'Aku bisa jadi Wooseok yang sebenernya ketika aku sama Yohan'
Itu yang selalu ada dipikiran Wooseok setelah dia tau kalau dia itu matenya alpha muda yang dari kecil udah bareng sama dia.
Wooseok terima kalau matenya itu Yohan, alpha yang lebih muda. Dia malah seneng banget ketemunya sama Yohan, jadi dia ga perlu repot-repot untuk kenalan lagi.
Hidup Wooseok berubah.
Sekarang udah ada orang yang bakal jaga dia, seumur hidup kalo boleh nambahin.
Wooseok seneng dijagain Yohan. Dari dia bangun tidur sampe tidur lagi, selalu dalam dekapan Yohan secara emosional.
Wooseok suka skinship. Dia jarang nunjukkin itu, tapi kalau ke Yohan dia gabisa bendung. Maunya pegang pegang pegang. Peluk, tatap matanya atau cium. Yang terakhir itu spesial, Wooseok gapernah cium orang lain selain orang tuanya. Rasanya aneh, Wooseok kayak melayang. Makanya dia senyum pas pertana kali dia cium bibir Yohan. Indah banget ternyata rasanya.
Dia berani ketika ada Yohan.
Semangatnya juga sebagian besar ada dari kalimat yang Yohan tutur disesi ngobrol pagi.
"Kamu semangat dong hari ini"
"Aku sayang kamu Wooseok"
"Ayo ketemu, aku kangen"
Wooseok dulu anggep yang kayak gitu cheesy, tapi ternyata powernya kuat banget ketika yang ngomong itu cinta abadinya.
Wooseok berubah, perubahan yang baik.
Ga sekali dua kali Yohan bilang Wooseok clingy, terus Wooseok malu sedikit, tapi dia tetep clingy. Ga mau pura-pura, jadi dia selalu nempel. Kayak misalnya kalau mereka lagi berdua dijalan pulang, Wooseok ga segan tuh nyenderin kepala ke bahu Yohan, atau ketika lagi makan terus tiba-tiba cium pipi Yohan. Hihi. Ya itu Wooseok, dia clingy, tapi Yohan ganti kata clingy jadi penyayang. Kayak kucing manja yang kalo pagi minta dielus-elus.
Sekarang juga, Wooseok banyak mikirin gimana caranya biar Yohan bahagia tapi alesannya harus dia.
Wooseok mulai belajar bikin makanan buat Yohan, nyoba paham tentang kerjaan dia, pokoknya Wooseok tiap hari belajar tentang Yohan.
Biasanya dia cuek.
Wooseok sekarang juga udah bisa nyatain perasaan dia sebenernya kayak gimana. Kalau dia gak suka, dia bilang gak suka. Kalau suka dia bilang suka (sambil malu-malu).
Wooseok selalu nanya ke Yohan,
"Kamu sayang aku gaa?"
"Yohan sayang Wooseok ga?"
"Sayang gak?"
Bukan karena insecure, lebih karena dia manja dan pengennya Yohan sayang dia terus. Makanya dibilang penyayang sama Yohan.
Wooseok berani ngutarain apa yang dia mau. Salah satunya adalah dia minta Yohan buat make love to him.
Aduh, susah banget sumpah. Harus ngemis pake muka melas dan terlihat seperti kucing belom makan berbulan-bulan.
Itu juga nyaris gagal.
Tapi terimakasih kepada heat. Hehe.
Sebenernya waktu itu Wooseok masih sadar banget, heat dia ga parah, tapi tetep ga enak rasanya.
"Yohan cepet ih"
"Ihhh, please..."
"Mau lagi dong. Ayoo cium"
"Yohan please ayo..."
Ya gitu, Wooseok berani. Berani banget.
Hidup makin berubah setelah dia tau dia bakal punya Jun. Si kecil.
Aneh banget rasanya ada nyawa tumbuh di dalem diri dia. Pure. Punya Wooseok sama Yohan. Rasanya kayak, Wooseok siap banget ngasih segalanya buat dia, segalanya, termasuk nyawa. Padahal ketemu aja belom, kan?
Dia juga makin sayang sama Yohan yang intensitas perlindungannya nambah beratusratus persen. Dia cuma pengen Yohan bahagia. Bahagianya Yohan sama Jun itu nomer satu. Bahagianya sendiri, itu tergantung bahagianya Yohan dan Jun.
Wooseok berubah. Dia lebih lembut lagi, penyayang dan berani. Semua karena Yohan dan Jun.
KAMU SEDANG MEMBACA
FINALLY, ITS YOU
FanficCerita tentang soulmate. Possessive alpha and strong omega. Persahabatan dan magical things yang orang bilang ternyata bener. Ini cerita fantasy yang kalau dipikirin ga akan masuk. Welcome. Warnings! Semacam drabble sih ini. Fast forward. ABO!verse...
