Seperti pagi biasanya. Jihoon sudah bersiap-siap dari tadi. Kini dia sedang menunggu soonyoung datang menjemputnya.
Tak lama kemudian.
Soonyoung datang dengan motor gedeknya. Jihoon cepat-cepat menghampiri.Kalo biasanya soonyoung hanya memakaikan helm untuk jihoon tanpa membuka helm miliknya. Tapi Kali ini dia membuka helmnya.
"Yang nyuruh kamu pakai celana itu siapa? Ganti sana"
"Aku gak mau, aku malas" jihoon bersikukuh bertahan.
"Oh. Mau aku buka di sini atau kamu ganti?"
"Kenapa sih kamu selalu maksa aku untuk nurutin omongan kamu"
"Aku uda perna bilang,kamu itu pacar aku, uda cepat sana, entar kita telat"
Nafas jihoon memburu,rasanya ingin meledak.
"Jangan sampai aku turun dari sini" ancam soonyoung."Iss... aku kesal sama kamu" ujar jihoon menahan nangis. Dia terpaksa berbalik. Soonyoung setengah bangkit.
"Punya hak apa si dia itu atas hidup gue" jihoon membuka lemarinya dengan kasar. Dan memilih celana jeans panjang tanpa sobekan di mana-mana.
Jihoon keluar dengan jeans tanpa sobekan.
"Aku gak mau ya,kamu di lihatin sama orang-orang karna penampilan mu" soonyoung memasangkan helm ke kepala jihoon.
"Emangnya aku salah jika aku pakai celana itu. Terserah aku dong"
Jihoon memegang bahu soonyoung untuk naik."Celana kamu itu punya sobek di bagian lutut dan sayatan di bagian paha, kalo kamu pakai itu di rumah aku gak masalah tapi ini di luar. Di tempat umum" soonyoung mulai menghidupkan motornya. "Bisa-bisanya pakai celana kayak gembel ke kampus,jangan mentang-mentang itu kampus milik keluarga mu bukan berarti seenak hatimu ngelakuin hal yang kamu suka,"
"Peluk aku" suruh soonyoung mutlak tanpa menolakan.
Jemari Jihoon mulai melingkar di perut soonyoung.
Di tengah perjalanan. Jihoon mulai melonggarkan pelukannya dengan sengaja.
"Jangan di lepas, awas aja"
Di dalam hati jihoon mengumpat kasar.Mereka telah sampai di parkiran kampus. Seperti biasa juga soonyoung melepaskan helm jihoon.
"Hari ini kita beda kelas, dan aku gak mau lihat kamu jalan atau berduaan sama orang lain"
"Aku merasa terkekang tahu gak" wajah jihoon terlihat masam.
"Ok. Bole. Tapi berjarak. 1 meter"
"Tahu ahkk" jihoon pergi dari hadapan soonyoung.
"Kamu gak lupakan aktivitas kita setiap pagi?" Ucapan soonyoung membuat Jihoon berhenti.
Dia mundur lalu berbalik. Soonyoung turun dari atas motornya dan langsung memeluk tubuh jihoon.

KAMU SEDANG MEMBACA
Kekasih Berkepala Batu, Berkelakuan Datar Dan Dingin(SOONHOON)
Short StoryKisah cinta terpaksa jihoon dengan soonyoung berkepala batu. Apakah berakhir manis atau malah sebaliknya?