Target 11 • Hari Pertama Tuan dan Peliharaanya

4 1 1
                                        

11
TARGET
Hari Pertama
Tuan & Peliharaanya
👩🏻‍🦰🦮

📖📖📖📖📖

Shira membuka pintu atap sekolah dengan mendorong menggunakan bahunya, karena kedua tanganya memegang sepiring sate dan sebotol air mineral yang di curinya. Dia masuk dan berjalan menuju ke arah Kenan yang sedang duduk di atas tembok pembatas.

Kenan sedang duduk sambil merokok dan memandang ke arah gerbang sekolah. Berharap seseorang yang dia tunggu muncul dari sana.

Shira yang sudah ada di dekat Kenan dan melihay cowok itu merokok, mendesis dan mengenyirt tidak suka. Dia sangat tidak tahan dengan bau asap rokok, asap rokok yang baunya sangat menyengat membuat dadanya merasa sesak dan tidak nyaman.

"Pegang" Ucap Shira sambil mengulurkan sepiring sate ke arah Kenan.

Tapi Kenan diam saja. Seolah tidak mendengar ucapan Shira.

Shira mencapit air mineral di ketiaknya, lalu dengan seenaknya mengambil sebatang rokok yang sedang di isap oleh Kenan. Dia membuang rokok itu ke lantai dan di injaknya sampai benar-benar mati.

Kenan langsung menoleh ke arah Shira dengan tatapan marah.

"Pegang" Ucap Shira sambil mendorong kembali sepiring sate sampai mengenai dada Kenan. Dia tidak memperdulikan tatapan marah Kenan.

Kenan dengan kasar menjauhkan tangan Shira darinya, dan hal itu hampir saja membuat sate yang ada di piring jatuh.

"Lo gila ya ?!, Makanannya mau jatuh!" Ucap Shira.

Kenan tidak peduli, dia mengeluarkan sebungkus rokok dari kemejanya, dan hendak mengeluarkan sebatang rokok untuk kembali di hisapnya. Tapi belum sempat cowok itu mengeluarkan, Shira sudah lebih dulu merebutnya.

Kenan kembali menoleh, dengan ekspresi yang semakin geram dengan tingkah Shira yang menurutnya terlalu ikut campur dengan dirinya.

Shira menatap Kenan tanpa takut, dia menyemplungkan bungkus rokok tersebut ke dalam kemejanya, lalu tersenyum.

"Inget ya, lo harus nurutin semua permintaan gue, tidak terkecuali" Ucap Shira, lalu kembali menyodorkan sepiring sate kepada Kenan, kalo ini dengan sedikit kasar sampai menyentuh dada cowok itu. "Ambil, dan makan" Ucapnya.

Kenan terlahan menahan amarahnya, jika tidak terikat janji itu, mungkin Kenan sudah menghajar Shira, tidak peduli jenis kelaminnya. Kenan mengambil sepiring sate itu dengan kasar, tapi dia tidak memakannya. Kenan masih menatap Shira dengan tatapan tidak senangnya. "Kembalikan rokok gue" Ucap Kenan dengan nada dinginnya, seperti biasa.

"Gue bakal balikin, setelah lo makan itu sampai habis" Ucap Shira sambil melirik ke arah sepiring sate yang ada di tangan Kenan.

Kenan kembali terlihat geram.

"Lo perlu bertahan kalo misalnya masih pengen hidup di dunia ini. Hal yang bisa bikin lo bertahan itu adalah.." Ucap Shira menggantung, lalu menunjuk perut Kenan. "Perut lo, jadi pelihara perut lo dengan baik-baik" Ucapnya.

Perlahan ekspresi Kenan mulai melunak, tidak geram lagi. Dia menoleh ke arah lain dan mulai memakan sate tersebut.

Shira ikut naik ke atas tembok pembatas, duduk di samping Kenan dengan jarak tiga jengkal. Dia menoleh ke samping kanan, memperhatikan Kenan yang sedang memakan satenya. Cowok itu makan tanpa ekspresi dan matanya seperti memperlihatkan bahwa pikirannya sedang berkelana. Shira mengetahui jika Kenan tidak merasakan apapun dari makanan tersebut, karena diri cowok itu sedang dalam keadaan yang tidak bisa menikmati rasa dari sebuah makanan. Dia dulu juga pernah mengalami itu.

TARGETCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang