Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
hyunjin berbaring di kasur sambil melihat langit-langit. jujur, dia khawatir dengan rumah.
namun di sisi lain dia sudah sangat muak dengan keluarganya.
-kecuali chan, pastinya.
minho yang melihat temannya gelisah di depannya langsung menghela nafasnya.
"lu yakin mau kayak gini? kabur dari rumah?" tanya minho yang kesekian kalinya.
iya, hyunjin kabur ke rumah minho. kebetulan minho lagi ditinggal orang tuanya ke luar kota jadi bersedia menerima hyunjin yang kabur dari rumahnya.
hyunjin menutup matanya mendengar pertanyaan minho yang sama semenjak tadi pagi.
"daripada gue self harm?" tanya hyunjin. minho langsung ngangguk ngangguk.
lebih baik temennya gini daripada self harm. walaupun kabur itu juga pilihan yang ga baik.
hyunjin tiba tiba merubah posisinya menjadi duduk. pandangannya ke sekitar.
"ngapain lu?" tanya minho. hyunjin langsung berdiri.
ia langsung jalan ke sekitar kamar minho membuat minho mengernyitkan dahinya.
"lu ngapain anjir?" tanya minho sekali lagi. hyunjin menoleh ke temannya.
"ada laptop ga?"
☆
"hyunjin kamu dimana" gumam chan. ibunya menatap anaknya dengan tatapan miris.
masalahnya sudah dari pagi chan terus mengurung diri sambil menyebut nama adiknya berkali kali.
se khawatir ini kakaknya.
"k-kak uda-"
"APANYA YANG UDAH?!" gertak chan sambil menepis tangan ibunya yang berusaha menyentuh bahu chan.
"kalian pernah sadar ga sih?" tanya chan ke ibunya lalu sekilas menoleh ke ayahnya.
chan memijat pelipisnya, pusing dengan keadaan sekitar yang menurutnya terlalu bodoh.
"hyunjin itu kabur karena kalian!" teriak chan. ayahnya hanya diam menatap chan, ibunya sudah mulai menangis lagi.
"gara gara kalian!" teriak chan sekali lagi.
plak
"CUKUP" teriak ayahnya, chan langsung merasa pipinya memerah karena ditampar oleh ayahnya.
"ingat, kamu itu kakaknya. kenapa adekmu sendiri ga kamu jaga hah?!" rahang chan seketika mengeras begitu mendengar ucapan ayahnya.
bibinya yang biasa mengurus rumah hanya berdiam diri di kamarnya. tidak berani mencampuri urusan keluarga majikannya.
"sekuat apapun kakak menjaga adek. kalo ga ada kasih sayang dari orang tua, hasilnya sama aja" ucap chan, ayahnya langsung terdiam mendengarnya.
chan langsung kembali ke kamarnya. mengabaikan panggilan ibunya yang memanggilnya untuk kembali.
jarinya berkali kali mengetik pesan kepada adiknya di ponsel.
hari ini seharusnya chan berkuliah, ayahnya kembali ke luar kota, ibunya bekerja. namun tidak ada yang melakukannya demi mencari hyunjin.
"dek kamu dimana" lirih chan sambil meremat ponsel di tangannya.
ting
pandangannya ke arah ponsel. satu notif telah masuk ke ponsel.
hyunjin
dengan cepat ia membuka notifikasi di ponselnya. berharap itu adalah adeknya.
namun tidak.
itu hanyalah notifikasi dari grup kelas kuliahnya.
chan langsung membanting apapun yang ada di meja belajarnya. jantungnya berdegup kencang saking marahnya. pandangannya ke sebelah.
meja belajarnya hyunjin.
sekilas ia bisa melihat bayangan hyunjin yang sibuk belajar di meja belajarnya.
"kamu dimana dek" lirih chan kesekian kalinya.
meanwhile hyunjin:
"e e bangsat e bangsat gue minta teh sama minho malah dikasih kopi"
^g. canda euy.
KAMU SEDANG MEMBACA
Pyramid || Chanjin ✔
Fanfiction'family? sounds like bullshit' -hyunjin -; lowercase intended
