" Awal saja sudah rumit"
_Bulan Bintang & Bumi_
Pagi yang begitu cerah di Jakarta.
Hari ini, 22 Juni 2019. Matahari terbit dengan cerah. Kicauan burung bahkan terdengar jelas . Namun, walaupun sinar matahari itu masuk ke bagian celah sebuah rumah di kamar seorang gadis cantik itu, si gadis justru enggan bahkan tak ada niat untuk mencoba membuka mata indahnya. Dia bahkan memperbaiki tidurnya yang mungkin membuatnya cukup tidak nyaman.
Dia melupakan hari ini adalah hari pertamanya di sekolah menengah atas. Demi apapun mungkin setelah bangun dan melihat jam berapa sekarang, gadis itu mungkin akan menyesali acara begadang menonton Barbie nya tadi malam.
Kakak laki laki dari gadis itu masuk ke kamar dan melihat sang adik yang bahkan tidak berniat untuk bangun . "Apa dia mati?" pikirnya.
"Bulan bangun!"
"Iya ma" ucap gadis cantik itu segera.
"Hey ini kakak,mama udah pergi dek"
"Loh kok Kakak yang bangunin. Bulan kira mama" ucap gadis yang menyebut dirinya sebagai Bulan itu.
"Udah udah. Bulan mandi gih sana ,udah di tunggu Bumi tuh di luar entar terlambat ke sekolah lho"
"Oiya,Bulan mandi dulu deh bilangin ke Bumi ya kak" ucapnya langsung menyambar handuk di belakang pintu kamar dan segera mandi.
Tidak perlu waktu lama bagi Bulan untuk hanya sekedar mandi. Dia bahkan sudah siap hanya dalam 5 menit. Mengenakan baju,menyisir rambut panjang nya , tak lupa pula dengan jempitan warna hitam kesayangan nya lalu bergegas turun di bawah.
"Ayo Bumi" ucap nya kemudian menarik tangan orang yang disebutnya dengan Bumi itu.
"Eh eh makan dulu Bulan!" Ujar Kaka Bulan, Bryan.
Ini lah yang Byran benci dari Bulan. Gadis itu akan meninggalkan sarapannya jika saja terlambat. Ini bukan pertama kalinya.
"Nanti aja kak! Bulan pergi,Dah."
"Ayo Bumi! Lo lelet banget deh!"Bumi hanya tersenyum lalu mengacak rambut Bulan.
"Dih jangan di hancurin dong" ucap Bulan sambil memajukan bibirnya membuat Bumi semakin gemas.
"Iya iya, kita cari sarapan bentar ya. Kamu belum makan." balas Bumi sambil memakaikan helm ke Bulan
"serah lo deh" Bulan memerah. Dia sangat menyukai ketika dia di panggil dengan sebutan "kamu" oleh Bumi, itu hal spesial baginya. Dia juga ingin mengobrol dengan Bumi memakai sebutan Aku-Kamu, namhn dia masih belum berani.
Sekian lama dia memendam perasaan kepada Bumi dan belum pernah mengungkapkan nya. Dia selalu berfikir, bagaimana jika Bumi tidak memiliki perasaan yang sama? Bagaimana jika Bumi justru akan menjauh setelah nya? --oh tidak, itu jangan sampai terjadi.
Setelah selepas sarapan Bulan dan Bumi segera masuk ke lingkungan sekolah. Bulan memang lebih tua dari Bumi. Bulan baru memasuki kelas 1 SMA saat ini sedangkan Bumi sudah memasuki kelas 12.

KAMU SEDANG MEMBACA
Bulan Bintang & Bumi
Genç KurguAku seharusnya menjadi angkasa yang menyatukan kita. Namun, aku lemah. Aku tidak bisa memilih salah satu dari kalian. Kalian berdua sama sama berharga.