"bay! bayu! tunggu!"
ihsan masih kejar bayu, tangannya sampai buat ngeraih. berhasil buat bikin bayu berhenti, hasilnya adalah wajah bayu yang sudah muak, malas.
"kamu kenapa nggak bantuin aku?!"
bayu ngelepas pegangan tangan ihsan, "buat apa? dia mantanmu."
"udah aku bilang, dia nggak waras!"
"terus kenapa pacaran?"
"mana aku tau dia bajingan,"
ihsan berusaha meraih bayu lagi, tapi bayu pelan-pelan mundur. terlalu banyak hal negatif yang ada dipikiran bayu, dan dia masih belum tahu mana yang benar dan yang salah. nyatanya, semua datang tiba-tiba.
"kamu pacaran sama dia karena dia kaya, kan?"
ihsan mendelik nggak percaya, bayu nggak pelru bicara soal itu. menuduhnya yang─
"kata orang kamu matre, itu bener?"
"aku harus gimana? aku nggak bisa rubah masa lalu-ku gitu aja, bay!"
bayu nggak bisa terima ini semua. antara rasa sayangnya sama rasa kecewanya ini, tiba-tiba saling berebut tempat. diantara itu semua, bayu lebih nggak terima jika ihsan orang yang beda.
"bay, percaya, ya? kamu satu-satunya, aku nggak pernah bohong, kan?"
ihsan maju satu langkah, bayu masih diam. dia nggak peduli lagi soal bagaimana ihsan begitu lembut sekarang, dia cuma peduli kalau ihsan baru saja didatangi pacarnya, yang ya ampun, sudah paruh baya!
dan katanya gila?
gila bagaimana maksudnya?
"gimana aku bisa percaya? sudah berapa kali aku ketemu mantan kamu, hah? nggak kehitung!"
plak.
nggak begitu keras, tapi menurut ihsan, tamparan itu memang harus ditujukan buat bayu. iya, bayu dia tampar. ihsan betulan udah nggak tahan, semua omongan bayu bikin sakit.
"jaga mulutmu," kata ihsan.
"oh, ini mau kamu?"
bayu jalan mundur, menuju ke mobilnya. karena sekali lagi, bayu kecewa. buat apa dia ditampar?
"pacaran sama kamu ternyata buang-buang waktu, bay."
"kenap nggak putus aja sekalian?!" ini omongan terakhir bayu sebelum dia masuk dan tutup pintu mobil.
dia nggak mau tau apa jawaban ihsan, sudah dia duga lagian. makanya dia langsung nyalain mesin, mundurin mobil seenaknya dan hampir nabrak ihsan, lalu dia memilih tekan gas yang paling dalam. dia ngebut.
ihsan terlalu kaget, entah apa yang dia rasain sekarang. semuanya random, datang gitu aja. bayu pikir, ihsan nggak muak apa ketemu bajingan-bajingan kayak mantan ihsan itu?
bayu pikir ihsan senang?
ㅡharus gimana sekarang?
"iya, bay. putus."
katanya, pelan betul. suaranya terbawa angin.
;
anthony bangun dari tidur sorenya. beneran deh, dibawah rasanya berisik total. dia sampe nggak bisa lagi buat tidur. lima menit sebelumnya, ada suara mesin entah apa anthony lupa namanya. dan sekarang, suara semacam palu semakin keras.

KAMU SEDANG MEMBACA
friendzone; local ship
Fanfiction"yaudah, temen." bxb; √jothony √fajri √baysan √marvin √others