kisah 1

4K 421 23
                                    

"Buruaann" teriak soonyoung dari atas motornya.

"Sabar napa sih" balas jihoon agak kesusahan membawak tas dan buku-bukunya dengan keteteran. Isi tasnya yang penuh dan berat.

"Lelet banget kayak keong" ujar soonyoung begitu jihoon sampai.

Jihoon tidak membalas. Dia segera menaiki motor soonyoung dengan susah payah. "Pegangin dulu" jihoon menyodorkan beberapa buku yang tebal. "Cihh.."

Jihoon batal naik "kamu bisa gak sih sedikit manis sama aku?" Jihoon merengut kesal. Gak perilaku,gak omongan sama aja. Sama-sama kasar. "Suka-suka aku dong" balas soonyoung cuek.

Srek.
Jihoon langsung menarik buku-buku yang di pegang soonyoung dengan kasar. Dan Untung saja tidak sobek. "Aku bisa pulang sendiri" jihoon pergi meninggalkan soonyoung. "Bergerak sedikit saja tahu akibatnya" ujar soonyoung dingin. Dia tidak suka di bantah.

Jihoon menghentak-hentakan kakinya kesal dan terpaksa kembali ke arah soonyoung. "Kamu maunya apa sih??" Ujar jihoon frustasi. "Naikkk" tekan soonyoung. Tangannya mengambil buku dari pelukan jihoon. "Pegangan" suruh soonyoung lagi.  "Aku gak bisa.. tangan ku penuh" balas jihoon yang sudah naik ke atas motor dengan buku di tangan.

"Aku gak mau tahu,kalo kamu jatuh aku gak tanggung"

Ingin rasanya jihoon menjerit dan lari dari dunia ini. Kenapa sih dia harus berurusan sama manusia  yang satu ini.

Soonyoung mulai menjalankan motornya meninggalkan area parkir kampus. Awalnya  soonyoung menjalankan motornya dengan kecepatan pelan dan jihoon masih bisa bertahan pada posisi awal. Sampai soonyoung menaikan gasnya baru lha jihoon memeluk tubuh soonyoung dengan erat. Buku yang dari tadi di pegang di eratkannya pada perut soonyoung.

Hubungan mereka baru berjalan seminggu. Selama seminggu penuh. Hari jihoon rusak dan berantakan. Jihoon tidak bisa melawan pada lelaki berotak bebal yang sudah menjadi kekasihnya itu. Soonyoung sungguh keras kepala dan tidak mau mengalah.

Dan jihoon bingung kenapa si otak bebal itu menjadikan dia menjadi kekasihnya. Ahk. Sudah lha tak usa di bahas bisa-bisa kepala jihoon pecah. Turuti saja dan lakukan dengan terpaksa.

"Besok aku jemput, harus sudah siap karna ku gak suka menunggu"

"Hmm.." balas jihoon malas ketika sudah turun dari atas motor.

"Ngomong, kayak gak punya mulut aja"

"Ia..." ujar jihoon merengut. Sangking malasnya beraduh bacot.

"Mendekat" ujar soonyoung yang masih setia di atas motornya.

Jihoon bergerak mendekat dan jemari soonyoung merapikan rambut jihoon yang berantakan akibat terpaan angin.

Cup
Soonyoung mengecup kening jihoon.
"Jangan lupa makan, badan mu kurus"  setelah berujar demikian soonyoung pergi meninggalkan jihoon dengan sejuta geram.


Terima kasih.

Kekasih Berkepala Batu, Berkelakuan Datar Dan Dingin(SOONHOON)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang