Part 7 : Olimpiade

30 8 0
                                    

Acara yang bertempat di aula kemarin adalah membahas perkenalan murid baru yang bernama Ivan sekaligus motivasi dari nya yang bernotabene mempunyai banyak prestasi.

Dari situ Pak Fu'an sebagai kapala sekolah SMA Negeri 1 Bintang Harapan, menyampaikan kepada seluruh siswa bawasannya sekolah akan terus meningkatkan prestasi dengan mengirimkan siswa untuk mengikuti berbagai macam olimpiade.

💧💧💧


"Eh ngomong-ngomong Chilla kemarin pulangnya diantar Kak Ivan lho"
Kata Aleshya pada sahabatnya.

Kini Chilla dan sahabatnya berada di kantin sekolah dengan berbagai makanan ringan dan minuman yang sudah ada di hadapan mereka.

"Haaaaa beneran nih ?"
Tanya Fiola hampir saja tersedak minumannya.

"Iya hehe"
Jawab Chilla sambil mengaduk-aduk jus alpokatnya.

"Waaaah ceritain dong, kok bisa sampai loe di anter ?"
Kata Stefla dengan antusias.

"Eh tapi kok Aleshya tahu sih ?"
Tanya Fiola.

"Rahasia hehee"
Jawab Aleshya yang langsung mendapat cubitan dari Chilla.

"Cepetan ceritain gih, gue kepo tauk"
Kata Fiola sambil memanyunkan bibir tipisnya. Membuat sahabatnya tertawa karena melihat wajah lucu Fiola.

Akhirnya Chilla pun menceritakan kejadian kemarin sore. Sahabatnya pun terlihat antusias mendengarkan ceritanya. Itulah saat-saat paling menyenangkan dalam persahabatan. Ketika kita mempunyai cerita pasti mereka akan siap mendengarkan kita. Begitupun dengan kita sendiri, kita akan lebih bahagia bila mampu berbagi cerita dengan sahabat kita.

Saking asiknya mereka bercerita, mereka tidak menyadari bahwa ada dua pasang telinga yang mendengarkan pembicaraan mereka dari tempat yang tak jauh.
Dua orang tersebut saling berpandangan dengan salah satu tangan mereka saling mengepal. Dua orang tersebut tersenyum sinis lalu beranjak dari tempat duduknya.

"Udah selesai, gantian kalian yang cerita apa gitu, sampai haus nih"
Kata Chilla lalu menyeruput jusnya hingga tandas.

"Hahaha iya iya"
Jawab sahabat Chilla.

Derrrt.. derrrt.. derrrt..

Tiba-tiba salah satu gawai mereka ada yang bergetar lama menandakan sebuah panggilan masuk.

"Punya siapa nih yang getar, punya gue enggak"
Kata Stefla yang telah mengecek gawainya.

"Eh punya gue nih, bentar gue angkat dulu"
Jawab Chilla sambil mengambil gawainya di atas meja yang ada di hadapannya.

"Kok tumben dari Bu Nika"
Kata Chilla lalu menggeser gambar telfon berwarna hijau.

Chilla pun berbincang dengan Bu Nika yang ada di telfon.
Beberapa menit kemudian panggilan pun berakhir.

"Ada apa Chil kok dari Bu Nika"
Tanya Aleshya.

"Oh bukan apa-apa, cuman kita disuruh pergi ke ruang guru sekarang katanya"
Kata Chilla sambil memasukkan gawainya di saku.

"Ya udah kita pergi kesana sekarang aja yuk"
Kata Aleshya yang di angguki lainnya. Mereka pun beranjak dari kantin dan menuju ruang guru yang cukup jauh jaraknya.

"Assalamualaikum bu"
Salam mereka ketika sudah menemui Bu Nika di ruang guru.

"Waalaikumsalam, eh udah datang"
Jawab Bu Nika.

"Ada perlu apa ya bu, kok kami di suruh menemui ibu ?"
Tanya Chilla pada Bu Nika.

"Oh kalian habis ini langsung aja ke ruang lab bahasa. Saya tadi cuma di suruh Pak Fu'an memanggilkan kalian,dan saya tahu kalau kalian kemana-mana selalu bersama, jadi ibu menghubungi Chilla saja tadi"
Kata Bu Nika dengan serius tapi tak lupa dengan senyuman kas yang beliau miliki.

Di Bawah Bayangan BintangTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang