Anyeong yorubun, I'm back with Akang Jungkook aka Gandi dan neng somi aka Katrina😋.
🍃🍃🍃
Setelah melihat kejadian sore tadi, Katrina lebih memilih berdiam diri di kamar dan menjernihkan pikirannya untuk sesaat.
Ia tidak boleh berfikir negatif terlebih dahulu sebelum tau apa yang sebenarnya. Itu bisa jadi salah paham,dan salah paham akan menimbulkan pertengkaran, dan pertengkaran akan berujung pada luka.
Katrina tak mau mengalami itu lagi, cukup dulu. Tidak dengan sekarang.
'Iya cukup dulu.' Batin Katrina.
Ting!
Satu pesan masuk, membuyarkan Katrina dari lamunannya. Katrina yang menyadari bahwa ponselnya berbunyi, ia segera mengeceknya.
Bunny😈
By, ketemu di taman depan komplek nya! Jam 19:00 ya!
See you😍
'Tumben.' Batin Katrina.
Biasanya lelaki itu tidak akan mengajaknya bertemu di suatu tempat, ia akan langsung menemui Katrina di rumah. Atau tidak ia selalu menjemput Katrina bila ingin ke suatu tempat.
***
Taman
19:30 WIB
Katrina sudah berada duduk di taman selama tempat yang Gandi tentukan sebagai destinasi pertemuan mereka.
Sudah 30 menit Katrina menunggu Gandi namun belum ada tanda-tanda bahwa dia akan segera datang.
1 jam kemudian
"Pembual." Ujar Katrina.
1 jam setengah sudah Katrina menunggu Gandi, namun lelaki itu tak kunjung datang, tidak memberi kabar juga. Sudah berkali-kali Katrina menelpon,tapi tak ada satu pun panggilan yang Gandi angkat.
Cukup sudah!, Batin Katrina berseru.
Katrina memutuskan untuk pergi dari tempat terkutuk ini. Katrina kecewa akan Gandi tak seharusnya dia memperlakukan dirinya seperti ini. Sakit dalam dadanya kini kian berdenyut lagi, bertambah lebih sakit dan sesak.
Gandi memang definisi dari laki-laki brengsek. Membuat seorang wanita berada di atas langit lalu dengan satu hentakan dia jatuh kan ke dasar jurang tak berujung.
Katrina sedang berjalan menyusuri jalan kembali ke rumahnya. Jalanan cukup sepi, tak ada orang yang berlalu lalang di jalanan. Mungkin karna mereka sudah berada di rumah menikmati waktu bersama keluarga dan beristirahat di bawah kukungan selimut. Sangat nyaman.
Namun berbeda dengan Katrina, ia bagaikan sudah jatuh tertimpa tangga. Kesialan terus terjadi padanya hari ini. Katrina tidak melakukan kesalahan apapun hari ini. Tapi kenapa kesialan terus-menerus datang menghampiri dirinya.
Katrina, berhenti sejenak, mengedarkan matanya ke atas langit, melihat langit malam tanpa awan atau pun bintang yang menghiasinya.
Kosong dan hampa sama seperti yang Katrina rasakan saat ini. Katrina berdecih bahkan langit bernasib sama seperti dirinya.
Ini gara-gara Gandi Arkana, lelaki brengsek yang sudah membuat hidup Katrina bagaikan menaiki roller coster.
***
"Pergi sana!." Usir Gandi pada gadis yang kini terus bergelayut manja di lengan kekarnya.
Gadis itu malah terkekeh dan mengerlingkan matan nakalnya pada Gandi. " Gak mau kan Gandi harus nemenin Asya." Kilahnya pada Gandi.
"Pergi Sya!. Gue udah nemenin lo seharian tadi, apa masih belum cukup?." Tanya Gandi pada gadis yang menyebut kan dirinnya Asya itu.
"Gak. Akan cukup Gandi harus nemenin Asya 24 jam!."
Gandi mendengus kesal " Dasar sepupu gila!."
"AYSA GAK GILA YA!." Bantah Asya, enak saja dia di bilang gila.
"Mana ada orang gila yang ngaku gila."
"Ihhh, Gandi nyebelin."
"Iya,gue emang nyebelin terus lo mau apa hah?" Tanya Gandi jengkel.
'Aysa gak gila, Aysa masih waras cuma Asya tergila-gila sama Gandi.' Batin Aysa.
Note:
Heheh ada yang nungguin cerita ini gak? Kalo gak ada gakpapa, aku bakal terusin cerita ini sampe tamat.
Thankyou😋
KAMU SEDANG MEMBACA
EGOTISTIC
Acak[Slow update] "You are the last." -Gandi Arkana "And, you are the cause my euphoria." -Katrina Darmadhya
