Please do not copy the story.
Disaat mata pelajaran IPA seluruh murid kelas 10 A di tugaskan untuk mempesentasikan salah satu ilmuwan jenius atau yang paling terkenal di dunia. Lalu, kelompok Aisyah pun beranjak ke perpustakaan untuk mencari bu...
Lalu, Aisyah pun terdiam dan ia mengagalkannya untuk menjahili ilham. Karena ia merasa kasihan bila sahabat cowoknya di jahilin.
" Eh ngak ah ngak jadi " ucap Aisyah
" Kenapa? " tanya ilham
" Ngak apa-apa kok " jawab Aisyah
" Yasudah. Aku juga sudah tau kok perasaanmu. Pasti kamu ngak mau aku tersinggung ya" ucap ilham
" Lah, kok kamu tau sih. Ya-iya sih aku juga ngak mau kamu marah kalo dijailin" ucap Aisyah
" Yasudah. Bersyukur lah kalo kamu tau perasaan ku " ucap ilham
" perasaan apa? " tanya Aisyah dengan heran
Ilham dan Aisyah tiba-tiba memberhentikan perjalanannya. Sedangkan Anisa terus berjalan dan meninggalkan Aisyah dan ilham.
" Eh, ngak-ngak aku ngak ada perasaan apa-apa kok sama orang " ucap ilham dengan ragu
" Why? Kenapa? " tanya Aisyah
" Ngak ini cuma salah paham aja" ucap ilham
" Dia kenapa sih? Aku aneh sama sikap ilham. Dia amat berbeda dari yang sebelumnya. Apa dia punya perasaan sama orang ya? " ucap Aisyah didalam hati
" Huh, untungnya dia ngak tau bahwa aku sedang mencintainya sejak awal pembelajaran tadi" ucap ilham didalam hati
" Ya sudahlah. Tapi Anisa dimana ya? Kok dia tiba-tiba ngilang sih? " tanya Aisyah
" Iya-ya perasaan tadi dia jalannya bareng sama kita deh tapi kok ngak ada ya? ...Apa jangan-jangan..." ucap ilham dengan takut
" Heeh! Jangan berpikir negatif kayak gitu dong. Manamungkin aja Anisa menghilang dengan sendirinya. Paling dia pergi duluan kali " ucap Aisyah
" Hmmm, betul juga tuh" ucap ilham
Lalu Aisyah dan ilham pun melanjutkan perjalanannya lagi.
" Aisyah kasih tau dong. Sebenarnya siapa sih sahabatmu itu? " tanya ilham
" Eh, iya aku lupa maaf ya. Dia Fadillah yang diwaktu MPLS nya kelas 10 C sekelas sama aku " ucap Aisyah
" Oh, Fadillah. Aku kan temannya Fadillah yang diwaktu awal MPLS aku menunggu di gerbang sekolah. Ya karena ia belum tau lokasi kelasnya. Jadi aku menunggunya sampai ia datang " ucap ilham
" Ka---kamu kenal Fadillah. Kalo begitu ayo kasih tau dong sekarang dia dikelas mana?" ucap Aisyah dengan senang
" Ya aku kenal Fadillah. tapi kalo itu aku kurang tau. Soalnya aku udah jarang ketemu sama Fadillah lagi. Maaf ya" ucap ilham
Aisyah yang tadinya senang jadi kembali sedih lagi.
" Yasudah, kalo kamu ketemu tolong kasih tau aku ya" ucap Aisyah dengan sedih
" Iya aku pasti akan beritahu kok. jangan khawatir kan ada aku. Kamu jangan bersedih diri dong kamu harus kuat nanti juga kamu bakal ketemu" ucap ilham
Tiba-tiba saja Aisyah memeluknya dengan erat.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
" Iya, trimakasih banget. Kamu adalah sahabat terbaik ku yang pernah ada " ucap Aisyah sambil menangis
Ilham terkejut karena Aisyah memeluknya dengan tiba-tiba dan sambil menangis
" I---iya. Tapi kamu jangan nangis dong. Kamu harus kuat diri" ucap ilham sambil mengelap air mata Aisyah
Lalu, Aisyah pun memberhentikan tangisannya itu dan melepaskan pelukannya.
" Iya, aku pasti kuat kok..." ucap Aisyah dengan tersenyum manis
" Nah gitu dong. Yasudah aku pulang duluan ya soalnya aku rumahnya di gang itu" ucap ilham sambil menunjukkan kearah gang rumahnya
" Ya, hati-hati dijalan ya" ucap Aisyah dengan lembut
" Ya" ucap ilham sambil berjalan ke rumahnya
Lalu, ilham dan Aisyah pun pulang kerumahnya masing-masing.