Jangan lupa tekan bintang sebelum baca 🙏
Happy reading 😘
-The Mortal Instruments-
"Kunci sedang mencari kalian berdua, kalian tidak bisa selamanya berlari dan bersembunyi..." Ucapan Yerin terhenti saat melihat Taehyung dan Jimin bergantian
Keduanya bertukar pandang, pandangan orang yang tahu sesuatu dan tidak diketahui orang lain
"Kau sedang bertanya atau mengamati?" tanya Jimin dengan suara pelan
"Ia berhak tau rencana kita" ucap Taehyung "Dia datang ke sini dengan mengetahui bahwa ia tidak bisa kembali" lanjut Taehyung
"Lompatan kepercayaan?" kata Jimin "Kepadamu. Ia mencintaimu, karena itulah dia disini. Benar kan?" tanya Jimin
"Lantas kenapa?" tanya Yerin, seharusnya dia bisa mengatakan alasan lain tapi tatapan mata Jimin yang gelap membuatnya ragu bahwa pria itu akan percaya dengan alasan yang akan dia buat
"Aku percaya Taehyung" kata Yerin "Jika Taehyung percaya padamu, aku juga mau percaya padamu. Dan kau kakaku, seharusnya itu berarti sesuatu" sungguh kalimat itu terasa sangat pahit dilidah Yerin
"Hanya saja aku tidak terlalu mengenalmu" lanjutnya
"Kalau begitu mungkin seharusnya kau harus menghabiskan waktu bersamaku untuk berusaha mengenalku" kata Jimin "Setelah itu kami akan memberitahu rencana kami" lanjutnya
"Aku tidak senang menyembunyikan sesuatu dari Yerin" itu Taehyung yang berucap
"Kita akan memberitahunya seminggu lagi, apa bedanya seminggu?" ucap Jimin
Taehyung menatap Jimin tajam
"Dua minggu lalu kau mati" ucap Taehyung
"Yah, aku kan tidak mengusulkan dua minggu, itu sinting" ucap Jimin
Taehyung menatap Yerin untuk mendengar tanggapan gadis itu
"Aku mau menunggu kalian percaya padaku" ucap Yerin "Selama apapun" lanjutnya
"Seminggu" kata Taehyung
"Seminggu" Jimin sepakat "Dan itu artinya kau akan tinggal di apartement ini. Tanpa komunikasi dengan siapapun. Tanpa pintu dibuka dan tanpa keluar masuk" ucap Jimin
Taehyung bersandar pada dinding dibelakangnya sambil melipat kedua lengannya kedepan dada
"Kalau aku bersamanya?" tanya Taehyung
Jimin menatap Taehyung lama, terlihat seperti menimbang "Baik" ucap Jimin akhirnya
"Asalkan kau bersamanya" lanjut Jimin
💜
Sojung dan Sinb sampai di Benteng Adamant, Jembatan yang melintangi ngarai yang mengelilingi benteng dilapisi pisau. Pisau-pisau itu ditanam, ujungnya mengarah keatas secara selang seling sepanjang jalan. Maka mereka hanya bisa menyebrangi jembatan dengan sangat perlahan, karena harus memilih langkah dengan sangat tangkas. Sinbi tidak kesulitan tapi cukup terkejut melihat Sojung berjalan dengan mudahnya.
"Siapa yang memanggil saudari besi?" ucap seorang wanita berpakaian putih
"Aku Sinbi Lightwood dan ini Sojung Fairchild, kami datang untuk meminta bantuanmu" ucap Sinbi
"Sojung Morgenstren" ucap wanita itu "Nama lahirmu memang Fairchild, tapi kau tidak bisa dengan mudah menghapus noda Namjoon dari masa lalumu. Bukankah kau telah berpaling dari kunci?"

KAMU SEDANG MEMBACA
The Mortal Instruments (KTH-JYR)
Fantasi[ On Going ] Slow up!!! Romance, Fantasy, Thiller, Adventure. Ini tentang Yerin dan teman-temannya menghadapi musuh terbesarnya yaitu kakak kandungnya sendiri. A story by Novel The Mortal Instruments Series and Shadowhunters TV series