Chap. 2 [pt.6]

27 3 2
                                        

Nara, Yera dan Yerin yang bergegas menuju gedung tak terpakai dekat sekolah menggunakan sepeda, kini sudah berdiri didepan bangunan itu. Nara memperhatikan sekitarnya, tempat itu sangatlah sunyi dan tidak ada penerangan. Jika malam datang tempat itu akan menjadi sangat gelap.

Yera yang ikut melihat sekeliling tidak menemukan benda yang ia cari, "hei Nara, kau ingat kemarin Kira meminjam sepedaku?"

"ya? tentu saja, kenapa?"

"sepedaku tidak ada disini, jika Kira masih ada disini bukankah sepedaku pun harusnya ada disini? kalau begini kita bisa berasumsi Kira tak ada disini."

"mungkin benar." Yerin menjawab kakaknya, "tapi tak ada salahnya kita periksa lagi ke dalam, bisa saja sepedamu dibawa pergi oleh orang yang memanggil Kira kemari dan meninggalkan Kira disini kan?"

"maksudmu sepedaku dipakai untuk kabur?" lalu Yerin menjawab dengan anggukan.

Nara yang diam berpikir tidak ada salahnya memeriksa ke dalam walau ia sedikit takut dengan suasana gedung kosong ini. "baiklah, ayo kita periksa ke dalam sebentar."

Nara menarik nafas dalam untuk menahan rasa takutnya dan mulai melangkah masuk. Kedua anak kembar itu saling bertatapan, kemudian mengikuti Nara dari belakang. Didalam gedung itu ternyata terlihat luas karena tak ada barang apapun disana. Hanya ada beberapa tiang penyangga dan sebuah tangga disudut ruangan menuju lantai dua.

"Yera tolong periksa lantai pertama ini, aku dan Yerin akan pergi ke lantai dua." pinta Nara.

Yera mengangguk, "berhati-hatilah, disini sangat gelap."

Nara menaiki tangga tersebut, berjalan perlahan melihat sekitarnya dengan teliti. Ia tidak bisa melihat dengan jelas karena kondisi tempat yang mulai gelap. Tak ada lagi cahaya yang masuk melewati jendela karena diluar pun sudah gelap.

Nara mulai memeriksa lantai dua ketika matanya mulai terbiasa, kini ia berdiri didepan sebuah ruangan tertutup. Karena gugup, Nara menelan ludahnya dan tangannya perlahan memegang gagang pintu itu. Namun.....

"KYAAA!!" tiba-tiba terdengar jeritan Yera dilantai satu. Yerin pun langsung berlari menuju kakaknya, begitu pula dengan Nara.

"Yera! ada apa berteriak?" seru mereka berdua panik. Terlihat seseorang berseragam berdiri didepan Yera. Setelah diperhatikan ternyata orang itu adalah polisi yang sedang berpatroli.

"a-ah.. itu maaf aku kaget jadi spontan berteriak." Yera tersenyum canggung.

Nara dan Yerin yang panik setengah mati terduduk lemas, "kau ini..."

"jadi sedang apa kalian disini? seharusnya kalian pulang bukan berada ditempat berbahaya seperti ini." tanya polisi patroli itu.

"kita sedang mencari teman kita pak, terakhir ia bilang pada kami akan pergi ke tempat ini. Dia juga memakai seragam seperti kami." jelas Nara.

"kemarin saya juga berpatroli disekitar sini, tapi tidak ada siapapun yang menghampiri gedung ini. Terlebih lagi gedung ini sudah rapuh dan akan segera dirubuhkan." jelasnya.

Raut wajah mereka bertiga menjadi sedih, "sudah berapa lama teman kalian hilang? dan siapa namanya?" tanya polisi itu.

"dengan hari ini berarti sudah 1 hari penuh pak, Namanya Kira Kim." Yera menjawab.

Polisi itu mencatat dibuku kecilnya, "baiklah, aku akan coba laporkan ini pada kantor pusat. Sekarang kalian lebih baik pulang, sudah malam."

"Baik, kami permisi dan Terima Kasih pak." Polisi itu tersenyum dan mengantar mereka keluar gedung kosong itu.

Setelah itu beberapa hari pun berlalu begitu saja tanpa ada kabar berita.

She's a PsycopathCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang