[ Final Chapter ]
January 11th, 2011
Law turun dari panggung wisudanya setelah memberikan pidato singkat tanpa senyum dan menerima ijazah kelulusannya. Ia menghindari euforia anak-anak lain yang juga diwisuda hari itu, ia yang termuda di antara mereka tentu saja, dan mencari Luffy di antara kerumunan. Law memandang berkeliling dan melepas topi yang menghalangi pandangannya. Ia tak menemukan sosok yang dicari-carinya dalam ruangan.
Ia bergegas keluar sembari melepas toga yang dikenakannya karena membuatnya susah bergerak cepat, tak mempedulikan tatapan aneh orang-orang karena ia dengan percaya diri melepas toga di tengah jalan. Ia masih tak menemukan Luffy di sekitar situ. Maka ia berlari ke tempat parkir dimana ia memarkir mobilnya, berharap Luffy sedang menunggu di sana. Tapi ternyata tak ada siapapun di sana. Mobilnya kosong.
Law berdiri di samping mobilnya, mengatur napasnya yang sedikit terengah. Dimana sebenarnya Luffy?
Law mengerling jok depan mobilnya dan melihat ada amplop coklat besar tergeletak di sana. Law langsung mengenali amplop itu. Amplop yang berisi berkas perceraian mereka berdua. Ia membuka pintu mobilnya dengan terburu-buru, melemparkan toga, ijazah dan topinya ke jok belakang, lalu mengambil amplop itu. Law membukanya dengan sangat cepat, mengecek sesuatu. Dan ia berhenti di lembar dimana Luffy seharusnya membubuhkan tanda tangannya sebagai persetujuan. Seharusnya Law sudah menduganya, tapi hatinya tetap terasa mencelos ketika melihat tanda tangan Luffy benar-benar tergores di sana. Ia kembali memasukkan kertas-kertas itu ke dalam amplop dan melemparkannya ke jok belakang bersama perlengkapan wisudanya. Law memandang berkeliling tempat parkir.
Luffy pasti belum jauh. Ia masih melihatnya sewaktu ia mengakhiri pidatonya tadi. Masa Si Bodoh itu tega meninggalkannya bahkan tanpa mengucapkan kata perpisahan?
Law mengunci mobilnya lagi dan kembali melanjutkan pencariannya. Ia benar-benar mengelilingi JSA yang sangat luas itu, memicingkan matanya ke segala arah, mencari-cari sosok Luffy. Ia sudah hampir putus asa ketika dilihatnya seorang pemuda dengan kemeja merah mencolok, yang menjinjing tas olahraga berukuran sedang, berjalan melintasi taman depan JSA ke arah pintu gerbang. Tak salah lagi, itu Luffy.
Tanpa pikir panjang, Law langsung berlari ke arah sosok itu, tidak menggubris sekawanan burung dara, yang sedang mematuk-matuk rerumputan untuk mencari cacing, terbang ketakutan karena derap langkahnya. Law berhasil menyusul Luffy tepat pada waktunya, sebelum ia keluar dari JSA.
"Luffy-ya..." engah Law, berhenti tepat di depan Luffy.
Luffy yang kaget karena Law tiba-tiba muncul di depannya berhenti melangkah. "Torao? Ngapain kau di sini?" tanyanya heran. Seharusnya Law tidak berada di sini. Seharusnya setelah pidato tadi, Law akan langsung pulang ke apartemennya, tidak menghiraukan Luffy lagi. Luffy memang tidak berniat mengucapkan selamat tinggal.
"Kau tahu aku akan berangkat ke Australia besok pagi," kata Law ketika napasnya sudah kembali normal. "Dan kau sama sekali tidak ingin mengucapkan selamat jalan atau apa?" sindirnya.
Luffy tertawa kikuk, membetulkan letak tas olahraganya yang disandang di bahunya. Memang hanya itu barang bawaannya. Propertinya yang lain sudah berada di apartemen barunya, di tempat yang tidak Law ketahui, sejak minggu lalu. "Kurasa kau tidak ada waktu untuk mendengar ucapan selamat jalan dariku. Kau kan harus packing dan lain sebagainya, Torao."
"Berhenti bicara," sergah Law kasar. "Omong kosong, Luffy-ya."
Dan Luffy tak lagi menyamarkan sorot sedih di matanya dengan cengirannya yang dibuat-buat. Mereka sudah melewati tahap untuk tidak saling menyembunyikan perasaan lagi. Mereka sudah tahu isi hati satu sama lain. "Kau tak mungkin menyusulku ke sini hanya untuk mendengar ucapan selamat tinggal dariku kan?" tanya Luffy.
KAMU SEDANG MEMBACA
After Kiss Goodbye (REMAKE)
Fanfiction[ LawLu ] A simple kiss to make this story ends. After kiss, Goodbye.
