MLC 5.

1.1K 166 10
                                    

Sebenar nya saya malas nulis, meskipun niat pake banget.
Tapi saya sedih, lihat kalian yang hanya baca tpi tanpa memerikan dukung.

itu ga masalah, tpi tolong kalau koment itu berfaedah. karena dari koment lah saya mendapatkan ide.:)

Oke hppy reading.

Setelah pulang ke rumah kedua orang tua nya. Dahyun langsung menaiki lantai atas, dimana kamar nya terletak di sana.

Ia memasuki, perlahan mengunci nya dengan rapat. Menghembuskan nafas dengan berat, lalu merebahkan badan.

"Huft.. Lebih baik aku mandi, lalu mengerjakan tugas untuk besok."
Ucap nya lalu melepaskan pakaian nya perlahan, dan mulai melangkah kan kaki ke kamar mandi.

Setelah selesai, Dahyun menggunakan baju santai nya dengan setelan, baju kaos berwarna Babyblue di balut dengan celana Jeans bahan karet yang membuat nya merasa nyaman.

Mengambil buku dan mulai berkutat dengan tugas tugas yang bisa membuat nya lelah akan berfikir.

Setelah selesai, Dahyun menuruni tangga dan berjalan menuju ke dapur.

"Aissh, tidak ada makanan." Desis nya kesal sambil menatap meja yang kosong tanpa makanan.
Membuka kulkas berharap mendapatkan makanan. Namun semua itu pupus, mengingat stok makanan sudah habis.

Merasa lelah, akhirnya Dahyun berjalan keluar dari rumah besar itu namun penuh dengan kekosongan.

Dahyun berfikir, buat apa mempunyai rumah besar, meskipun rumah itu seperti kerajaan. Tapi semua itu di isi dengan kekosongan. Lebih baik tinggal di gubuk namun penuh keharmonisan. Pikirnya.

Berjalan kearah Minimarket terdekat, tanpa mengetahui seseorang sedang mengikuti nya tak jauh dari sana.

Tap..!tap..!tap..!

langkah kaki itu seperti memaksa kan untuk membuat Dahyun menoleh dan berhenti.

Karena tak ingin membuang waktu, Dahyun lebih memilih mengabaikan 'sesuatu' yang mengganggunya.

Dahyun lebih memilih memasuki minimarket yang di sambut dengan sopan oleh sang petugas.

Mengambil troli untuk meletakan belanjaannya.
Dahyun memilih berbagai macam cemilan, tak lupa bahan bahan yang akan ia isi di kulkas, memilih sayuran dan daging tak lupa buah buahan.

Saat ingin berbalik untuk mengambil Mie Cup, dia menabrak dada seseorang yang mengakibatkan Jidat nya mendarat dengan mulus, tak lupa rasa pening yang mendera.

"Hallo, Sunbae!" Suara itu?
oh Dahyun mengenali suara itu, suara yang membuat nya ingin memukul kepala itu dengan sendal nya.

"Apa kau akan memandangi ku, tanpa niat membantu ku,begitu?" tanya Dahyun menatap Hyunjin kesal.

Hyunjin hanya terkekeh, lalu membantu Dahyun bangku dari jatuh nya.

"Sunbae." Panggil Hyunjin, namun hanya dibalas deheman.

"Sunbae." lagi, Hyunjin memanggilnya. Namun kali ini Dahyun mengeraskan deheman nya. Karena ia sedang sibuk mengambil Mie Cup, tak lupa sereal dan roti yang akan dia ambil.

"Ya! Bantet!" dengan kesal HyunJin memanggil, ah ralat. Menyinggung Dahyun.
Dengan kesal Dahyun menginjak kaki Hyunjin, membuat HyunJin mengaduh kesakitan.

"Menyebalkan!" Umpat dahyun kesal.
Lalu berjalan untuk membayar.
Setelah semuanya selesai, Dahyun pun berniat untuk langsung pulang mengingat perutnya yang kelaparan, dengan cacing yang terus berteriak minta di isi.

My Little Cat | Hyunjin-Dahyun End✔Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang