Pertemuan dan hukuman 2

965 81 6
                                        

CHOMPO

Hari ini adalah hari pembalasan ku kepada kedua orang tuaku yang sudah aku susun rapi bersama p'ae .aku harusnya berterimakasih kepadanya karna tanpa bantuan p'ae  semuanya takmungkin terlaksana karna kekuasaanku  tak sebanding dengan kekuasaan yang dimiliki oleh p' ae.kadang aku sangat benci pada diriku yang lemah ini aku yang selama ini hanya bisa mendampingi kakak ku tanpa aku bisa berbuat apa apa .ini adalah saatnya .

meski aku harus dianggap kejam atau  anak durhaka ,aku tak peduli yang aku pedulikan hanya kebebasan kakak ku yang sudah dapat terlaksana ketika orang tua ku sudah kehilangan semuanya .dan dengan ini aku bisa memaafkan diriku sendiri dan dengan bangga aku akan bisa menatap mata kakakku yang penuh kasih itu 

Polisi datang sesuai dengan laporan yang aku buat dengan semua bukti bukti yang aku ajukan .hasil fisum dan beberapa vidio yang selama ini aku simpan aku ajukan kepada pihak kepolisian sebagai bukti  yang paling kuat .

"ATAS TUDUHAN PENGANIYAYAAN TERHADAP P'PETE"

suaraku mengema ketika ibuku bertanya tentang apa kesalahannya kepada polisi 

"chooo apa yang kau katan sayang aku ibu mu " ibu

"maaf ibu aku sudah pernah bilang aku tak akan tinggal diam jika ibu melakukannya lagi kan????.........." bentak ku 

"choo cepat cabut tuntutan mu itu atau kau ingin menjadi anak durhaka yang melawan orang tua mu sendiri "  ayah ku yang sedari tadi diam akhirnya membuka suaranya dan dengan wajah yang memerah menatapku dengan garang 

"maaf ayah aku harus merasakan apa yang selam ini p'pete rasakan karna kalian berdua " chompo

PLAAAAAKKKKKK

sebuah tamparan mengenai pipi 

"kaaaaaau jangan berani beraninya kau memmbantah ayah mu choooo "ibu 

"ayah............ ayaaaahhhh ibu bilang "chompo 

"benar dia ayah mu "

"heeeeeeeeemmm maaf ibu ayah ku sudah mati "

PLAAAAAAAK 

tampara kedua dipipi ku 

"jangan mengira aku tak tahu ibu ................apa yang ibu sembunyikan aku tahu semuanya "

mendengar aku berkata seperti itu ibuku dan ayah saling  menatap dengan heran bercampur rasa was was 

"kalian fikir akuanak usia 6 tahun yang bisa kalian perdayai seperti dulu kalian menggap aku anak yang penurut seperti dahulu , tidak ibu akku sudah besar aku tahu mana yang salah dan mana yang benar dan kebenaran itu memang pait bu tp aku bisa mengatasinya "

setelah apa yang aku katakan akumelihat air mata mengalir diwajah ibu  

"maaf permisi kami akan menjalankan tugas kami jika masih banyak yangkalian ingin katakan silahkan lanjut kan dikantor polisi " 

menendengar hal itu aku mempersilahkan kepda polisi untuk membawa ibuku dan ayah ku pergi 

setelah ayah dan ibuku ditangkap pihak kepolisian  entah apa yang terjadi pdaku dadaku sangat sesak dan sangat sakit air mataku tak henti hentinya menangis menatap kekosongan di ruang tamu itu .beberapa kali aku menjeritkan semua isi hatiku  tangisan ku terus menjadi hingga kurasakan hangat nya tangan seseorang memeluk ku dengan lembut 

"p'........... trumps "

"hai  ......"

 melihat orang yang sudah meluluhkan hatiku itu tngisanku semakin menjadi aku mengais sejadi jadinyaa dan dia hanya  diam dan membuat ku nyaman di pelukakannya ......







Tak bertepiTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang