Sudah 3 hari semenjak kepulangan ku dari rumah sakit dan aku masih belum melakukan aktivitas normal ku, aku hanya di rumah saja melakukan kegiatan monoton.
Sebenarnya ku sangat bosan, aku ingin beraktivitas normal, melanjutkan aktivitas kuliah ku dan lainnya. Tapi, aku masih belum siap.
Alasannya adalah...
Gavin.
Aku menoleh ke arah jam, saat ini pukul 11.00 WIB. Bibi Eli pasti masih di toko nya, aku sangat bosan.
Aku memiliki teman di kampus, hanya saja pasti mereka banyak tanya tentang masalah ku dengan Gavin. Dan aku sangat tidak ingin membahasnya terlebih mengingatnya.
Aku membuka semua aplikasi di hp ku, lalu aku terpikir untuk pergi ke cafe favorit ku. Ya.. walaupun selalu bersama Gavin saat kesana, tapi jauh sebelum bersama Gavin aku sudah menjadi pelanggan disana.
Baiklah, aku akan bersiap. Dan juga mempersiapkan diri ku untuk keluar rumah lagi, semoga aku bisa.
Cukup lama untuk aku bersiap-siap hingga saat ini sudah pukul 13.30
Maklum saja, aku butuh banyak persiapan.
Oke, aku sudah siap. Saat nya berangkat dan memesan taksi online pasti nya. Karena dalam waktu yang cukup lama aku akan seperti ini, mandiri.
Outfit ku hari ini, ripped jeans, kaos hitam panjang dan sneakers adidas. Simple, tapi aku suka. Setidaknya selera berpakaian ku tidak buruk.
Taksi online ku sudah sampai, saat nya hal baru dimulai. Aku akan mencoba nya, perlahan, aku mencobanya tanpa Gavin. Oke i'm ready..
1 jam kemudian
Yap, disinilah aku. di Soul Cafe. Cafe favorit ku sejak lama.
Suasana nya masih sama, nyaman. Bahkan sekarang jauh lebih nyaman karena banyak buku dan alat musik. Aku sangat menyukai nya.
Seperti biasa aku langsung duduk dan memesan menu favorit ku, ice cream cake dan lyce tea. Aku sedikit teringat dengan Gavin sekarang.
Menu favorit kami sama, hanya saja Gavin pasti memesan kopi juga. Aku mengingatnya, Bodoh!!
Beruntungnya aku, pesanan ku datang cepat, sehingga aku fokus makan dan lupa akan Gavin.
Saat aku sedang menikmati makanan ku, sudut mata ku melihat seseorang yang memperhatikan ku. Kemudian aku agak sedikit melirik
Seperti tidak asing, aku berpikir cukup lama. Sampai aku teringat, itu adalah laki laki yang selalu ada saat aku di Cafe ini. Lebih spesifik nya sejak 1 tahun terakhir.
Siapa dia?
Penjahat?
Antek-antek nya Gavin?
Penggemar ku? Ah tidak mungkin, aku siapa. Bodoh!
Atau...
Hhmm.. aku penasaran, aku harus mencari tahu siapa dia.
Tiba-tiba ide kecil terlintas, aku akan berjalan ke arah meja nya. Karena searah dengan arah toilet, aku beruntung.
Saat aku melewati meja nya, mata ku sudah menjelajah sebagian meja nya. Penuh kertas, coretan, sketsa dan buku. Sayangnya aku tidak bisa melihat isi kertas nya, karena dia ada disitu.
Baiklah, aku akan memutuskan untuk berdiam cukup lama di toilet.
15 menit berlalu, ku rasa cukup untuk kembali ke meja itu.
Berjalan mengendap sambil memantau, Yasshh i'm lucky. Meja itu di tinggalkan pemiliknya, waktu ku untuk mencari tahu.
Aku menghampiri meja itu, aku memegang kertas-kertas di meja itu. Betapa terkejut nya aku, dia pandai merangkai kalimat, menciptakan puisi dan syair. Wah.. aku membaca nya, ada salah satu syair yang aku suka.

KAMU SEDANG MEMBACA
The Way to Meet You
RomanceSemua sama, selalu manis dan berakhir dengan pahit. Aku benci semua hal, aku takut akan masa depan ku. Tapi tidak. Nyata nya semua nihil saat aku bertemu dengannya. Dulu memang sebelum bertemu dengannya, hari-hari ku sangat sempurna bahkan kalimat...