Langkah difa terhenti saat hendak masuk ke dalam kelas dirinya tak sengaja melihat sosok lelaki yang sudah tak asing untuk nya.
"Kak aran, " Gumamnya. Ia minggir sedikit sebab ada yang ingin masuk ke kelas, gadis itu memicingkan matanya.
Kak aran sama siapa?, batin difa.
Seorang gadis bertubuh tinggi, body goals dan cantik sedang berjalan dengan aran, gadis itu nampak manja buktinya ia Menempel di lengan kekar aran walaupun sedang berjalan, seperti tokek saja, susah dilepas.
Langkah aran dan gadis disampingnya, Felicia.Membawa mereka mendekat pada difa, bahkan saat ini sudah ada dihadapan difa.
Difa kikuk saat mata aran menatap nya, gadis itu berbalik kemudian buru buru masuk kelas. Diam diam aran mengulum senyum.
"Ngapain senyum sayang? " Tanya Felicia manja.
"Serah gue, " Sewot aran sesekali menarik tangannya agar Felicia berhenti gelendotan disana.
"Fel, lepasin..., " Pinta aran mulai kesal.
Felicia tak menjawab ia sengaja membuat adik kelasnya iri dengan kemesraan mereka.
"lo kayak tokek, gelendotan mulu nggak tau dilingkungan sekolah, " Omel aran kemudian ia menarik kuat tangannya hingga Felicia terlepas, aran meninggalkan gadis itu.
Felicia mencak mencak tak Terima disana. "Aran tungguin sayang, " Katanya.
***
"Dek, mau sama kk ke kantin nya? "Tanya kevin ia menjemput adiknya dikelas ketika waktu istirahat.
Difa menggeleng. "Ak punya temen kak, Tasya dan Vina, " Ujar nya senang.
Dua gadis disampingnya itu hanya tersenyum manis kepada kevin, lelaki Yang berparas Tampan itu mengangguk kemudian berjalan keluar kelas.
"Beneran itu kakak elo dif? " Seru winda yang baru saja ingin ke kantin.
"Iya."
Setelah menjawab itu, difa dan kedua teman nya Pergi ke kantin, perkenalan kemarin membuat mereka memutuskan untuk menjadi teman.
"Rame banget, " Gumam vina saat melihat kantin dari jarak yang cukup jauh.
"Kalo nggak mau rame, kita ke kuburan aja deh, " Ledek Tasya.
Lana dan difa tertawa
"Yaudah ayuk ntar makin rame, " Ajak vina di sisa tawanya.
Mereka bertiga mencari cari tempat yang kosong, ketemu lah mereka dengan meja dipojok kantin. Lana dan tasya mengambil tempat untuk mereka makan sedangkan difa memesan makanan.
"Mie ayam 3,terus minum nya apa? "
"Es teh kalo gue mah, " Jawah vina.
"Samain aja, "kata Tasya sambil mengambil membersihan sendok dan garpu untuk difa.
Difa mengangguk kemudian berjalan menuju stand penjual mie ayam.
"Kang, mie ayam 3 sama Es teh 3," Ujar Difa kepada penjual Mie ayam itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Atharies
Teen Fiction"bego banget sih jadi orang, mata lo kemana hah? sampai Nabrak orang kek gini,"Bentak seorang pemuda sambil menatap gadis yang tengah tertunduk itu. " m-maaf."gadis itu mendongak, menatap wajah pemuda itu, air matanya mengalir begitu saja. gadis in...
