Jangan lupa klik bintang di pojok kiri ya, hehee :)
Happy reading
°°
Hari demi hari terus berganti. Hari ini tepat hari ketiga Chilla berada di rumah sakit. Namun hingga saat ini gadis itu tak kunjung membuka matanya.
Sahabat Chilla pun sudah kembali ke sekolah sejak kemarin. Mereka pergi ke sekolah seperti biasanya. Namun tidak se-ceria kemarin-kemarin sebelum salah satu sahabatnya terbaring di rumah sakit. Apalagi kabar masuknya Chilla di rumah sakit sudah tersebar seantero sekolah. Dengan adanya kabar hangat ini, dimanapun mereka berada selalu mendapatkan berbagai pertanyaan dari siapapun mengenai Chilla.
Maklum saja mereka tidak mengetahui penyebab tragedi yang menimpa Chilla, sehingga jiwa kepo anak muda selalu membawanya untuk datang ke sahabat Chilla yang malah menambah sahabatnya itu semakin merasa sedih.Ditambah lagi dalang penyebab semua ini ternyata dari sekolah mereka.
Meskipun mereka dan Ivan dkk sudah tahu siapa orangnya. Mereka masih punya hati untuk tidak membuat si dalang keluar dari sekolah ini.○○
Setiap pulang sekolah, mereka selalu menyempatkan menjenguk Chilla bahkan menemani Chilla yang tak kunjung sadar itu.
Ivan yang kemarin lusa merasa tak sanggup melihat keadaan Chilla pun sudah berani menjenguk Chilla. Setelah kemarin lusa diyakinkan oleh sahabatnya. Malah Ivan tidak pernah absen dari ruangan Chilla kecuali saat dia pergi ke sekolah.
Walaupun Ivan belum lama mengenal Chilla, tapi rasa bersalahnya yang membuatnya seperti ini.
Sahabat Chilla dan Dika dkk pun makin kesini makin akrab.Seperti saat ini, mereka sedang berada di rumah sakit tepatnya berada di ruangan Chilla.
"Chilla loe gak kangen kita nih ?
Padahal loe kan paling gak betah kalau sehari gak ketemu sama gue"
Tanya Aleshya pada Chilla sambil menggenggam tangannya."Udah dong tidurnya Chil, cepet bangun"
Lagi-lagi suara Aleshya sambil bergetar menahan isak tangisnya. Namun yang diajak bicara pun tak kunjung bangun juga.Mereka yang ada diruangan itu ikut merasakan kesedihan Aleshya yang notabenenya sahabat Chilla dari kecil sebelum sekolah.
Tiba-tiba saja tangan yang digenggam Aleshya bergerak-gerak.
Dia pun langsung memanggil Bunda Chilla."B-bun Bunda, Chilla tangannya gerak-gerak"
Kata Aleshya tanpa mengalihkan perhatiannya pada Chilla.Semua orang yang mendengarnya pun tak kalah kagetnya dengan Bunda Chilla yang langsung berdiri di samping Chilla.
Mata Chilla perlahan-lahan membuka dengan sedikit kesulitan. Mungkin matanya masih menyesuaikan cahaya lampu yang ada di ruangan tersebut.
"B-bunda"
Lirih Chilla sudah membuka matanya dengan sempurna dan orang yang pertama dia lihat adalah bundanya."Iya sayang bunda disini"
Jawab Bunda Chilla sambih menitikkan air matanya karena terharu akhirnya Chilla sadar.Namun detik kemudian Chilla merasa berada di ruangan asing. Lalu dia menoleh ke kirinya, disana sudah ada Aleshya yang tersenyum menatapnya. Kemudian dia menyapu pandangannya ke seluruh ruangan. Dan yang ia dapat adalah semua anggota keluarga beserta sahabatnya dan Ivan dkk sedang menatapnya dengan tatapan yang tidak bisa Chilla artikan.
Detik kemudian dia sadar bahwa kini ia di rumah sakit.
"Awww.."
Rintih Chilla yang sudah mengingat apa yang terjadi padanya dan seketika dia mencoba untuk bangun. Namun, sedikit sakit kepalanya yang menyebabkan rintihan itu lolos dari mulutnya"Chilla udah gak papa berbaring aja"
Ucap Aleshya yang seakan tahu apa yang dirasakan Chilla.Akhirnya Chilla menurut.
Kemudian dokter yang sudah dipanggil Ivan pun masuk untuk memeriksa keadaan Chilla.Setelah tadi Chilla diperiksa oleh dokter, kini mereka saling mengobrol. Mereka sudah lega mengetahui akhirnya Chilla sudah tersadar dari komanya.
Chilla pun sudah tahu berapa hari dia tertidur disini. Awalnya dia tak percaya bahwa dia sampai tiga hari tidak terbangun.
Namun, cerita dari Bunda dan sahabat Chilla akhirnya mampu membuat Chilla percaya.
Mereka banyak bercerita mengenai siapa saja yang menjenguk Chilla, tak lupa cerita mengenai Ivan yang paling heboh dan banyak meminta maaf pada Chilla waktu dia koma.
Chilla pun hanya menyahutinya dengan deheman atau senyuman saja. Karena jujur saja dia masih merasa lemas bahkan hanya untuk berbicara.Chilla pun sudah memaafkan Ivan yang tadi terus saja meminta maaf padanya. Padahal Chilla sudah bilang bahwa ini semua bukan salahnya justru dia berterima kasih telah menyelamatkannya dan juga Aleshya.
Chilla juga sudah tahu siapa dalang dari kejadian ini. Awalnya dia tidak percaya, namun dia juga tidak terlalu memikirkannya. Karena toh dia sekarang sudah sadar dan InsyaAllah sehat.
○○
Hari ini adalah hari minggu. Hari dimana Chilla sudah diperbolehkan pulang ke rumah setelah kemarin lusa sadar dari komanya. Dokter mengatakan bahwa kondisi Chilla sangat bagus sehingga pemulihannya pun semakin cepat.
"Dek kamu istirahat dulu di kamar, nanti waktu makan siang biar kakak yang panggil atau nanti biar bibi yang bawa makananya kesini"
Kata Kayla kakak Chilla sambil menuntun Chilla menuju kekamarnya."Iya kak biar nanti Chilla aja yang turun"
Kata Chilla yang sudah berada di dalam kamar."Ya udah kalau gitu kakak mau kebawah"
Kata Kayla yang langsung di angguki oleh Chilla, kemudian pintu kamar pun tertutup.Chilla yang melihat kasur kesayangannya pun langsung berlari dan menjatuhkan dirinya di kasur.
"Ya ampun rasanya kek udah gak pernah ketemu ama ini kasur, uh sayang deh"
Author : ada-ada aja sih Chilla, kasur pakek di sayang-sayang wkwkwk
Setelah beberapa menit, Chilla tersadar dan langsung menuju ke kamar mandi untuk menyegarkan badannya.
Kini Chilla sudah duduk di kasur dengan badan yang menyender pada kepala kasur.
Ting..
Ting..
Ting..Kurang lebih seperti itulah suara notif dari gawai Chilla yang tak henti-henti nya berbunyi semenjak dia mengaktifkan datanya. Perlu kalian tahu, selama Chilla ada dirumah sakit dia tidak pernah memegang gawainya.
Setelah membuka aplikasi WhatsApp, dia segera membalas satu persatu pesan dari teman-teman sekolahnya yang entah sudah berapa pesan yang masuk ke gawainya.
Saat membalas pesan dari salah satu temannya, tiba-tiba ada sebuah panggilan masuk. Chilla menyernyitkan dahinya berpikir nomor siapa ini. Akhirnya daripada Chilla penasaran dia segera menggeser tombol hijau tersebut.
"Haloo assalamualaikum,,
Siapa ya ?".
Tanya Chilla."Waalaikumsalam, hai Chilla ini gue Ivan"
"Haa Kak Ivan ??"
Batin Chilla.○○
Hola man teman, see you next chapter yaa :)
Jangan lupa beri vote dan komennya, okeee.
Bye-bye....
-Terimakasih-

KAMU SEDANG MEMBACA
Di Bawah Bayangan Bintang
Genç KurguPilih cinta atau sahabat ??? (Awas Zona Baper !!!) Memeluk sahabat, cinta, dan mimpi. Dari situlah pasti kebahagiaan akan selalu mengiringi dalam setiap perjalanan hidupmu. Begitupun dengan Chilla dia ingin selalu dapat memeluk ketiganya. Tapi apa b...