2 tahun kemudian...
"Putri Naruko... Jangan lari. Anda masih sakit! " Seru seorang kepala dayang sambil mengejar seorang gadis berumur 19 tahun yang tak lain adalah Naruko. Kepala dayang itu tidak sendiri. Ia bersama dayang yang lain dan beberapa prajurit.
Naruko, ia kini berusia 19 tahun. Ia tumbuh dengan cantik. Bahkan sangat mirip dengan Naruto saat Naruto berumur 19 tahun. Mengingatnya saja, Naruko merasa sangat miris mengingat kematian kakaknya.
"Jangan kejar aku! Aku mau kehutan hanya untuk mengambil bunga. " Kata Naruko, sedikit berteriak.
Ya, ia ingin mengambil bunga matahari untuk ia taruh dimakam kakaknya. Ya, besok adalah tahun kedua kakaknya meninggal.
Dan, ia ingin mencari bunga terbaik untuk sang kakak. Bunga matahari🌻 yang sangat indah. Naruto memang sangat menyukai bunga matahari.
"Tapi, putri masih sakit! " Kata kepala dayang berusaha menerobos semak-semak yang menyebalkan.
"Aku sudah sehat! " Balas Naruko setelah menghilang dari pandangan.
.
Nah, sampailah dia ditempat bunga yang dimaksud. Air matanya mengenang. Sebenarnya, ia hanya beralasan mengambil bunga untuk kakaknya. Tapi, ada maksud lain yang ingin ia tujuh.
Tempat terakhir dimana sang kakak meninggal dibunuh. Tempat terbunuhnya sang kakak kini berubah menjadi kebun bunga matahari yang sangat indah.
Waktu itu, tepat sehari sang kakak dimakamkan, tempat yang ditemukannya si kakak tak bernyawa kini bertumbuhnya kebun bunga matahari yang sangat indah. Cepat dalam waktu satu malam.
Beberapa hari setelah nya, seperempat dari kebun itu ternodai sebuah cairan bewarna merah. Darah. Semua orang tau kalau gadis prematur itu terbunuh dengan cara yang tak wajar.
Banyak yang bilang, kalau gadis malang itu sebelum mati sempat memuja iblis yang tak lain adalah Lucifer. Karena, saat ditemukan... Ada beberapa bunga matahari itu terdapat banyak sekali sulur Duri yang sangat tajam.
Dimakam nya pun juga. Terdapat sulur tajam yang menghalangi. Yang anehnya bahkan melindungi malam itu. Sukur itu dapat bergerak secara ajaib. Memang aneh.
Sulur itu terdapat darah. Mungkin itukah yang memperbuat semua orang mengira kalau Naruto meminta pertolongan dengan iblis. Dan, yang lebih anehnya lagi... Hanya Naruko yang bisa melewati sulur itu dengan sangat mudah.
Kuburan Naruto sangat ajaib. Mungkin, itu adalah bagian dari kasih sayang Naruto terhadap adiknya sendiri.
Semua rakyat turut meneteskan air mata. Sasuke, dan semua orang yang di istana tak mampu berbuat apa-apa saat Naruko mengunjungi makam Naruto.
Pernah Sasuke mencoba menghancurkan makam Naruto, namun sulur itu malah berusaha membunuh Sasuke.
Sayangnya Sasuke selamat. Tidak ada yang tau, kalau sulur itu adalah tanda bahwa jiwa Naruto milik Lucifer dan menjadikannya kekasih semati bagi iblis itu.
.
.
.
.
.
"Neechan! Aku bawa bunga untukmu! " Kata Naruko dengan riang. Ia memasuki kuburan itu. Melewati dengan mudah sulur duri karena sulur itu membukakan jalan untuknya. Ia meletakkan bunga 🌺 itu diatas makam Naruto.
"Apa nee-chan... Tenang dialam sana? " Tanya Naruko dengan senyuman bahagianya. Ia mengusap dengan lembut Nisan itu. Tak lama kemudian, raut wajah bahagia itu berubah menjadi raut kesedihan yang sangat mendalam.
