Karena semua ini adalah takdir
○○
Kalau ada typo mohon maaf ya.
Kuy langsung saja meluncur, hehee.
Happy reading :)"Aaaaaaa...."
Pekik Chilla."CHILLA !!!"
Pekik Aleshya yang melihat Chilla sudah jatuh pingsan disampingnya.Mendengar pekikan itupun Ivan tak terasa menjatuhkan kayu yang ada di genggamannya tadi dan seakan seluruh anggota tubuhnya kilu melihat semua kejadian di depannya.
---
Seorang gadis dengan wajah pucat terbaring tak berdaya di ruangan serba putih dengan bau khas yang menyeruak. Banyak sekali alat-alat yang menempel di tubuhnya untuk membantunya bertahan hidup.
Gadis itu adalah Chilla. Sejak kejadian na'as satu jam lalu hingga saat ini belum juga ada tanda-tanda sadar dari pingsannya. Apalagi dokter yang menanganinya dari tadi belum juga keluar.
"Tante maafin saya, ini semua salah saya" Kata cowok.
"Ini semua bukan salah kamu nak Ivan, ini semua sudah takdir. Makasih ya nak udah tolongin Chilla dari cowok kurang ajar tadi dan udah bawa Chilla ke rumah sakit" Jawab Anin bundanya Chilla sambil tersenyum.
Benar cowok itu adalah Ivan. Semenjak kejadian na'as satu jam yang lalu, di dalam hatinya dia selalu merasa bersalah. Karena dialah penyebab dari Chilla masuk rumah sakit saat ini.
Flashback on
"Aaaaaaa...."
Pekik Chilla."CHILLA !!!"
Pekik Aleshya yang melihat Chilla sudah jatuh pingsan disampingnya.Mendengar pekikan itupun Ivan tak terasa menjatuhkan kayu yang ada di genggamannya tadi dan seakan seluruh anggota tubuhnya kilu melihat semua kejadian di depannya.
Saat Ivan akan memukulkan kayu dengan keras kepada salah satu cowok yang berada di depan Chilla, tanpa sepengetahuaannya cowok itu menghindar dari pukulan itu. Akibatnya pukulan itu mengenai kepala Chilla hingga seketika pingsan.
Dengan sikap gesitnya Ivan, tanpa berpikir panjang dia langsung membopong Chilla ke dalam mobil dan membawanya ke rumah sakit. Tak lupa ditemani oleh Aleshya dan Ziko.
Flashback off
Sudah satu jam berlalu namun dokter yang menangani Chilla tak kunjung keluar dari ruangan. Padahal di luar ruangan tersebut sudah ada keluarganya, teman-teman Chilla dan teman Ivan tentunya.
5 menit kemudian.
Dokter pun keluar dari ruangan Chilla yang diikuti oleh beberapa suster."Gimana dok keadaan anak saya ?" Tanya Adhit ayah Chilla yang langsung menghampiri dokter tersebut.
"Anak anda mengalami koma dikarenakan benturan keras di kepalanya. Jadi, kemungkinan dia akan bangun beberapa jam lagi atau bahkan beberapa hari lagi tergantung kondisi tubuh anaknya"
"Tapi anak saya pasti sembuh kan dok?"
Tanya Anin ibunda Chilla yang sudah menangis."Pihak rumah sakit akan berusaha semaksimal mungkin".
"Dok apakah sudah boleh dijenguk ?"
Tanya Kayla kakak Chilla."Sudah boleh silahkan, tapi mohon untuk bergantian masuknya. Kalau begitu saya permisi pak buk".
"Terimakasih dok"
Dokter itu pun pergi setelah menjelaskan bagaimana keadaan Chilla.
Keluarga Chilla pun langsung bergantian masuk untuk menjenguknya.
Disisi lain, Ivan yang mendengar penuturan dari dokter tersebut langsung saja berlari meninggalkan semua orang yang ada disana. Entah apa yang ada dipikirannya sekarang. Dia merasa tak pantas untuk sekedar menjenguk Chilla. Ziko dan Aleshya yang tanpa sengaja melihat Ivan pergi, mereka saling memandang dan seakan bertanya apa yang dilakukan Ivan. Tetapi keduanya sama-sama mengedikkan bahu isyarat bahwa mereka juga tidak tahu.
Ziko dkk pun memilih untuk mencari Ivan sekarang. Langkah kaki mereka menuju kantin rumah sakit. Dan benar, mereka melihat Ivan sedang duduk sendirian dengan raut wajah yang tidak mengenakkan entah apa yang di pikirkan sekarang.
Mereka langsung menghampiri dan sedikit menenangkan Ivan. Karena mereka tahu bahwa temannya itu dalam keadaan yang tidak baik-baik saja.
○○
Detik demi detik pun terus berjalan. Bahkan hari pun telah berganti. Namun gadis yang terbaring lemah di kasur ruangan serba putih itu, tak kunjung membuka matanya.
Entah apa yang di mimpinya sekarang, semua orang yang melihatnya berpikir seolah dia tak ingin terbangun hanya sekedar membuka matanya.Bahkan orang-orang dari keluarganya maupun teman-teman sekolahnya sudah silih berganti untuk menjenguknya dan berharap Chilla segera terbangun dari tidur panjangnya. Namun sang empunya tak kunjung membuka matanya.
Teman-temannya pun sudah membantu keluarga Chilla dan pihak sekolah yang mengusut tuntas dibalik modus penculikan Chilla dan Aleshya.
Karena keluarga Chilla sendiri yang meminta.Mereka semua sudah mengetahui siapa pelaku dan dalang dibalik semua ini. Namun, Ivan dkk dan Aleshya dkk meminta untuk pihak sekolah merahasiakan dari semua teman-teman sekolahnya.
○○
Assalamualaikum semuanya,
Akhirnya aku kembali meneruskan kisah Chilla ini. Aku minta maaf karna udah lama banget gak lanjut nih cerita. Semoga kalian masih ingin lanjut sama ini cerita ya, Aamiin.
Walaupun part ini gak panjang tapi setidaknya aku masih ingin cerita ini aku tulis sampai bener-bener end.
Huaaa seneng banget bisa lanjut nih cerita :) :)
Jangan lupa voment nya ya sayang:)
Love u ♥-Terimakasih-

KAMU SEDANG MEMBACA
Di Bawah Bayangan Bintang
Teen FictionPilih cinta atau sahabat ??? (Awas Zona Baper !!!) Memeluk sahabat, cinta, dan mimpi. Dari situlah pasti kebahagiaan akan selalu mengiringi dalam setiap perjalanan hidupmu. Begitupun dengan Chilla dia ingin selalu dapat memeluk ketiganya. Tapi apa b...