Pete
Matahari pagi mulai menyinari kamar pete .dan memebuatnya mengeliat sedikit .
Hangat dan nyamanya pelukan ae membuatnya betah dan tak ngin cepat cepat bangun dari mimpi indahnya .namun kenyataan yang ia tahu semalam membuatnya begitu cepat membuka matanya dan menerawang jauh .
Dengan ae yang masih memeluknya pete memikirkan bagaimana ia bersikap saat nanti bertemu kakak kandungnya juga ibu kandungnya .dan bagaimana dengan adiknya .lalu bagaimana dengan ibu yang selama ini ia anggap sebagai ibunya .
Semua pemikiran itu membuatnya sakit kelapa dan membuatnya ingin berteriak namun sadar ia baru saja mendapatkan suaranya setelah sekian lama bungkam pada ae dan juga adiknya saat itu .
Pikiraan pete terganggu dengan gerakan ae yang mengeratkan pelukannya pada pete dan membuat pete kaget dibuatnya .
Memandang wajah ae yang sangat tampan dimata pete membuat suhu tubuh pete terasa panas .bahkan rona merah tak henti hentinya absen dari pipinya ..
Debaran jantung yang tak menentu sesaat mengalihkan semua hal yang ada dipikirannya .
Ini pertama kalinya pete tidur dengan seseorang .apalagi seseorang itu adalah seorang pria yang beberapa hari yang lalu menyatakan rasa sukanya kepada dirinya dan merebut ciuman pertma nya itu.
Alhasil pete salah tingkah ia ingin melepaskan pekukan ae namun sia sia itu terlalu kuat di pinggangnya ..
"Selamat pagi"
Sapa ae yang terbangun karna gerakan pete yang mencoba melepaskan tangan ae dari pinggang pete .
"Pagi phii"pete
"Apa tidur mu nyenyak selamat .karna terus terah ini adalah tidurku yang paling nyenyak selama hidupku "
Mendengar halal itu .seketika jantung pete berdebar semkin kencang dan secara reflek dia memegang dadanya
Ae yang melihat hal itu sangat panik melihat dan merasakan tubuh pete menghangat dan rona merah di pipinya
"Pete kau kenapa ada yang sakit hmmm"ae
"Phii kenapa pagi ini sangat panas dan dadaku sangat sesak "pete
Mendengar hal itu ae panik
"Tunggu sebentar phi akan pangilkan dokter untuk memeriksamu ya "
Saat ae ingin beranjak dari ranjang pete menahan tangan ae .ia tak ingin ae meninggalkannya begitu saja
"Phi... tetaplah disini dulu aku tak ingin phi pergi temani aku"pete
Melihat pete yang sangat menggoda pagi pagi seperti ini membuat ae menelan ludahnya sngat kasar .
Ia merusaha menahan hasratnya untuk memeluk pete dan ingin sekali melumat bibir pete yang berwana merah chery yang menggoda itu
"Pete ....aku mohon jangan seperri ini aku tak tahan melihat mu "ae
Mendengar hal itu pete seketika melepas kan tangannya karna merasa pete sngat aneh dengan menahan ae an mendengar ae mengatakan seperti itu
"Apa phi tak suka pete bersama phi disini dan menemani pete disini .apa pete terlalu merepotkan "
Mendengar hal itu ae dengan atau tanpa logikanya langsung mencuri ciuman dari bibir pete .hanya kecupan ringan dan dibalas dengan raut wajah yang mengejutkan dari pete .dia sama sekali tak mengatakan apa apa .meresa pete tak merespon ae langsung menciumnya lagi dan melumat bibir pete dengan lembut .mulanya pete tak membalas ciuman ae namun semakin lama pete merespond apa yang ae lakukan dan ae menggigit bibir pete sedikit agar ae dapat masuk kedalam mulutnya dan ciuman tersebut membuat pete meremas baju ae dengan sangat kuat .
Lumatan lumatan yang awatnya biasa saja menjadi sangat buas dan menuntut .
Pete awalnya menyukainya namun lambat laun ia seperti kehabisan udara .ia berusaha untuk menyadarkan ae dengan cara memukul mukul dadanya namun ae malah semakin menerobos bibirnya dan pete merasa bibirnya sudah mati rasa dibuat nya
"Ini nikmat tapi aku sudah tak tahan lagi siapa pun tolong aku " jerit pete dalam hatinya .
Selang beberapa menit
Plaaak
"Ai ae kau ingin membunuh adikku haaaaaa"
Ae menghentikan ciumannya pada pete karna da yang memukul keplanya dan menoleh mencari tahu siapa yang berani memukul nya
KAMU SEDANG MEMBACA
Tak bertepi
RandomApa yang bisa diharapkan anak yang tak pernah dinginkan baik ibunya atau pun ayah nya .apa lagi setelah ibunya menikah lagi semua menjadi mimpi buruk bagi seorang pete karna penderitaan yang dia alami akan mempengaruhi hidupnya kelak keberuntungan...
