Seperti biasa Shalsa memulai paginya dengan sarapan sebelum berangkat sekolah, karena terburu buru, ia tidak menghabiskan sarapannya. Ia sekolah di SMA Fatimah Azzahrah.
"Ma, Shalsa berangkat sekolah dulu ya, Assalamualaikum " Ucap Shalsa dari pintu.
"Iya nak, hati-hati dijalan, Waalaikumsalam." Sahut Mama Shalsa didapur
"Kebiasaan banget tuh anak berangkat tanpa salim dulu" Dumel Mama Shalsa.
- Sekolah
"Untung saja, tidak telat." Batin Shalsa.
Shalsa pun menuju kelas dengan nafas yang tidak aturan karena ia lari. Setelah Shalsa duduk beberapa menit, bel sholat dhuha pun berbunyi.
"Shal?" panggil Elnaya.
Elnaya ialah sahabat dekatnya Shalsa di sskolah.
"Ya, kenapa Nay?" sahut Shalsa.
"Ga usah sholat dhuha ya Shal mager aku." Ajak Elnaya.
"Iya nay, aku juga mager bosen lah setiap hari sholat dhuha mulu." Jawab Shalsa.
"Oke Shal,sip deh" Kata Elnaya
"Eh, kalau kita dicariin gimana dong, kan kita selalu diabsen?" Tanya Shalsa.
"Bilang aja kita lagi halangan Shal kan beres". Jawab Elnaya.
"Okey". Jawab Shalsa.
Teman teman yang lain pun melaksanakan sholat dhuha seperti biasa, hanya mereka berdua yang tidak sholat dhuha dan mereka diam dikelas. Setelah yang lain selesai sholat mereka kembali ke kelas.
"Hey Nay, Shal kamu kok gk sholat dhuha?." Tanya Alizah.
"Aku Halangan" Jawab mereka berdua bersamaan.
"Oh, Yasudah" Jawab Alizah.
"Assalamualaikum" Salam dari salah satu ustadz yang mengajar disitu yaitu ustadz Achmad.
"Waalaikumsalam" Jawab dari para siswi dikelas itu.
"Sekarang baca bab fiqih yang tentang sholat" Ucap Ustadz Achmad.
Semua siswi membaca bersama-sama. Pelajaran pun berlangsung selama 2 jam. Ketika ustadz menerangkan tiba-tiba Suara bel ishoma pun terdengar.
"Yaudah sampai disini pembelajaran fiqih untuk hari ini, jangan lupa PR nya dikerjakan, Assalamualaikum." Ucap Ustadz Achmad.
"Iya Ustadz, Waalaikumsalam." Jawab semua siswi.
Kemudian ustadz dan para siswi keluar dari kelas dan menuju musholah untuk melaksanakan sholat dhuhur.
Disisi lain Shalsa dan Elnaya pun tidak bisa mengikuti sholat dzuhur, mereka langsung ke kantin sebab mereka tadi beralasan halangan, padahal mereka tidak sedang halangan.
"Eh Nay, Kamu mau pesen apa?" Tanya Shalsa yang didepan warung salah satu yang ada dikantin.
"Aku soto sama es teh aja deh Shal." Pinta Elnaya.
"Bu, pesen soto 1, nasgornya 1 sama es teh 2 yah?" Pinta Shalsa kepada Ibu kantin.
"Iya Neng Shalsa" Jawab ibu kantin.
Kemudian shalsa berjalan menuju tempat makan dan duduk didepan Elnaya.
"Nay, Gimana dong kita masa' gak sholat dzuhur Nay?" Tanya Shalsa.
"Lah gimana lagi Shal, kan kita tadi udah bilang halangan, masa' iya kita sholat dzuhur nanti kan teman-teman pada curiga dan kita bakal diaduhin ke guru lah Shal." Jawab Elnaya.
"Iya juga sih, bener katamu Nay"Jawab Shalsa.
Makanan mereka pun datang.
"Ini neng Shalsa pesenannya" Kata ibu kantin.
"Iya bu, Makasih" Jawab Shalsa.
Mereka berdua pun menyantap makan siang lalu mereka berbincang bincang dengan teman-teman yang lain. Tak terasa berbincang yang cukup lama, bel masuk berbunyi. Mereka semua kembali ke kelas.
Bu Eka pun datang ke kelas dan memberi salam kepada para siswi-siswi, tanpa diduga ternyata ada ulangan Matematika mendadak.
"Murid-murid hari ini kita ulangan harian matematika bab tentang Geometri ya?" Kata Bu Eka.
Semua pun pada kaget. Kecuali Shalsa, karena shalsa adalah murid yang paling pintar matematika dikelas.
"Shal, gue nyontek ya?" Tanya Elnaya.
"Yaelah lo ma suka nyontek mulu kalau mat" Jawab Shalsa.
"Lo kan pinter Shalsa" Jawab Elnaya.
"Alah sok muji lo" Jawab Shalsa.
Ya emang walapun kata teman-temannya Shalsa pintar matematika, dia tidak pernah merasa kalau dia pintar.
Ujian pun berlangsung, beberapa jam kemudian bel pun berbunyi.
"Aduh, gimana ni mat gue belum kelar udah bel aja" batin Elnaya.
"Yaudah bel udah bunyi silahkan kumpulkan kertasnya didepan." Ucap Bu Eka.
Setalah pelajaran matematika selesai, Sekarang waktunya ekskul. Ekskul yang di ikuti Shalsa yaitu Tahfidz Quran karena itu lah kemauan Mama Shalsa dan itu alasan salah satunya Shalsa sekolah disitu.
Tapi pun Shalsa sangat terpaksa melakukan itu dan bahkan sebenarnya Shalsa tidak nyaman sekolah disitu.
Sudah berbagai cara Shalsa mencari alasan tapi mamanya pun tetap kokoh dengan keinginannya.
#Bersambung..
#Maaf Kalau Ada Typo.😅
KAMU SEDANG MEMBACA
Move On
Fiksi PenggemarMOVE ON bukan hanya tentang mantan kekasih ataupun tentang perasaan hati. Berpindah menjadi diri yang lebih baik pun itu juga MOVE ON. MOVE ON dari sesuatu perkara yang buruk