"Nee-chan senang di sana? Tapi... Bagaimana dengan Naruko? " Tanya Naruko sambil terisak. Ia memegang dadanya sendiri, betapa sakitnya dia ditinggalkan orang tersayang.
"Ruko nggak mau jadi istrinya Sasuke. Dia yang membunuh nee-chan. Ruko harus bagaimana? " Tanya Naruko sambil menyeka air matanya. Isak annya menjadi menggema karena kuburan itu tidak ada orang selain dirinya.
"Apa nee-chan bertemu kaachan? Apa kaachan terlihat cantik di sana? " Tanya Naruko. Hening. Tak ada yang menjawab.
"Tak apa, Nee-chan... Ruko... Hiks... Ruko... Hiks... Huwaaaa!! Ruko sama sekali tidak bahagiaaaa! " Seru Naruko, memecahkan tangisannya yang selama ia pendam selama 2 tahun.
"Ruko ingin sekali membalaskan dendam kita, tapi Ruko tidak tau bagaimana caranya! " Kata Naruko.
Ia menangis. Pilu.
Tak jauh dari pohon itu, seseorang mengenakan jubah hitam menatap satu kearah gadis malang itu.
"Ruko~"
.
.
.
.
.
"Darimana saja kau?! " Tanya Sasuke sambil menahan amarah ketika Naruko baru sampai dirumah. Gadis itu terlihat pucat dan ujung gaunnya kotor terkena tanah basah.
"Mengunjungi makam. " Jawab Naruko seadanya. Lantas, dengan seenaknya melewati tunangan bangsat and brengsek itu begitu saja.
Sasuke yang tidak Terima dicuekin seperti itu, menyambar lengan Naruko dan membanting tubuh kurus itu keatas sofa.
Ngomong-ngomong, mereka tengah di permadani keluarga. Dan, mereka hanya berdua di sana.
"Mau apa kau, Uchiha?! " Seru Naruko sambil berusaha melepas diri dari kungkungan Sasuke yang berada diatasnya.
Kedua tangannya dicekal dengan kuat tanpa ia bisa memberontak.
"Mulut ini... Harus diberi hukuman. " Kata Sasuke dengan tajam. Ia melumat begitu kasar bibir Naruko. Naruko terkejut dan berusaha melepaskan diri.
Namun, kekuatannya tak sebanding dengan pria yang diatasnya. Lantas, ia menggigit bibir pemuda itu sehingga mengeluarkan darah.
"Ahk! "
"Dasar pria brengsek! Beraninya kau melecehkan ku! Aku bukan tunangan mu! Jahannam! "
Maki Naruko yang disambut tamparan keras di wajah bagian kirinya. Sasuke menatapnya dengan wajah yang penuh amarah.
Naruko terkejut sekali lagi. Air matanya mengenang.
"Kenapa?! Kau gak suka? Berkacalah pria brengsek! Kaulah yang membunuh kakakku! Sampai matipun aku takkan pernah memaafkanmu!!! " Bentak Naruko dengan segenap tenaganya.
Ia menangis. Ia menendang pria yang diatasnya. Naas, itu ter tendang bagian masa depan Sasuke.
"Arrrggghhh...!! " Sasuke jatuh terguling diatas karpet merah sambil memegang bagian privasi nya.
Naruko bangun dan berlari menuju kamarnya. Ia menangis. Lagi.
Seseorang yang memakai jubah hitam yang mengintip Naruko di pemakaman tadi, mengepalkan tangannya dengan begitu kuat.
"Sialan~"
.
.
.
TBC.
KAMU SEDANG MEMBACA
HAPPINESS
FanfictionNaruto, anak yang tak diharapkan dari pasangan Namikaze Minato dan Uzumaki Kushina. Ayahnya adalah penguasa tertinggi dikonoha,raja paling jaya didesa makmur tersebut. Ibunya adalah putri tunggal Uzumaki yang berasal dari kerajaan Uzushio. Dia memil...
