Selama ujian berlangsung Leyza tidak begitu fokus. Dia sekali-kali melihat Aldric yang mengerjakan dengan wajah datar. Meskipun Leyza tidak fokus, dia sudah selesai hanya satu jam. Memang orang pinter mah bebas. Leyza menunjukkan tangan kepengawas.
" Bu saya izin ke toilet?" ucap Leyza.
" Yaudah sana, jangan lama-lama. Kamu udh selesai?" tanya pengawas tersebut.
" Udah Bu."
" Oh yaudah."
Leyza langsung menuju toilet, dia masuk salah satu bilik yang kosong. Setelah selesai dia langsung keluar seketika badannya mematung saat melihat siapa yang ada dihadapannya.
" Eh ada jalang." ucapan itu membuat hati Leyza mencelos.
" Kalau ngomong ngaca dulu." ucap Leyza sinis.
PLAKKK
" Ini buat lu yang udah ngatain gue jalang."
PLAKKK
" Ini buat lu yang membuat perusahaan bokap gua bangkrut."
PLAKKK
"Ini buat lu yang membuat keluarga gue jatuh miskin."
Dukk
" Dan ini buat lu yang mengambil cowok pujaan hati gue." ucap Leira dan langsung pergi.
Leyza yang diperlakukan itu menangis dan merasakan pusing yang luar bisa karena Leira menampar bolak balik dan mendorongnya sampai kejedot tembok. Seketika pandangan Leyza berubah menjadi gelap.
~HURT~
" Aldric kok Leyza belum balik juga ya." ucap Bella yang kebetulan duduk nya di belakang Aldric.
" Iya ya Bell, gue takut kejadian kemaren keulang lagi." ucap Aldric khawatir.
" Semuanya sudah pada selesai kan."
" Sudah Bu."
" Baiklah ibu permisi." ucap pengawas tersebut.
Aldric, Bella, dan Agatha langsung menuju toilet. Setelah sampai di toilet mereka bertiga langsung masuk seketika tubuh rahang Aldric mengeras.
" Leyza astaga." ucap Agatha shock gimana tidak Leyza pingsan dengan hidung yang berlumuran darah.
Aldric langsung membawa Leyza ala bridal style menuju ke rumah sakit. Selama perjalanan Aldric tak hentinya merapalkan doa.
Tak lama kemudian mobil Aldric sudah terparkir disalah satu rumah sakit terkenal.
" Sus..sus tolong pacar saya terluka." teriak Aldric sambil menggendong Leyza.
Suster yang melihat itu langsung mengambil brankar dan berlari menuju Aldric dan langsung membawa Leyza keruang UGD.
Aldric menunggu Leyza dengan cemas, dia merasa bersalah karena sudah mencueki Leyza.
" Aldric Leyza gak papa?" suara wanita paruh baya dengan nada khawatir.
" Al tidak tau Bun." jawab Aldric dengan lesu. Ara yang melihat putranya terpuruk merasa kasian dia mengambil badan Aldric dan memeluknya.
" Yang sabar ya bang Al." hanya itu yang bisa diucapkan oleh Ara.
" Oh iya bunda datang kesini sama ayah?"
" Tidak, bunda datang sendiri."
Tak lama kemudian pintu ruang UGD terbuka dan menampakkan dokter cantik. Aldric yang melihat itu langsung berdiri.

KAMU SEDANG MEMBACA
HURT ( SLOW UPDATE)
Teen FictionAku sama seperti saudaraku. Aku lahir dari rahim yang sama seperti saudaraku. Aku sama. Sama seperti mereka. Tapi mengapa aku diperlakukan dengan berbeda? Aku ingin diberi perhatian yang sama. Disayangi layaknya anak sendiri. Tapi nyatanya aku han...