13

532 47 6
                                    

"Iya, bentar lagi Zara pulang kok. Tunggu ya kak, 5 menit lagi ini Zara lagi beres-beres" ucap Zara, tangan kanan nya digunakan untuk memasukan beberapa barang kedalam tas nya dan tangan satu nya lagi digunakan untuk memegang hp nya.

"Kakak udah didepan kantor dari 30 menit lalu loh, dek"

"Ya kak kan aku bilang jam 5 aja kesini nya, kenapa setengah 5 udah disitu?" ketus Zara sambil sedikit berlari menuju lift kantor nya.

"Pulang, Ra?" tanya Dongpyo, teman satu kantor nya yang kebetulan sama-sama mau pulang.

"Iya, kamu juga?" tanya Zara balik yang hanya diangguki oleh Dongpyo

"Dijemput sama kak Kino, ya?" tanya Dongpyo lagi.

"Ekhm, cepetan dek. Jangan pacaran mulu"

"Apaan si kak Kino, iya ini Zara lagi di lift" ketus Zara sambil menatap Dongpyo yang sedang terkekeh kecil.

"Iya iya, kakak tutup dulu ya telfon nya"

"Hmm" balas Zara lalu ia memasukan hp nya kedalam tas kerja nya itu.

"Tumben ga bawa berkas, Ra" ujar Dongpyo.

"Iya, udah selesai tadi. Jadi ga bawa berkas deh. Oh iya, besok ada meeting ga?" tanya Zara.

"Hmm, ga ada kok. Besok kata nya kan pada mau keBali. Emang kamu ga ikut, Ra?" tanya Dongpyo balik.

"Oh iya duh, lupa bilang lagi. Jam 10 ke Bandara, ya? Tiket dimana ya? Aduhh" ujar Zara sambil mengobrak-abrik tas nya mencari sebuah benda bernama tiket.

"Tiket kan yang pegang kak Yohan, Ra. Emang kamu lupa?" tanya Dongpyo gemas.

"Astaga, pelupa nya aku! Tapi aku belum izin kakak aku, ga ada yang anter juga. Gimana dong?" panik Zara.

"Izin dulu nanti pulang kerumah, besok aku samper jam setengah 9, biar ga terlalu lama" ujar Dongpyo yang hanya diangguki Zara.

Ting

Mereka sudah sampai dilantai dasar. Mereka berpisah disana, karena Dongpyo menuju parkiran dan Zara langsung keluar kantor.

"Lama banget ya yang habis pacaran sama Dongpyo" ujar Kino meledek Zara.

"Apasi kak, ayo pulang Zara capek" balas Zara sambil berjalan menuju pintu samping pengemudi.

Diperjalanan, mereka hanya saling diam. Zara bingung harus izin bagaimana. Kalau Kino pasti boleh-boleh saja, tapi yang susah adalah Hui dan Jinho. Walau mereka bukan kakak kandung Zara, tapi mereka tetap overprotective terhadap Zara.

"Kak, Zara mau ke Bali besok soalnya ada acara dari kantor. Zara lupa bilang minggu lalu, baru diingetin ama Dongpyo tadi. Boleh ya kak, soalnya udah dipesenin tiket juga, rekan kerja Zara ikut semua, masa Zara ga. Kan ga enak sama kak Yohan, sama Dongpyo, sama--"

"Iya boleh, tapi jaga diri baik-baik" potong Kino cepat.

"Serius? Makasih kak!" pekik Zara senang.

"Ke supermarket dulu ga? Beli peralatan buat kamu disana?" tawar Kino yang diangguki Zara.

Skip rumah

"Ya kak ya, sekali ini aja Zara pergi jauh. Kan ada kak Yohan, ada kak Dongbin, ada kak Tony, banyak. Apalagi ada kak Gichan yang kakak udah kenal banget. Ya kak ya, ayolah kak" bujuk Zara.

Sejak pulang dari rumah tadi, Zara tak henti-henti nya membujuk Jinho dan Hui agar diizinkan untuk pergi. Tapi mereka berdua sama sekali tidak mengucapkan kata 'Iya, boleh' kepada Zara.

"Ga, kamu masih kecil. Siapa yang jaga in disana?" balas Hui acuh.

"Kenapa sih ini daritadi berisik banget ya" ujar sang ayah yang baru keluar dari kamar bersama dengan sang mamah yang sudah mulai membaik keadaan nya.

"Ayah" rengek Zara.

Zara cerita semua yang ia alami beberapa menit lalu. Mungkin lebih tepat nya mengadu.

"Ayah, boleh ya. Kan ada kak Yohan, ada Dongpyo, ada kak Dongbin, ada kak Gichan, ada kak Tony, ada kak Mahiro, ada Mingyu, banyak yang bisa jagain Zara. Ada kak Eunbi, ada kak Minju, ada kak Wonyoung, ada kak Yena, ada kak Yujin, banyak yah. Ga enak kalo Zara ga dateng, tiket udah dibooking sama kak Yohan" jelas Zara.

"Kamu yakin bisa jaga diri, hmm?" tanya ayah nya yang dibalas anggukan oleh Zara.

"Yaudah, tapi hati-hati ya. Jaga diri baik-baik disana, jangan rewel. Kalo butuh uang, kabarin aja. Ayah transfer nanti" tambah sang ayah.

"Yeay! Makasih ayah! Adek sayang ayah!" pekik Zara girang sambil memeluk sang ayah dan sang mamah.

"Kalian itu, makanya cari pasangan hidup sana. Udah cukup umur masih belum nikah, jangan overprotective sama adik nya. Kasian Zara" tegur sang mamah.

"Tapi kan--"

"Ga ada tapi-tapi, ya. Pokoknya Zara pulang dari Bali kalian harus udah punya calon, terutama kamu, Jinho" potong sang ayah.

"Jinho mah, calon sih udah ada. Tapi ga mau nikah dulu lah" ujar Jinho yang langsung ditatapi sinis oleh ayah nya.

"Karier kamu sudah bagus, semua sudah berjalan sesuai yang kamu mau, tinggal menikahi wanita itu saja, apa sulitnya?" tanya sang ayah serius.

"Nanti ada yang ngambek kalo Jinho sibuk sama istri, yah" ujar Jinho sambil menatap Zara.

"Nikah aja sana kakak, nanti juga adek nikah sama pangeran berkuda putih" halu Zara yang disambut tawa oleh yang lain nya.
















🍂🍂🍂

Kakak || Pentagon✔Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang