3
TARGET
Awal Pertemuan Dua Pemeran Utama
🛹🏍️
📖📖📖📖📖
Ketika gadis itu sedang melewati jalanan yang sepi tiba-tiba telinganya mendengar suara gaduh. Asal suara itu sepertinya tidak jauh dari tempatnya saat ini. Ia penasaran dan menghampiri asal suara tersebut.
Gadis itu menghentikan laju skateboardnya. Tidak jauh di depannya terdapat aksi perkelahian.
"1..
2..
3..
4..
5..."
Hitung gadis itu.
Lima dari mereka yaitu empat cowok dengan kaos yang berbeda sedang menyerang seorang cowok dengan pakaian seragam putih abu.
Gadis itu tersenyum penuh arti. Matanya seperti melihat kumpulan uang yang sangat banyak.
Dengan cepat gadis itu melajukan skateboardnya mendekati perkelahian tersebut. Dan langsung menghantam salah satu cowok yang mengeroyok dengan skateboardnya.
BRAK!
"ANJ*NG!" Umpat cowok berbaju merah yang di serang secara tiba-tiba oleh gadis tersebut.
Mereka yang tadinya sedang asik berkelahi kini langsung berhenti, dan pandangannya beralih pada seorang gadis yang tiba-tiba muncul menyerang salah satu dari mereka.
"Haiii.." Sapa gadis itu sambil melambaikan salah satu tangannya dan tersenyum sok ramah.
"Siapa lo?" Tanya cowok berbaju merah dengan tatapan marah. "Ceweknya dia?" Tambahnya sambil melirik ke arah cowok yang sedang berusaha berdiri dan merupakan korban keroyok dari empat cowok tersebut.
"Bukan, gue ga kenal dia" Jawab gadis itu dengan santainya.
"Terus lo siapa?!, tiba-tiba datang dan nyerang gue?, mau jadi superhero lo hah?" Tanya cowok berbaju merah.
Gadis itu melepaskan skateboardnya hingga tergeletak di aspal, lalu menyilangkan kedua tangannya di depan dada. "Gue mau bikin kesepakatan sama kalian" Ucapnya.
"Apa? Lo mau jual diri sama kita?" Ucap cowok berkaos merah dan tersenyum penuh arti. Begitupun dengan tiga kawannya yang juga menatap gadis itu dengan penuh arti dan tatapan lapar.
"Gue cuma pengen isi dompet kalian, setelah itu gue akan langsung pergi dan tanpa melaporakan perkelahian kalian kepada siapapun" Jelas gadis itu.
"Lo bermaksud mau ngerampok kita ? Hahahaha!" Tanya cowok berbaju merah dengan pandangan tidak percaya, lalu tertawa dan diikuti oleh ketiga kawannya.
Gadis itu berdecak. "Lama.." Gumamnya dan langsung menyerang keempat cowok tersebut.
Keempat cowok tersebut terkejut dan mengumpat sumpah serapah karena di serang secara tiba-tiba. Akhirnya meraka berkelahi satu gadis lawan empat cowok.
BUGH!
BUGH!
BUGH!
Gadis itu menonjok, menendang dan bahkan membanting keempat cowok tersebut satu persatu. Untunglah badan keempat cowok itu tidak terlalu besar jadi dia dapat dengan mudah melawannya. Walaupun begitu tetap saja itu sangat hebat, terlebih gadis itu hari ini tidak makan banyak yang seharusnya tidak memiliki tenaga untuk berkelahi, tetapi kenyataannya tenaganya masih kuat.
Sedangkan cowok yang sempat di keroyok tadi tidak berniat membantu. Ia hanya berdiri dan bersandar di badan motor besarnya sambil memperhatikan perkelahian tersebut. Ia sengaja tidak ingin membantu karena ingin melaihat sampai mana gadis itu dapat bertahan. Entah kenapa ia penasaran dengan gadis itu. Pertama kalinya ia melihat seorang gadis berkelahi, terlebih dengan menyerang empat cowok dengan sendirian.
Ternyata gadis itu dapat bertahan sampai akhir, walaupun terdapat beberapa luka lebam di wajah dan sebagian tubuhnya.
Gadis itu menghembuskan nafas lega. Lalu mulai mengambil dompet keempat cowok tersebut di saku belakang celana levis mereka masing-masing. Ia mengambil semua uang tunai yang ada di dalam dompet tersebut. Dan betapa senangnya ketika uang dari empat dompet tersebut berjumlah tiga juta.
Wuhohohoho!. Sungguh sangat memuaskan bagi gadis itu. Pertama kalinya ia mendapatkan uang palakan sebanyak itu.
"Thanks.." Ucap gadis itu dan membuang empat dompet tersebut kearah empat cowok yang sudah tergeletak tak berdaya di aspal jalanan.
Gadis itu berbalik dan berjalan menghampiri skateboardnya untuk diambil. Lalu berlari ke arah cowok berseragam putih abu yang siap untuk pergi dengan motornya. Tanpa permisi ia langsung melompat naik ke atas jok motor cowok tersebut agar tidak ditinggal pergi.
"Turun" Ucap cowok itu datar.
"Anterin gue kesini" Ucap gadis itu sambil memperlihatkan selembar brosur yang terdapat alamat sebuah sekolah menengah atas. Tanpa memperdulikan ucapan cowok tersebut dan tanpa berbasa basi apakah cowok itu mau mengantarnya atau tidak.
"Ga" Ucap cowok itu singkat, padat, jelas. Mungkin jika cewek lain yang mendengar penolakan seperti itu akan merasa sakit hati. Tapi tidak dengan gadis satu ini yang sama sekali tidak tersinggung oleh ucapan cowok itu.
"Gue maksa" Ucap gadis itu.
"Turun sekarang." Tegas cowok itu dengan nada tajam.
"Ga akan, sebelum lo anterin gue ke alamat ini" Ucap gadis itu.
"Turun atau gue paksa?"
"Gak dua-duanya"
Cowok itu hendak turun untuk memaksa gadis tersebut turun dari motornya. Namun baru mengangkat kakinya, tiba-tiba gadis itu sudah mencondongkan sebuah pistol tepat di belakang kepalanya.
"Anterin atau gue tembak ?" Tanya gadis itu dengan suara tajam.
Cowok itu seketika membatalkan niatnya. "Siapa lo ?" Tanyanya.
"Lo ga perlu tau, cukup antar gue sekarang" Jawab gadis itu.
Cowok itu diam, membiarkan keheningkan tercipta untuk beberapa detik di antara mereka. Lalu memutuskan untuk menjalankan motornya. Mengantarkan gadis itu ke alamat yang ingin di tuju.
KAMU SEDANG MEMBACA
TARGET
Novela Juvenil📌📌📌 Tentang rasanya menghancurkan dan dihancurkan orang yang di cintai. Ini adalah cerita tentang seorang gadis yang jatuh cinta kepada target yang harus dihancurkannya. 📢📢📢 Perhatian! Pertama. Aku penulis pemula yang iseng nulis aja karna ada...
