Dara gadis cantik yang dijodohkan dengan cowok bernama Zavi yang manja, selalu menyuruh Dara sesuka hati. Bisakah Dara bertahan dengan perjodohan konyol orang tuanya?
Namun, dibalik sikapnya yang manja. Zavi yang selalu ada untuk Dara dan selalu mem...
Malam ini terasa tenang, bahkan bulan bersinar terang memberi cahaya malam bersama bintang yang kerlap-kerlip indah di angkasa hitam.
Tapi tidak untuk dua orang remaja yang mengusik malam tenang ini.
"Udah Lo duduk aja, biar gue aja yang masak."
"Gak, gak mau aku pengen bantu kamu masak."
"Aish bukannya cepat kelar malah makin lama kalo lo ganggu mulu."
"Ihh.... Aku gak ganggu kamu kok, niat aku tuh baik mau bantuin kamu Ra."
Sumpah Dara sudah kehabisan kesabaran menghadapi orang disampingnya. Dari tadi Zavi selalu mengganggunya. Bukannya bantu, malah ngehancurkan bahan yang akan dimasak, bahkan sekarang kondisi dapur udah berantakan gak karu-karuan.
"Udah sini aku bantu potong bawangnya."
"Tapi yang bener potong bawangnya." Perintah Dara.
Zavi menyatukan jari telunjuknya dengan ibu jari membentuk kata 'oke'.
Dara sedang mengaduk sayur yang ada dipanci, sedangkan Zavi lagi serius motongin bawangnya. Sampai.......
"Akhh" terdengar suara desahan dari mulut Zavi. Dara pun menengok ke arah sampingnya dan benar saja sekarang Zavi sedang menangis sambil tangannya masih motongin bawang. Hal itu membuat Dara terkikik geli.
"Bwahahaha...."
"Dara.... Mataku perih nih." Suara rengekan manja Zavi.
"Ihh... Udah lanjutin aja, anak cowok kok gitu aja nangis sih." Ejek Dara.
"Tapi ini beneran perih Ra huhu...."
"Aish.... Kan tadi gue udah nglarang Lo buat bantu gue masak, tapi dibilangin ngeyel sih."
"Huhuhueeee......."
Bukannya diam, Zavi malah semakin menangis kencang. Gak kebayang kan Zavi yang di sekolah terkenal ganteng, kalem, cool tapi aslinya begini, cengeng banget. Dara hanya menghela nafas kesal melihat kelakuan Zavi yang seperti anak kecil.
"Udah ah gak usah nangis, cengeng banget sih Lo!" Suara Dara meninggi, habis sudah kesabarannya menghadapi Zavi.
Zavi pun langsung diam, dia langsung berhenti nangis. Tapi, air mata masih turun dari matanya. Lagi-lagi Dara hanya menghela nafas lelah.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Skip time
Dara sudah selesai memasak, bahkan dia sudah menata rapi masakannya di atas meja makan. Dia merasa heran karena dari tadi suara Zavi tidak terdengar lagi sampai ia selesai memasak.
Dara berjalan keluar dari dapur, mencari Zavi. Dan ternyata Zavi sedang duduk di ruang tv dengan wajah cemberut. Bibirnya yang dipoutkan terlihat menggemaskan bagi siapa saja yang melihatnya, termasuk Dara.