Hinata kaget saat sampai dirumah Hiashi telah menunggu di depan pintu utama dengan berkacak pinggang.
Apa Dad tau?
Batin Hinata.
"Dari caffe?"
Hinata hanya mengangguk dan Taka menundukkan kepala diam tak menjawab.
"Baguslah kalian pulang tepat waktu, aku kira kalian tak akan pulang."
"Maaf Dad, aku yang salah. Dan jangan hukum Taka, karena akulah yang memaksanya."
"Tidurlah Hinata. Dan untuk kalian terimakasih karena telah melaksanakan tugas dengan benar." Hiashi masuk kedalam rumah setelah berucap terimakasih pada orang suruhannya.
Hiashi memang sengaja memata-matai Hinata, karena sebulan yang lalu ada seorang karyawannya yang melapor melihat Hinata mengikuti balap mobil. Dan minggu lalupun orang suruhannya juga melihatnya. Setelah ditelusuri ternyata penyebab Hinata mengikuti lomba tersebut adalah dia mengikuti tantangan teman-temannya dan tak mau dikatai sebagai penakut. Hiashi tak habis pikir, hanya karena alasan seperti itu Hinata mau mengikuti balap mobil, padahal menyetir saja dia masih amatir. Bagaimana kalau terjadi sesuatu, apa gadis itu tidak berpikir sampai kesitu. Hiashi terkadang juga bingung menghadapi tingkah Hinata, gadis itu memang tidak nakal tapi terkadang sedikit susah diatur dan bandel. Hiashi tak mau putrinya salah bergaul, meskipun Hinata dibebaskan tapi sebenarnya Hiashi masih terus mengawasi putrinya.
Hinata hanya diam saat melihat punggung Hiashi menghilang. Dia merasa bersalah telah membohongi Hiashi. Karena senakal-nakalnya Hinata dia tak pernah berbohong.
"Maafkan aku Taka."
"Tak apa Nona. Saya juga bersalah harusnya saya menolak dan mengajak nona pulang." Taka menunduk.
"Sudahlah. Kalian berdua sama-sama bersalah, kau kembalilah ke belakang Taka. Dan untukmu Nona, segeralah masuk." Ayame memerintah mereka berdua dan menutup pintu setelah Hinata masuk.
Hinata bergegas menuju kamarnya membersihkan diri dan tidur.
_______________________________
"Pagi Dad. Aku minta maaf soal semalam aku tau aku salah. Aku mohon maafkan aku dan jangan diamkan aku." Hinata merengek karena sedari tadi Hiashi hanya terdiam.
Hiashi menghela nafas.
"Kenapa kau harus bohong Hinata? Apa Dad mengajarkanmu untuk berbohong?"
Hinata menggelengkan kepalanya.
"Dad tak mau kau kenapa-kenapa Hinata, kau pikir Dad tak tau apa yang kau lakukan minggu lalu?" Hiashi melirik kearah Hinata yang hanya diam saja.
Hiashi kembali menghela nafas.
"Jangan buat Dad khawatir Hinata. Makanlah sarapanmu dan segeralah berangkat. Dan ingat kau tak boleh menggunakan mobilmu sendiri sampai batas waktu yang Dad inginkan." tegas Hiashi.
"Baiklah Dad, terimakasih dan kumohon jangan hukun Taka, karena aku yang memaksanya Dad. Dan satu lagi........ aku mengijinkanmu menikah lagi Dad."
Hiashi tersenyum dan memeluk Hinata.
"Terimakasih putriku sayang."
"Sama sama Dad, jadi bisakah tolong lepaskan aku?"
"Baiklah. Dan malam ini ikutlah makan malam dengan Dad dan keluarga bibi Mikoto. Dad mohon luangkan waktumu untuk malam ini."
"Baiklah Dad, apapun itu untuk Daddy-ku tersayang. Tapi aku sekarang harus ke kampus Dad, karena sebentar lagi aku akan terlambat."
"Berhati hatilah nak."
"Oke Dad, bye." Hinata mengecup pipi Hiashi.
_______________________________
Malam pun tiba dengan cepatnya. Hiashi telah siap diruang keluarga menunggu sang putri cantiknya turun.
Hiashi terkesima melihat penampilan Hinata, dia teringat akan mendiang istrinya yang memang sangat mirip dengan Hinata. Dia tersenyum lembut dan mengulurkan tangan pada Hinata.
"Kenapa putriku ini sangat cantik malam ini."
"Terimakasih Dad, kita kan akan bertemu dengan orang spesialmu. Maka aku juga harus berpenampilan spesial pula. Apa kau tau ini salah satu rancangan Mom, dan aku hanya memakainya dihari penting saja."
Hiashi melihat sedikit kesedihan diraut muka Hinata. Dan mengelus lembut tangan Hinata.
"Terimakasih hime. Jika kamu terpaksa Dad bisa membatalkan pernikah ini." Hiashi mengelus lengan Hinata lalu memeluknya.
"Tidak Dad, aku sangat bahagia karena Dad akhirnya kembali jatuh cinta. Berbahagialah Dad." Hinata meyakinkan Hiashi dan membalas pelukannya. Hiashi tersenyum, dia sangat berterimakasih kepada Hikari karena telah melahirkan putri mereka yang cantik dan juga baik hati ini.
______________________________
Mereka telah sampai ditempat tujuan. Yaitu restoran mewah yang berada dipusat kota Konoha.
Namun Hinata berpamitan ke toilet sebelum menemui calon keluarga barunya.
Hiashi tersenyum melihat Mikoto dan kedua anaknya.
"Duduklah sayang, dan dimana Hinata-chan?" tanya Mikoto dan menarik kursi untuk Hiashi.
"Dia sedang kekamar mandi. Mungkin sebentar lagi dia sampai Mikoto." Hiashi tersenyum kepada kedua anak Mikoto lalu duduk dikursinya.
"Syukurlah jika dia mau menemuiku sayang." Mikoto mengelus lengan Hiashi dan tersenyum.
"Tentu saja, dia sangat bahagia aku akan menikah lagi." Mikoto merona mendengar perkataan Hiashi.
"Dad." Hinata memanggil Hiashi dan tersenyum kepada Mikoto.
"Kemarilah Hinata."
"Maaf saya sedikit terlambat bibi." Hinata membungkuk hormat.
"Tak apa Hinata-chan." Mikoto tersenyum dan mempersilahkan Hinata duduk.
Hinata tertegun beberapa detik saat matanya melihat sosok lelaki tampan di depannya, dia bahkan tak berkedip.
Siapa dia? Apakah dewa Yunani? Tapi ini kan Konoha. Atau malaikat? Tapi dia tak bersayap. Lalu siapa dia?
Batin Hinata penasaran.
Hinata tersadar saat Hiashi memegang tangannya.
"Berkenalanlah dengan kakakmu Hinata."
Hinata tersenyum dan menjabat tangan pemuda itu.
"Hyuga Hinata."
"Uchiha Sasuke."
_______________________________
Akhirnya mereka berdua ketemu... Huhuhu happy reading yah temen-temen.
KAMU SEDANG MEMBACA
Trick
Fiksi PenggemarBerubahnya hidup damai seorang Hyuga Hinata akibat tipuan Uchiha. Sasuhina story. Rated : M Jadilah pembaca yang bijak
