2 [untuk apa kembali]

142 14 0
                                        

Vote ya...

Dan follow instagram : lika.28_11_98

Dan akun ini Arnesius

Makasih sayang pasrtisipasinya 😘

****

Malam harinya dia pulang bersama papahnya. Setelah menanyakan apakah papahnya tau Al sudah kembali. Tapi papahnya tidak tahu menahu tentang itu dan dapat dipastikan belum bertemu dengan Al. Mobil hitamnya terparkir di garasi depan perumahan, rumah di sini sangat mencerminkan perkotaan yang di tata dengan rapi.

"Mah-mah ko lampu rumah Al nyala" Indira berteriak, sigap mencari ibunya di dapur. Wanita dewasa yang sudah terlihat sedikit menua itu tengah menyiapkan hidangan di meja makan.

"Katanya ada yang mau nempatin lagi. Eh papah mana?"

"Siapa yang nempatin mah?"

"Tadi Al kesini nyariin kamu"

"Keluarga Al pindah lagi kesini?! Kok bisa gitu sih mah"

"Iya. Baru di bersihin doang sih mamah liat tadi. Kalau orang tuanya mungkin lusa datang pindahan. Ck, papah kamu mana. Di tanya kok nyerocos Al mulu"

"Ya papah ada lah. Masih di luar. Ih mamah kenapa gak nelpon Ira kalau Al datang"

"Kamu datengin aja rumah-"

"Dih ogah"

"Apasih kamu gak jelas. Kangen bilang aja kok gengsi begitu. Udah lama kalian lost contact 'kan"

"Lagian kenapa keluarga Al pindah gitu aja. Apa mereka melakukan kesalahan? Atau Al yang bermasalah" Indira tersenyum kecut berharap semua orang sadar akan kalimat terakhirnya.

Ibunya terlihat berfikir "mungkim mereka lagi ada masalah. Mamah juga gak tau apa, tapi mungkin itu sangat darurat sehingga mereka pindah"

"Anaknya yang bermasalah" gumam Indira sangat pelan.

"Apa Ra?"

"Gak"

"Panggilin papah. Suruh makan, lagi apa sih diluar ngitung jangkrik"

Indira pergi keluar. Baru saja papahnya selesai berbincang dengan seseorang. Namun lawan bicaranya sudah pergi menuju sebrang rumah.

Papahnya berbalik melihat Indira kearahnya "kamu tadi nanyain Al. Tuh dia udah kembali"

"Papah yakin itu Al?"

"Iyalah. Toh wajah Al masih gitu-gitu aja. Dia tadi nanyain kamu, papah bilang aja kamu lagi makan. Di suruh masuk gak mau"

Rasanya darah Indira bergejolak terus. Matanya memanas ingin menangis dan berontak marah. Sulit mendefinisikan antara benci, sedih maupun senang di saat ini. Bahkan kalau ada granat, sudah ia lemparkan kerumah Al untuk mewakili perasaannya sekarang.

Sebuah notifikasi masuk.

"Kangen"

Indira mengernyit atas pesan dari nomor tidak dikenal.

"Siapa?"

Tidak lama bahkan pesan selanjutnya sigap membalas.

"Gue Ra"

Indira mendengus kesal. "Gue gak tau siapa lo. Gue blokir ya!"

"Jangan"

"Gue baru ganti nomor masa langsung diblokir"

Baru saja hendak memblokir pesan baru masuk.

"Lu inget siapa yang nyiram kamar lo sama air comberan satu komplek?"

SPOGULISTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang