Yoongi POV
"Datanglah kerumahku, aku perlu bantuanmu" ucapku padanya.
Kulihat dia terkejut mendengar ucapanku seperti itu, aku tahu apa yang ada dipikirannya saat ini.
"A-apa maksudmu sajangnim?" Dia bertanya dengan gugup.
Aku berjalan mendekatinya, dan benar saja kegugupannya makin bertambah seiring dengan langkahku lebih dekat padanya.
Dia perlahan memundurkan langkahnya mencoba menjauhi ku, tapi aku menahan tangannya agar dia tak terus menerus menjauhiku.
Kutarik tangannya agar tubuhnya lebih dekat denganku, sekarang jarak diantara kami hanya beberapa cm saja, aku bisa melihat dengan dekat bagaimana wajahnya memerah karna perlakuanku sekarang ini.
"Mengapa kau menjauhiku?" Tanyaku di depan wajahnya.
"Ss-sajangnim, a-aapa yang k-kau lakkukan" ucapnya terbata bata.
"Aku hanya memintamu untuk membantuku, mengapa kau mencoba menjauhiku seperti itu?" Jawabku masih memegang tanganya.
"Aa-ku tidak tahu m-maksudmu?" Balasnya.
Dia berusaha melepaskan cekalan tanganku, tapi tak berhasil karna tenagaku jauh lebih besar darinya, alhasil karna perlakuannya itu aku lebih mendekatkan tubuhku padanya kemudian berbisik di telinganya.
"Aku tahu apa yang sekarang kau pikirkan tentang pergi kerumahku" bisikku kemudian melepaskan tangannya dan pergi ke mejaku.
"Mm-memang apa yang aku pikirkan hah? " tanyanya kemudian pergi dari ruanganku.
Aku tertawa dalam hatiku, setelah kepergiannya.
"Ahh ada ada saja wanita kasar itu"batinku
Mina POV
"Woahhh, apa maksudnya ini? Memangnya apa yang aku pikirkan? Pergi kerumahnya? Membantunya? Apa yang harus ku bantu? Benar benar pria ini, maksudku apa yang ada dipikirannya sekarang? Jika ada yang harus aku kerjakan, tidak perlu juga aku berkunjung ke rumahnya bukan? Dasar pria aneh"
Aku kemudian duduk di kursiku, tak lama telepon berbunyi kemudian aku mengangkatnya.
"Nee, Pa-"
"Jika kau sudah menyelesaikan pekerjaan mu, segeralah datang kerumahku, alamatnya kau bisa cari sendiri, dan jangan menolak" Ucapnya di seberang sana kemudian menutup telepon secara sepihak.
"Apa yang harus aku lakukan sekarang, tidak mungkin aku pergi kerumahnya bukan? Bagaimana jika dia- ahhh apa yang aku pikirkan ini, dia tidak mungkin melakukan hal yang macam macam kan? Oh benar dia tidak pernah menganggapku wanita jadi mengapa aki harus takut" ucapku bermonolog.
"Ehem" suata deheman
Aku terlonjak kaget ternyata itu Yoongi
"Sudahlah kau tidak perlu memikirkan hal yang tidak-tidak. Kau lihat banyak pekerjaan mu yang belum selesai, dan ada banyak dokumen-dokumen di rumah ku yang harus kau urus" ucapnya
Jika di fikir-fikir memang benar tugas ku menumpuk dan harus segera di selesaikan.
....
Sekarang aku menuju rumah Yoongi menggunakan taxi, aku mengetahui alamat rumah dari seorang pegawai kantor yang sudah bekerja sejak lama.
Taxi yang ku tumpangi berhenti tepat di depan gerbang megah.
"Kau sudah sampai nona" ucap supir taxi itu.
"Ohh iya , terima kasih" ucapku kemudian turun dari taxi.
"Kurasa benar ini alamatnya, apakah benar ini tempat tinggal seorang manusia? Daebak, ini terlihat seperti rumah barbie yang selalu aku tonton dahulu."batinku.
Tanpa pikir panjang Aku menekan tombol bel disebelah gerbang megah itu. Kemudian gerbang itu terbuka dengan sendirinya, jujur aku terkejut, apakah gerbang itu dibukakan oleh hantu? Itu yang ada dipikiranku pertama kali.
Aku sudah sampai di depan pintu rumah yang sangat megah ini. Aku menekan bel lalu tak lama ada seorang laki-laki yang membuka pintu. Astaga tampan sekali dia.
TBC
Mulmed☝(Min Yoon Seok)
KAMU SEDANG MEMBACA
Why Cant? - Min Yoongi
FanfictionMin YoonGi dia ketus, dingin, teliti, cepat, pengancam tapi, dia sempurna. Dan satu hal lagi dia penuh perhatian . . . . . UPDATE SETIAP MALAM MINGGU
