Sekarang adalah hari dimana Aldric berangkat ke Rusia. Dia sudah berada di bandara dari pukul 6 bersama orang tuannya.
" Bun Al berangkat ya. Assalamualaikum." ucap Aldric sambil menyalami kedua tangan orangtuanya.
" Iya Al. Waalaikumsallam, kalau sudah sampai sana Jan lupa telpon bunda kalau gak ayah."
" Oke Bun."
Setelah pamitan ke orangtuanya Aldric langsung melangkah menuju pesawat dan tepat pukul 7 pesawat Aldric berangkat.
" Bye semua kenangan." batin Aldric.
~HURT~
" Kak aku ikut ke hotel, mau bantuin kakak." sedari tadi itulah kata-kata yang Leyza ucapan. Flora yang jengah dengar rengekan Leyza akhirnya luluh juga.
" Yaudah."
" Yeayyy thanks kak. Kalau gitu aku mandi dulu ya." Leyza langsung ngacir kekamar mandi meninggalkan flora yang menggeleng- geleng kepala.
" Mimpi apa gue bisa tinggal bareng bocah." batinnya. Selang waktu setengah jam Leyza Dateng dan sudah rapih.
" Yuk kak." ucap Leyza semangat sambil menarik tangan flora.
" Auh Ley sakit tau." ringis flora.
" Hehe maaf kak." cengirnya yang membuat flora mendengus.
Akhirnya mereka berdua pergi ke hotel Watson. Tak membutuhkan waktu lama untuk sampai ke hotel tersebut.
" Kak aku mau lihat kesana dulu ya." ucap Leyza sambil menunjukan taman yang dekat dengan hotel itu.
" Iya jangan lama-lama, soalnya kakak kerja hanya setengah hari."
" Loh kok?" tanya Leyza bingung.
" Kan besok mau ada resepsi pernikahan anak dari pak Watson."
" Oh iya. Oke kak."
Leyza menuju taman yang sedang dipenuhi anak-anak. Dia tersenyum melihat itu, dimana anak-anak merasakan kasih sayang orang tua tidak seperti dirinya. Seketika wajah tampan Aldric terlintas dibenaknya.
" Al aku kangen banget sama kamu, tapi aku sudah sangat nyaman disini bersama seseorang yang menyelamatkan aku." batin Leyza.
" Semoga kita akan ditemukan lagi ya Al. ILOVE YOU ALDRIC KENAAN HALDERMAN." batinnya lagi. Dia mengedarkan pandangannya dan melihat anak laki-laki yang berusia setahunan sedang menangis dibawah pohon yang rindang."
" Hallo kamu sedang apa disini?" tanya Leyza kepada bocah itu dan hasilnya tidak ada jawaban.
Akhirnya Leyza menggendong bocah itu dan membawa ke bangku taman yang tadi dia duduk.
" Huts udah jangan nangis. Ada Tante disini." ucap Leyza yang mencoba menenangkan anak tersebut.
" Nama kamu siapa?"
" Kamu tinggal dimana?"
" Orang tua kamu kemana?"
Semua pertanyaan Leyza tidak ada yang dijawab oleh anak itu. Anak itu hanya menatap Leyza polos dan Leyza merasa gemas akan hal itu." Mommy." akhirnya suara nan imut itu keluar dari bibir mungil anak itu.
" Iya, nama kamu siapa?" tanya Leyza sekali lagi.
Bukannya menjawab anak itu malah memberikan Leyza sebuah sticky notes yang bertuliskan.
ALGIO KENNETH
" Jadi nama kamu Kenneth?"
" Iya."

KAMU SEDANG MEMBACA
HURT ( SLOW UPDATE)
Teen FictionAku sama seperti saudaraku. Aku lahir dari rahim yang sama seperti saudaraku. Aku sama. Sama seperti mereka. Tapi mengapa aku diperlakukan dengan berbeda? Aku ingin diberi perhatian yang sama. Disayangi layaknya anak sendiri. Tapi nyatanya aku han...