Kembali tidak mengembalikan tawa Lagi pergi tak mengucap permisi
Kembali, kamu yang tidak merasa telah mengguratkan luka
Kembali, saya harus rela tertawa dengan hati yang tersayat parah
Kembali, kamu pergi setelah datang tanpa pernah ingin berjuang
Kembali, saya yang tidak tahu diri mencintai
Kembali, saya lari membuang duka yang kini datang lagi
Kembali, patah merasa lelah disembuhkan untuk yang kesekian
Kita, saling menyakiti sampai hampir kembali mati
Saling meninggalkan sampai takdir kembali mempertemukan
Dan kini...
Kita sudah menjadi kamu dan saya yang beda
Sudah menjadi kamu dan saya yang seharusnya melupa
Sudah menjadi kamu dan saya yang harus bahagia di depan mereka meskipun hanya sekadar berpura-pura
KAMU SEDANG MEMBACA
Elegi Sandhya
Manusia SerigalaAda yang kuat akibat disayat Ada yang menyerah karena sering patah Sampai akhirnya, ada yang pergi Sebab kamu terlalu mencintai dirimu sendiri Annisa Fadhila
