"Sssttt..ssttt..dek..dek.."
Bermodal penampilan yang acak adul, seragam yang sudah keluar dari tempatnya, dasi yang sudah dilepas. Tapi itu sama sekali tidak mengurangi kegantengan dari Nava. Malah menambah kadar kegantengannya menjadi sedikit meningkat.
"Gilak, gue dipanggil sama kak Nava"
"Sini dulu dong dek" Aziz senyum sembari melambaikan tangan ke arah adek kelas yang baru saja di goda Nava.
"A-ada apa kak?"
"Nama lo siapa dek?" Tanya Nava.
"N-nama aku a-ayu kak"
"Cantik. Sama kaya orangnya" gombal Nava.
"Em..m-makasih kak"
"Nanti pulang sekolah jalan sama gue yuk" ajak Nava, "Kita makan. Nanti gue tunggu di depan gerbang, mana nomor ponsel Lo, biar nanti gue hubungannya gak susah"
"Nanti?" Tanya adek kelas itu memastikan dengan mata berbinar.
"Iya. Lo bisa kan?"
"B-bisa kok kak, i-ini ponselku. Kak Nava catet aja"
"Oke, see you pulang sekolah dek"
Adek kelas tadi langsung senyum bungah banget. Nava sendiri yang melihatnya juga ikut tersenyum lebar. Cantik, mungil, mulus udah idaman banget pokoknya. Mening.
"Gampang banget ya Lo dapetin cewek. Sekali gombal langsung klepek-klepek" ikut Yunus diakhiri kekehan.
"Yang penting berani," balas Nava.
Aziz menepuk lengan Nava pelan, "Liat noh, diujung. Ada yang natap Lo kesel campur sedih tuh,"
Nava melirik di bagian ujung kantin, seperti yang dibilang Aziz tadi. Sial, cewek yang kemarin. Yang nekat ngikutin dia sampai ke rumah-rumah nya. Emang ya, cewe kalo udah suka, pasti bakalan di stalking sampai akar-akarnya.
"Cemburu tuh, liat Lo tadi godain adek kelas,"
"Bukan urusan gue,"
Yunus dan Aziz geleng-geleng melihat kelakuan Nava. Pasalnya, Nava akan sangat berubah jika sudah berurusan dengan adek kelasnya kemarin, Sella.
"Dek..sini" Yunus melambaikan tangannya ke Sella dan Cika saat keduanya sedang menatap meja Nava dan teman-teman nya.
Cika yang melihat Yunus seperti sedang berbicara kepadanya, langsung menunjuk dirinya sendiri, seakan-akan bilang 'lo bicara sama gue'. Yunus segera menggangguk sambil senyum dan mengedipkan sebelah matanya. Emang ya, kalo dari ketua geng kaya gitu, anggotanya jadi ikut-ikutan.
"Sell, kita dipanggil kak Yunus tuh. Suruh kesana katanya," ucap Cika sembari menyenggol lengan Sella.
Tanpa menjawab pertanyaan Cika, Sella segera berjalan ke arah meja Nava dan temannya. Sella mengambil posisi duduk disampingnya Nava, karena memang kebetulan tempat duduk disamping Nava kosong. Yunus duduk dengan Aziz, jomblo tingkat akut.
"Yaelah, belum juga dijawab. Udah di tinggal aja gue," gerutu Cika.
Nava yang sadar akan kehadiran Sella disampingnya tetap bersikap bodo amat seolah-olah seperti tidak ada orang yang menempati kursi disampingnya. Padahal dalam hati, sudah merutuki Yunus yang malah memanggil Sella untuk datang.
"Hai dek..apa kabs?" Ucap Aziz basa basi.
"Lagi gak baik," balas Sella
"Kenawhy?"
"Gak tau lagi kesel aja, sebel"
"Tumben, lagi kesel sama siapa? Sama Pak Adri?" Yunus terkekeh. Masalahnya Pak Adri termasuk salah satu guru yang killer, tegas, tergantung mood, banyak tugas, kuis, dll. Seakan-akan guru BK, jika ada yang telat atau melanggar peraturan pasti akan berurusan dengan Pak Adri, padahal sebenarnya Pak Adri adalah guru Matematika wajib, dan bukan guru BK. Ngeselin emang.
"Enggak. Pak Adri mah baik, tegas, gak suka godain cewek-cewek," ucap Sella dengan menekan kata godain cewek-cewek.
"Ngarep banget digodain sama Pak Adri," Sella menoleh ke sebelahnya dengan menganga. Barusan Nava menganggap itu omongannya?
Tapi meskipun berbicara begitu, Nava tetap fokus dengan makanannya, "Gak usah liatin gue. Gue risih,"
Sella tersenyum, "Engga, siapa yang ngarep digodain pak Adri, aku mah ngarepnya digodain Nava Arduino," teman-teman Nava terkekeh mendengar jawaban Sella yang bar-bar, "Oh ya, nama ig kak Nava apaan? Soalnya dari kemarin aku cari ga ketemu-ketemu,"
Iya, semalam setelah pulang dari rumah Nava, Sella berniat mencari nama Instagram milik Nava. Tapi dia sudah mencari dari mulai Nava, Nava Arduino, dan banyak lagi tapi nihil. Ga ketemu juga.
"Eh tapi kemarin Lo follow ig gue deh kayanya?" Tanya Aziz memastikan
"Iya, soalnya kemarin udah frustasi cari punya kak Nava gak ketemu, terus cari aja Aziz Firmansyah, ketemu deh punya kak Aziz. Terus aku cari di pengikut juga gak ada nama Nava,"
"Kepo," Jawab Nava, dia sungguh risih, berkali-kali mendengar kata kak Nava yang keluar dari mulut Sella.
"Yaudah kak, aku kasih tau ig aku, namanya @sellakarina,"
"Sell..udah bel, ayo balik! Duluan ya kak," pamit Cika kemudian menarik tangan Sella.
"Yoi, hati-hati dek"
"Gila sih Lo Nav, cewek secantik Sella aja Lo diemin. Padahal mah biasanya langsung di gebet. Parah..parah..parah, sungguh pencapaian yang luar biasa," ucap Aziz sembari memberi tepuk tangan untuk Nava. Gila emang.
KAMU SEDANG MEMBACA
Lava
Ficção AdolescenteSEDANG TAHAP REVISI Nava Arduino, seorang kakak kelas yang katanya ganteng banget, gans, keren, pokoknya ga ada obat. Kegantengan Nava ini diibaratkan seperti daya magnet yang luar biasa, tidak hanya temannya, kakak kelasnya, dan adek kelasnya saja...
