Dari pertemuan ini lah desiran di hati mulai tiba.
-Chilla-☆☆☆☆☆
"Ehem.."
Deheman seseorang mengagetkan Chilla dan Stefla. Chilla pun langsung menatap orang itu.Tiba-tiba
Deg.
.
.
."Ya ampun jantungku kenapa sih, tenang aja dong"
Batin Chilla dalam hati sambil terus menatap orang itu."Permisi boleh aku duduk di sini ?" Tanya orang itu kepada Chilla sambil menunjuk tempat kosong di sebelahnya.
"Eh i..iya boleh kok"
Jawab Chilla dengan agak gugup dan seketika dia memalingkan wajahnya ke arah Stefla."Kenapa Chil ?" Tanya Stefla ketika Chilla menatap dirinya.
"Tuh orang mau duduk aja pakai nanya, untung cakep gak jadi aku omelin karna udah ganggu cerita kita kan" batin Chilla.
"Hello Chilla kenapa sih ?"
Tanya Stefla lagi seketika Chilla pun menjawab.
"Eh enggak papa hehee"Setelah Chilla memperbolehkan orang itu, dia langsung duduk disebelah Chilla tapi dengan jarak yang agak jauh.
"Eh Chil, tuh gue udah di jemput,gue duluan ya. Sampai jumpa besok lagi" kata Stefla tiba-tiba sambil menunjuk jemputannya.
"Oke hati-hati ya"
Jawab Chilla sambil melambaikan tangannya.Setelah kepergian Stefla kini tinggal Chilla dengan orang itu.
Karena dia tidak nyaman dengan situasi ini dia pun melirik orang itu. Orang itu sibuk sendiri dengan gawainya.Chilla pun mulai bosan menunggu kakaknya yang katanya mau jemput tetapi hari semakin sore pun belum terlihat batang hidungnya juga. Apalagi awan semakin hitam di tambah Chilla cuma berdua dengan orang itu.
Chilla pun menengok orang itu yang dia kira masih sibuk dengan gawainya. Tetapi ketika dia menatapnya tiba-tiba orang itu juga menatap Chilla dan malah tersenyum kepadanya.
"Tuh kan aku jadi malu ketahuan lihat"
Batin ChillaChilla pun membalas senyum orang itu dan langsung ingin beranjak pergi dari tempat itu.
"Kalau gue tetap disini lama-lama nih jantung makin enggak bisa dikontrol kan"
Batin Chilla dalam hatiBelum sampai dia beranjak dari sana eh tiba-tiba kakaknya datang kan kebetulan banget jadi Chillanya gak harus jalan tanpa arah cuman karena gak tahan hanya duduk dengan orang itu.
"Kak lama banget sih ? Kalau tahu begini mending aku naik bus atau taxi atau enggak gitu telfon orang di rumah suruh jemput"
Omel Chilla ketika baru saja kakaknya tiba."Biasa tadi bunda nyuruh mampir ke toko dulu terus di tokonya rame jadi ngantri deh"
Kata Kayla kakak Chilla."Yaudah deh ayo buruan aku laper nih" kata Chilla sambil memegang perutnya.
"Laper atau karena gak nyaman dengan situasi ini ?"
Tanya Kayla."Eng.. enggak kok emang situasi gimana ?" Elak Chilla.
"Tuh lihat cowok itu nglihatin kamu dari tadi" kata Kayla sambil menunjuk orang itu dengan dagunya.
Tanpa Chilla sadari dia pun langsung menoleh ke arah cowok yang duduk di halte bareng dia tadi.
"Whattt ??? Dia senyum lagi ke gue ?" Batin Chilla.
"Tuh kan dia senyum ke kamu"
Kata Kayla."Udah deh ayok buruan pulang aku udah laper nih"
Paksa Chilla pada kakaknya."Iya iya bawel deh"
Kata Kayla dan langsung menancapkan gas motornya.Di perjalanan pulang Kayla terus saja menggoda Chilla. Maksudnya apa coba, kenal dengan orang tadi aja enggak di tambah baru ketemu tadi barusan.
Tidak membutuhkan waktu yang cukup lama mereka pun sampai di rumah mereka, tepatnya rumah orang tuanya. Rumah berlantai dua dengan didominasi warna putih serta di halamannya terdapat taman bunga yang asri menambah keindahan mata yang melihatnya.
Chilla pun langsung masuk ke dalam rumah yang memang tidak di kunci. Sedangkan Kayla memasukkan motornya di garasi.
"Assalamualaikum bunda"
Salam Chilla ketika melihat bundanya sedang menonton tv di ruang keluarga."Waalaikumsalam"
Jawab Anin ibunda Chilla."Bunda lagi nonton apa sih kok kelihatan serius banget ?"
Tanya Chilla sambil menyium tangan bundanya."Nih bunda lagi lihat berita"
Jawab Anin"Ooooooh, ayah belum pulang ya bun ?"
Tanya Chilla pada Anin."Belum sayang, kamu tahu kan ayah mu itu sering pulang dari kantor sudah sore"
Kata Anin."Iya bun Chilla tahu lagian berkat ayah kita kan jadi hidup serba kecukupan gini"
Jawab Chilla yang sadar akan kerja keras ayahnya selama ini sehingga dia dapat hidup layak seperti sekarang ini."Ya udah adek cepet bersih-bersih terus turun makan, tadi bunda udah siapin makanan kesukaanmu"
Suruh Anin pada Chilla."Aasyiaaaap bunda" kata Chilla dan dia pun langsung naik ke kamarnya yang berada di lantai dua.
"Nih bun titipan bunda tadi"
kata Kayla sambil membawa tas kresek."Ya udah kakak taruh di dapur aja"
Kata Anin.Beberapa waktu kemudian Chilla pun turun dari kamarnya dan segera pergi ke ruang makan untuk memenuhi permintaan cacing-cacing yang sudah memberontak di dalam perutnya.
Setelah makan dan membersihkan piringnya di dapur, Chilla pun ikut berkumpul di ruang keluarga yang di sana ayahnya sudah pulang dari kantor.
Kegiatan mengumpul setiap sore itu sudah menjadi kebiasaan keluarga mereka.
Bahkan mereka terkadang pergi dari ruang keluarga hanya untuk melakukan shalat maghrib dan isya. Setelah itu makan malam dan barulah mereka kembali ke kamar masing-masing.Jangan kaget jika Chilla ketika bersama keluarganya menggunakan kata aku kamu sedangkan dengan sahabatnya memakai kata gue.
Itu semua memang sudah di sepakati dengan sahabatnya karena biar lebih santai aja dan kata itu tidak dia gunakan dengan orang lain selain sahabatnya.Kini Chilla sudah berada di dalam kamarnya dan merebahkan badannya di kasur empuknya.
Kebetulan hari ini tidak ada tugas dari sekolah dia pun memilih untuk langsung meluncur ke kasurnya."Siapa sih cowok tadi, cakep banget"
"Stop Chilla lo gak boleh gitu, baru aja ketemu udah mikirin siapa dia"
Chilla pun bermonolog sendiri ketika memikirkan orang yang di halte tadi sore bersamanya.
"Udah deh ngapain di pikirin ? kenal aja enggak, lebih baik tidur aja deh"
Chilla pun langsung membenarkan posisi tidurnya dan menarik selimutnya.
"Eh tapi senyumannya itu lo manis banget"
"Istigfar dong Chil gak boleh kayak gitu"
Beberapa menit kemudian Chilla pun belum juga dapat tidur. Padahal malam sudah semakin larut. Akhirnya dia mengambil gawainya dan memainkan salah satu game yang ada di gawainya itu. Siapa tahu dia dapat merasa ngantuk dengan memainkannya.
Tak sampai lima menit, tanpa Chilla sadari dia pun sudah terlelap pergi ke alam mimpinya dengan game yang menjadi penghantar tidurnya malam ini.
💤💤💤💤💤
Terimakasih sudah mau membaca kisah Chilla 😊
Tunggu kelanjutannya ya.
Akan ada sesuatu dipart selanjutnya 😉

KAMU SEDANG MEMBACA
Di Bawah Bayangan Bintang
Подростковая литератураPilih cinta atau sahabat ??? (Awas Zona Baper !!!) Memeluk sahabat, cinta, dan mimpi. Dari situlah pasti kebahagiaan akan selalu mengiringi dalam setiap perjalanan hidupmu. Begitupun dengan Chilla dia ingin selalu dapat memeluk ketiganya. Tapi apa b...