004

380 40 0
                                    


Vote***

***

Pagi menyambut

Saat ini waktu sudah menunjukan pukul 06:00AM, tapi Chaeyoung sudah berada di kantor nya. Hari ini Chaeyoung benar" sangat sibuk banyak rapat hari ini yang menanti dia.

Tok tok~

"Masuk"ucap Chaeyoung tanpa mengalihkan pandangan.

"Pak rapat 10 menit lagi dimulai"ujar dahyun.

"Baiklah"

Hingga tiba jam makan siang, Chaeyoung baru saja menyelesaikan rapat yang ke 4 bersama perusahaan luar. Tapi  Chaeyoung belum  juga beranjak dari tempat kebesaran nya untuk sekedar mengisi kekosongan perut nya itu, dia masih terlalu sibuk, sehingga tak ada waktu luang untuk nya.

Pintu ruangan nya terbuka tiba-tiba tanpa seizin dia, dia menoleh untuk melihat siapa yang menggangu kerja nya itu.
"Yeri?" Alis nya bertautan heran.

"Wae?"tanya nya sembari duduk di sofa ruangan Chaeyoung tanpa seizin yang punya.

"Kau ngapain kesini? Tanya Chaeyoung dingin.

"Aku?"menunjuk diri sendiri.
"Bukankah hari ini kita akan memilih cincin?"lanjutnya.

"Ahh ya, aku sibuk"ujar nya acuh dan kembali berkutat dengan komputer nya itu.

"Terus?" Tanya yeri.

"Sebaiknya kau sendiri yang membeli nya, aku tak ada waktu untuk mengurus itu"jawab nya tanpa mengalihkan pandangan.
"Dan ini untuk membeli cincin nya"lanjutnya memberi yeri cek dengan nominal 100jt.

Yeri yang melihat nominal nya tersenyum licik. "Baiklah kau tak keberatan kan dengan pilihan ku"tanya nya.

"Tidak"jawab nya dingin.

"Baiklah" yeri melangkah meninggalkan Chaeyoung.

Chaeyoung menggelengkan kepalanya melihat yeri yang tak sopan, masuk tanpa mengetuk dan pergi tanpa pamit. Seperti permainan memanggil hantu di Indonesia saja.

Malam tiba Chaeyoung baru saja menyelesaikan berkas terakhir nya, dia ingin segera istirahat. Hari ini benar-benar sangat melelahkan.

Chaeyoung sudah sampai di kediaman nya, dia melihat ada mobil asing yang terparkir di halaman rumah nya padahal ini sudah menjelang malam siapa yang bertamu malam" seperti ini pikir dia.

Kaki nya melangkah ke arah ruang keluarga untuk melihat siapa yang bertamu di malam hari, dia melihat orang tua nya sedang bercengkrama dengan seorang wanita dan sebelahnya yang ia tau adalah Hyung nya itu.

"Aku pulang"

"Eoh? Itu Chaeyoung, sini nak" panggil sang mama.

Chaeyoung duduk disamping nyonya son dan berhadapan dengan wanita dan Hyung nya. Dia menatap wanita dihadapan nya, alis nya bertautan. Dia seperti mengenal wanita ini tapi ia lupa.
Ahhh "nayeon Noona?" Ujar nya setelah mengingat wanita dihadapan nya.

Wanita yang dipanggil itu menampilkan gummy smile nya.
"Annyeong, Chaeyoung-ah"

"Noona bertamu malam hari seperti ini?"tanya nya heran.

"Tidak dia dari tadi sore kesini, kita habis ada pertemuan keluarga dan makan malam bersama"jeongyeon yang menjawab.

Alis Chaeyoung bertautan.
"Untuk apa?"tanya nya polos.

"Yak, aku dan nayeon Minggu depan akan menikah dasar pikun"jeongyeon memutar bola matanya malas.

"MWO?"teriak Chaeyoung.

"Yak, pelankan suara mu, kau mau orang tua mu mati terkena serangan jantung eoh?"ujar mama nya karena Chaeyoung berada tepat disebelah nya.

"Hehe"Chaeyoung hanya menampilkan deretan gigi nya dan mengangkat 2 hari nya.
"Jadi yang akan menikah dengan Hyung, itu Noona?"tanya nya memastikan.

"Ne"nayeon tersenyum malu.

"Wah, aku tak menyangka bukan kah kalian sebelum nya sudah berpisah?"

"Hey jaga omongan mu itu bocah tua, kita tidak pernah berpisah"ujar jeongyeon malas.
"Lagian mana mau nayeon berpisah dengan orang tampan seperti ku in- aww"jeongyeon mengusap pinggang nya karena dicubit nayeon.

"Gomawo Noona sudah mewakili aku"ujar Chaeyoung tersenyum manis.

Jeongyeon hanya bisa mendengus kesal.

"Sudahlah, oiya Chae kau sudah memilih cincin nya kan?"tanya sang papa yang sedari tadi hanya diam.

"Ya"jawab Chaeyoung malas, mood Chaeyoung seketika turun.
"Ahh aku ke kamar dulu ingin mengganti baju dan segera istirahat"Chaeyoung membungkuk ke arah nayeon dan segera berlalu agar terhindar dari pertanyaan yang membuat mood nya semakin turun lagi.

"Dasar anak itu"nyonya son hanya menggeleng kepala melihat sikap anak bungsu nya itu.

"Eomma seperti nya nayeon harus pulang sudah hampir tengah malam"

"Ahh iya, jeongyeon kamu antarkan nayeon dan pastikan dia kembali dengan selamat"

"Tidak usah eomma, aku bawa mobil sendiri tadi"tolak nayeon.

"Bunny aku antar aja ya"

"Iya nay diantar aja ya sama jeongyeon lagian ini sudah malam nanti kamu kenapa-napa lagi"bujuk Tn son.

"Tidak usah pa, nayeon gapapa kok beneran deh rumah nayeon kan gak jauh dari sini"ujar nayeon memastikan.

"Beneran bunny gak mau aku antar?"tanya jeongyeon lagi.

"Beneran sayang aku gapapa, aku pamit dulu ma, pa" nayeon berdiri memeluk orang tua jeongyeon.

"Yasudah kalau begitu aku antar sampai gerbang"

Nayeon memeluk jeongyeon sebelum dia masuk kedalam mobilnya.

"Hati-hati dijalan ya kalau ada apa apa kabarin aku mengerti?"pesan jeongyeon mencium kening nayeon.

Jeongyeon menatap nayeon seolah tak mau berpisah, cukup lama mereka bertatapan dan seolah ada magnet wajah mereka perlahan mendekat semakin mendekat.

"Ehemm"seseorang merusak suasana.
"Ini sudah malam jangan menahan anak orang lama" nanti dicariin orang tua nya"celetuk Chaeyoung yang sedari tadi menonton adegan mesra dari balkon kamarnya.

Mereka seketika tersadar, jeongyeon menengok ke atas dia menatap adiknya dengan tajam karena menggagalkan aksinya itu. Dan nayeon dia segera memeluk jeongyeon dan mengumpat di dada bidang jeongyeon dia malu karena hampir ketahuan oleh adik ipar nya itu.

Setelah nayeon pergi, jeongyeon segera lari ke dalam rumah untuk menghabisi adik nya itu.

TBC

Jangan lupa vote

Terima kasih....

MARRIAGE (SCY/MMN)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang