Chap 13

3K 188 18
                                        

"Akan ada sebuah pesta dansa di kerajaan Namikaze. Tidakkah kamu ingin ikut?" tanya Naruto ketika melihat Naruko rebahan saja tanpa melakukan apa-apa.

"Tidak. Kalau aku pergi, ayah pasti akan menemukan ku. Lalu, pria jahat bak pedofil itu akan memaksaku melayani nafsu nya." kata Naruko. Naruto tersenyum.

"Pakai rambut palsu?" tanya Naruto sambil melirik kearah Naruko, lagi.

"Ada dua. Kemungkinan, putri sombong akan mengejekku. Seorang rakyat biasa tidak pantas mengikuti pesta. Lalu dia akan sengaja menumpahkan minuman ke rambut atau wajahku. Ketahuan, dan ya.. Neechan tau apa yang akan terjadi selanjutnya." jelas Naruko yang kini duduk bersilang.

Naruto terdiam.

"Apa pesta itu menyenangkan?"

Naruko menoleh dan menggangguk. Sesaat kemudian, ia murung.

"Akan lebih menyenangkan jika neechan diperbolehkan ikut, tousan yang tidak membenci neechan dan kaasan masih ada. Itu pasti seru. Dimana salah satu kita ulang tahun, pasti akan ada kejahilan mencomot krim kue ke wajah." katanya.

"Kaasan sudah tenang disana. Kita yang masih hidup masih ada harapan untuk berubah." kata Naruto.

Naruko menatapnya lama dan menggangguk.

"Neechan, Ruko tidak mau menikah dengan Sasuke-kun.. Cepat atau lambat, mereka akan menemukan ku dan membawaku kembali ke istana." kata Naruko dengan murung.

Naruto terdiam. Ia membelai kepala Naruko. "Jangan terlalu memusingkan hal itu, Ruko-chan.. Aku janji, semuanya akan selesai."

"Semuanya? Apa saja?"

"Suatu hal yang sangat kita takuti, pasti akan berakhir. Setelah itu, kau pasti akan menghela napas dengan lega. Hidup bahagia tanpa siapapun yang mengganggu mu. Kau mengerti?"

"Ya, neechan."

Naruko tersenyum sendiri. Membayangkan hidup tanpa ada masalah apapun yang tengah terjadi dengan dirinya saat ini. Namun, beda dengan Naruto. Mata shappire wanita itu menatap wajah kesenangan adiknya tanpa sadar, hatinya berdegup kencang.

'Dimana kau merasakan kebahagiaan. Disaat itu juga kau akan merasakan sakit.'

'Dan semuanya kembali seperti dulu. Dan .. Aku membahagiakanmu diakhir hayat ku.'

.

.

"Oneechan..! Kyaaaaa! Ada beruang masuk kedalam dapur!" jerit Naruko pagi itu. Naruto yang tertidur lelap langsung membuka matanya dan melompat dari ranjang. Kemudian, berlari seperti the flash kearah dapur.

"Oh.. Si Bearned." kata Naruto sambil menguap panjang. Kemudian berjalan linglung menuju kamarnya.

"Biarkan saja. Dia jinak kok. Kamu nya aja yang belum terbiasa. Udah dulu, ya.. Neechan mau tidur lagi."

Kata Naruto dari dalam kamar.

Setengah jam kemudian...

"Oneechan bangun! Kau tau, ini sudah jam 2 siang!"

"Lalu?"

"Ayo pergi keluar. Berjemur diri." kata Naruko dengan penuh cepat.

"Ah, ga mau. Masih ngantuk." ujar Naruto yang kontan membuat Naruko kesal. Gadis itu keluar dari kamar Naruto dan kembali lagi sambil membawa segayung air.

Dan...

BYUUR!

Semenit kemudian...

"Hai, gadis-gadis.. Aku mem-" Sai yang pulang sambil membawa bungkusan berisi makanan harus rela badannya ditubruk Naruko. Gadis itu berlari entah kemana asal bisa menghindar dari amukan Naruto.

"Ayo, oneechan! Kejar aku! Mari kita menjemurkan diri!" gelak Naruko sambil mempercepat larinya. Naruto yang emang udah kesal sekali, tidak peduli badannya basah kuyub terus mengejar Naruko.

"Ada apa dengan mereka?" gumam Sai dengan heran. Pria itu beranjak masuk kedalam kamar Naruto dan... Ia terpeleset dengan tak elitnya.

Lalu...

"Kejar anak itu sampai dapat...!" kata Sai mendukung Naruto. Pinggangnya encok pemirsa pemirsa🤣.

"Eh... Astaga! Kenapa kakak ipar ikut-ikutan!?" gumam Naruko panik. Ia menggunakan jurus langkah seribu, menghindari pasutri ganas yang ada dibelakangnya.

.

"Haiish... Harus mengepel, mencuci, memasak makanan. Nasib benar hidupku ini." keluh Naruto sambil mengepel lantai kamar.

Sementara itu, Sai tengah memasak makanan untuk nanti malam. Dengan telatennya ia mengambil piring lalu diletakkannya di meja.

Lantas, dimana Naruko?

Dibelakang rumah...

"Kyaaaaa! Oneechan, kau serius menghukum ku seperti ini!?" jerit Naruko. Gadis itu tergantung terbalik diatas pohon yang sangat tinggi. Sementara dibawahnya ada sumur gelap yang tentunya sangat dalam. Kedalaman yang tak diperkirakan.

Kita doakan saja Naruko tidak mengalami sakit kepala, ya, teman-teman🤣.

Maap, pendek.

T.B.C

HAPPINESS Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang