18

2.4K 304 16
                                        

Author POV

"Kak, mungkin ini saat yang tepat, gue mau, kita cerai"

Seungwoo hanya bisa diam, mulutnya terkatup rapat saat mendengar pernyataan Lea. "Bentar, lo serius?" tanya Jisung. "Gue serius, lagi pula kak Seungwoo udah ada perempuan yang bisa buat dia bahagia kan? Dari pada gue uring uringan, mending gue pastiin, gue minta cerai" jawab Lea.

Seungwoo masih saja diam menatap dalam cincin didepannya. "Kak Seungwoo juga gak pake cincinnya kan? Berarti dia juga menginginkan perceraian ini" lanjut Lea.

Seungwoo menghelas nafasnya. "Kalo itu mau lo, oke, gue turutin" putus Seungwoo. Lea tersenyum samar, dia sudah menduga Seungwoo akan menjawab itu. "Bang!, lo gila?!, lo mau mama tambah kecewa sama lo?!" omel Jisung.

"Gue gak bisa apa apa sung, kalo itu kemauan Lea, gue ikutin" jawab Seungwoo. "Gue tau, lo itu emang udah ada niatan nyerain Lea, makanya lo langsung ngeiyain dia kan?!" Jisung emosi.

"Gak sung!, ini real permintaan Lea" elak Seungwoo. "Alah basi! Buktinya lo gak pake cincinnya kan?! Sekarang, dimana tuh cincin?!" Jisung udah diambang batas emosinya. Untung dia masih bisa berfikir jernih, kalau yang dihadapinya ini abangnya sendiri.

"Gue simpen dirumah" jawab Seungwoo. "Palingan udah lo buang" Jisung sengaja mancing emosi Seungwoo, kalo emosinya udah kepancing, semua yang ada dipikiran Seungwoo bakalan keluar gitu aja dari mulutnya.

"Jaga ya omongan lo" saut Seungwoo yang udah mulai emosi. "Loh? Emang bener kan?" Jisung sengaja menekan kata bener. "Gak, cincin itu gue simpan" jawab Seungwoo yang berusaha mengontrol emosinya. Jisung tersenyum tipis melihat Seungwoo menahan emosinya.



"Udah, jangan ribut disini. Besok suratnya bakalan ada ditangan kakak" ucap Lea, dan pergi dari ruangannya.

Seungwoo terduduk disofa ruangan Lea, "Gimana? Sakit?" tanya Jisung dengan remeh. "Makanya jangan sok mainin cewek lo, kena juga kan" sinis Jisung.

"Lo kenapa sih? Sinis mulu sama gue, masalah lo apa sama gue?!" ucap Seungwoo dan kini ia menarik kerah kemeja kerja Jisung. Jisung tersenyum miring. "Masalah gue, lo nyakitin Lea lagi, bang" jawab Jisung. Seungwoo menghempaskan Jisung, dan dia kembali duduk di sofa.

"Yaa gue harus gimana? Gue udah banyak nyakitin dia, cuma ini caranya supaya dia gak sakit terus karena gue" ucap Seungwoo. "Lo bego? Dia berbuat gini, karena dia liat lo jalan sama Eunbi, dia ngilang setahun itu buat nguji lo! Lo bisa gak setia sama dia! Dan nyatanya? Lo buang kesempatan itu sia sia, dan balikan sama Eunbi!" Jisung sakit ngeliat Lea sakit, makanya dia kasih tau yang ada diotak dia sekarang.

Seungwoo hanya bisa diam dalam penyesalannya. "Emang bener yang bang Jinhyuk bilang, lo gak pernah berubah, lo sama aja pas lo ninggalin kak Wendy demi si Eunbi jalang itu!" ujar Jisung dengan penuh amarah.

"Gue tau gue bodoh, jangan lo ungkit lagi masalah Wendy!" teriak Seungwoo. Jisung tersenyum sinis lagi. "Kenapa? Merasa bersalah udah buat kak Wendy depresi dan akhirnya bunuh diri? Telat!" ucap Jisung.

"Lo gak tau apa apa!" bentak Seungwoo ke Jisung. "Kalo gue gak tau apa apa, kenapa gue bisa tau masa lalu lo?" tanya Jisung dengan remeh. "Semua itu gak seperti yang ada dipikiran lo!, Wendy gak bunuh diri , dia meninggal karena didorong Eunbi dari atap gedung kampus! Puas lo?!" sadar, Seungwoo sadar dengan apa yang udah dibilang tadi.

"See? Lo tau itu, DAN LO MASIH MAU PUNYA HUBUNGAN SAMA TUH CEWEK?! LO MAU LEA NASIBNYA SAMA KAYAK KAK WENDY?! HAH?!" Teriak, Jisung teriak, dia udah gak bisa nahan amarahnya lagi. Abangnya ini terlalu bego.

Seungwoo terdiam, "kenapa?, Sekarang lo cari tuh Eunbi, putusin, atau perlu gue panggil polisi buat nangkep dia, atas tuduhan pembunuhan?" tanya Jisung ke Seungwoo. Seungwoo ngegeleng, "gak perlu lo yang jeblosin, biar gue aja" jawab Seungwoo dan keluar dari ruangan Lea.



"Hahhhh, Lea, gue gak bakal biarin lo cerai dari bang Seungwoo"








Tbc.

Maaf pendek T_T

Cerita selanjutnya otw yaa~~

Destiny's|Han SeungwooCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang