16.10
Minggu, 21 Juli 2019.السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَ رَ حْمَةُ اللّٰهِ وَ بَرَ كَا تُهُ
Bismillahirrahmanirrahim.
#CeritaPKL
•••
Mandiri
Apa yang ada dipikiran kalian kalau baca kata itu?
Melakukan apa-apa sendiri?
Gak manja?
Atau...
Mandi sendiri?😂
Hehehe. Jadi, kali ini aku akan cerita tentang mandiri.
Berhubungan dengan PKL, aku ditempatkan di tempat yang bisa dibilang jauh dari rumah. Di RS Paru Cisarua Puncak. Dan aku bersama teman-temanku yang PKL disana diharuskan nge kost.
Yang namanya ngekost kan jauh dari orang tua, ya? Pasti pengin pulang. Kangen, pengin ketemu. Atau ada urusan lain yang mengharuskan untuk pulang dulu.
Nah, di jadwal PKL ku itu hari sabtu dan minggu libur. Dan itu waktunya kami pulang.
Tapi, ada yang berbeda.
Mereka diantar/dijemput orangtua nya.
Sedangkan aku, udah masuk minggu ketiga PKL, pulang pergi pun dengan angkot. Pulangnya bareng teman, tapi kadang kalau berangkatnya sendirian.
Kayak sekarang ini, aku menulis bagian ini pas lagi di dalam angkot. Ngerasain semilir angin yang sejuk.
Sedih, nggak?
Bohong kalau ada yang menjawab "nggak" saat berada diposisiku saat ini.
Aku akui ini menyedihkan. Kadang juga aku ngerasa iri dengan mereka yang bisa pulang pergi tanpa khawatir perjalanannya bakal membosankan, karena kan mereka ditemani orangtuanya atau saudaranya.
Eh, tapi aku juga ditemani kok.
Ditemani supir angkot dan penumpang lain yang belum aku kenal. Maksudnya.
Aku bisa aja mengeluh, bilang kalau hidupku ini gak lebih bahagia dari teman-temanku. Tapi aku gak mau ngelakuin itu. Karena gak akan ngilangin rasa sedih.
Aku pilih berhusnuzhan terus sama Allah. Karena bukan cuma tempat PKL, tapi jarak dari sekolah ke rumahku juga jauh.
Jadi, entahlah. Aku selalu dapat tempat yang jauh.
Mungkin ... Ini adalah latihan yang Allah kasih untuk aku. Mungkin ini simulasi kecil-kecilan, sebelum aku menghadapi hidup yang lebih keras nanti kedepannya.
Aku belajar sabar nunggu di dalam angkot, sabar nunggu kemacetan, sabar nahan kesel waktu abang angkotnya ngetem kelamaan, sabar waktu tau kalau teman²ku gak jadi naik angkot bareng karena mereka diantar dan akhirnya aku berangkat sendirian :'D
Mungkin aja nanti aku dapat tempat kerja atau kuliah yang jauh, ya? Jadinya aku nanti bisa terbiasa pergi jauh.
Dan untuk soal kemana-mana aku naik angkot...
Aku percaya ini pun pasti ada hikmahnya. Allah mau aku jadi perempuan yang mandiri. Yang bisa berusaha menjaga diri sendiri.
Pernah, waktu itu aku pulang sekolah dan angkot penuh. Tapi, isinya cowok semua dan aku cewek sendiri. Takut, gak nyaman. Tapi mau gimana lagi. Aku cuma bisa berdoa, semoga Allah melindungi kami sampai tujuan dengan selamat.
Dan Alhamdulillah aku baik-baik aja.
Bahkan, beberapa hari lalu aku sempat kepikiran. Karena saking seringnya berpetualang naik angkot, apa nanti kalau udah besar aku bikin usaha sampingan jadi juragan angkot aja, ya?
Bantu aamiin kan yuk teman².😂
Pokoknya, alhamdulillah aku udah bisa terima nasib. Allah itu perencana terbaik. Paling tau yang terbaik untuk hambaNya. Allah pasti punya maksud dibalik ini semua. Jadi aku gak perlu khawatir.
Untuk kalian yang bernasib sama sepertiku...
Jangan mengeluh, oke?
Mengeluh gak akan menghilangkan kesedihan. Nikmatin aja tiap prosesnya. Sabar, ikhlas. Tiap rasa capek yang kita jalani, insyaa Allah baik hasilnya.
Dan untuk supir angkutan umum (angkot), dan kendaraan angkot sendiri. Aku mau bilang terimakasih buanyaakkk banget sama mereka. Tnpa sengaja mereka udah bantu banyak buatku.
Meskipun pegel duduk lama, ngelewatin jalanan yang berlubang, ngetem kelamaan, tapi aku bersyukur dengan adanya kendaraan ini aku bisa pulang pergi dengan ongkos yang terjangkau.
Alhamdulillah...
Semangat berproses ya teman-teman. Beginilah hidup di dunia. Semakin dewasa, kita dihadapkan dengan pilihan-pilihan yang sulit, dan masalah-masalah yang rumit.
Tapi, jangan panik.
Apalagi frustasi. Jangan, ya.
Kan ada Allah, yang selalu bersama kita. Mengawasi gerak-gerik kita. Jangan lupa kalau mau kemana-kemana atau mau ngelakuin sesuatu minta perlindunganNya dan minta diberi kemudahan, ya.
Dan ini adalah doa favorit aku:
...رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسَانِي يَفْقَهُوا قَوْلِي
"...Ya Rabbku, lapangkanlah untukku dadaku, dan mudahkanlah untukku urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, supaya mereka mengerti perkataanku"
(QS. Thoha: 25-28)Kalau habis baca doa itu tuh rasanya lebih tenang. Nyerahin semuanya sama Allah. Nanti gimana hasilnya, insyaa Allah yang terbaik menurut Allah.☺
Oke, kita sampai disini dulu ya. Sampai bertemu di tulisanku yang selanjutnya. Jazakillah khoiran katsiran udah mau mampir baca.🤗❤
وَالسَّلاَ مُ عَلَيْكُمْ وَ رَ حْمَةُ اللّٰهِ وَ بَرَ كَا تُه

KAMU SEDANG MEMBACA
Catatan Hidup Singkat
CasualeKedua bola mataku menyaksikan. Lalu, hatiku berucap pelan, "Kejadian ini perlu kau abadikan dalam bentuk tulisan." ... Selamat datang, selamat berpetualang ke dalam isi pikiranku yang sebagian besar tak mampu ku ungkapkan...