. harus beranggapan kayak gimana? padahal di kantor tadi, disela-sela kerjaannya, kevin sempet mikirin aeroㅡ
how beautiful his life if he can with aero, everyday, everytime.
ㅡkayak gitu.
aero orang yang baik, kevin belum lama kenal tapi cowok itu bakal selalu ada buat kevin. misalnya, ngelindungin kevin. di pikiran dan pandangannya, aero beda dari yang lain. beda, total.

KAMU SEDANG MEMBACA
friendzone; local ship
Fanfiction"yaudah, temen." bxb; √jothony √fajri √baysan √marvin √others