[10]

2.1K 221 51
                                    

Namjoon beserta ketiga sang adik akhirnya telah sampai di halaman rumah. Mereka, Jimin dan Taehyung langsung turun begitu sampai.

Mereka berdua langsung ke pintu belakang, dan membantu Namjoon keluar dari mobil.

"Hyung? Ayo sini tangannya! Aku bantu." Ucap Taehyung.

Namjoon tersenyum, lalu dia menerima uluran tangan Taehyung dan keluar dari mobil.

Jungkook yang tadinya di samping Namjoon pun juga ikut keluar dan langsung menggandeng telapak tangan Namjoon. Seolah-olah tidak ingin jauh dari Namjoon.

"Eh? Kook kenapa? Tiba-tiba saja," ucap Nam-joon heran.

"Tidak apa-apa hyung. Hanya ingin di dekat hyung saja," balas Jungkook dengan senyum manis yang menampilkan gigi kelinci miliknya.

Namjoon yang melihat Jungkook tersenyum pun ikut tersenyum. Baru kali ini dia melihat adik kecil kesayangannya tersenyum sumringah.

Tidak seperti biasanya, yang tersenyum paksa dengan keadaan sekitar.

"Hyung?" Panggil Jungkook ke Namjoon.

Namjoon menoleh, menatap ke arah Jungkook yang di sampingnya.

"Nanti malam, aku tidur sama hyung ya?"

Namjoon hanya terpaksa mengangguk, dia sebenarnya tidak rela kalau adiknya tidur di kamar miliknya. Karena kamarnya tidak menggunakan AC seperti kamar lainnya. Kamarnya menggunakan kipas angin biasa yang dia beli dengan uang sendiri.

Tapi demi membuat Jungkook senang, dia mau saja jika Jungkook tidur dengannya.

"Kook, untuk hari ini jangan tidur dengan Namjoon hyung dulu ya?" Ucap Jimin yang berada tepat di belakang Jungkook.

Jungkook menghentikan langkahnya, begitu juga dengan Namjoon dan Taehyung.

Jungkook menoleh ke belakang, menatap Jimin yang sedikit lebih rendah darinya. Untuk saat ini tatapan yang diberikan Jungkook sangatlah berbeda, tatapan ini seperti menampilkan kekecewaan yang sudah lama terpendam.

"Jungkook? Kenapa?" Taehyung ikut angkat suara. Mulai aneh dengan keadaan sekitar.

Sementara Namjoon hanya diam. Dia tidak bisa ikut campur masalah adik-adiknya.

"Tae hyung, antar Namjoon hyung masuk lebih dulu. Aku ingin berbicara sebentar dengan Jimin hyung," ucap Jungkook datar.

Mau tidak mau, Taehyung harus menuruti Jungkook. Saat ini Jungkook dalam keadaan yang berbeda, karena nada bicaranya sudah datar.

"Hyung? Ayo masuk dulu," ajak Taehyung sambil menarik tangan Namjoon.

"Eh? Iya. Ayo,"

Taehyung dan Namjoon akhirnya masuk ke dalam rumah terlebih dulu, meninggalkan kedua bersaudara tersebut yang ingin berbicara empat mata.

"Kamu mau bicara apa sama hyung?" Tanya Jimin tanpa basa-basi.

Oke, Jimin ini type laki-laki yang tidak suka basa-basi. Dia langsung akan ke inti jika ada urusan.

Bugh!

Bukan jawaban yang diterima Jimin melainkan sebuah pukulan.

"Jimin hyung bohong! Katanya hyung  sudah memaafkan Namjoon hyung, tapi apa? Hyung malah seperti masih membencinya!" Ucap Jungkook dengan segala kekecewaannya selama ini.

Jimin menatap Jungkook dengan tatapan sendu, sepertinya Jungkook salah menangkap arti tentang di mana dia melarang Jungkook tidur bersama Namjoon.

"Jungkook..." Jimin berjalan mendekati Jungkook dan dia langsung memeluk Jungkook. Tidak peduli jika anak itu memberontak.

"Lepaskan! Aku tidak mau dipeluk sama pembohong seperti hyung!" Jungkook memberontak, tapi sayang tidak bisa. Jimin sudah terlalu erat memeluknya.

"Dengarkan hyung.." Jimin mengelus rambut Jungkook dengan lembut, "hyung tidak membohongi Jungkook. Hyung hanya tidak ingin hyung-hyung lain semakin benci sama Namjoon hyung kalau Jungkook tidur sama Namjoon hyung. Mangkanya itu hyung melarang Jungkook," dan menjelaskan semuanya pada Jungkook dengan lembut.

Jungkook diam. Sudah tidak memberontak lagi, saat ini dia hanya menangis dan terisak mengingat jika Namjoon selalu diperlakukan buruk oleh kakak-kakaknya yang lain.

"Jadi hyung mohon untuk saat ini jangan terlalu dekat dengan Namjoon hyung terlebih dulu, ne?"

Jungkook hanya berdehem. Itupun tidak terdengar sama sekali.

"Sudah ayo masuk. Hyung mau mengobati pipi hyung dulu,"

Jimin melepas pelukannya, lalu menghapus air mata Jungkook dan menariknya masuk ke dalam rumah.

♦️♦️♦️

"Hyung duduk dulu ya? Tae mau ambilkan air minum,"

"Iya,"

Taehyung pergi, dia ke dapur untuk mengambil air minum buat Namjoon.

"Hufft~ sudah lama aku tidak merasakan suasana ini.." gumam Namjoon.

"Suasana di mana semua sepi... Sunyi... Bagaikan kesepian yang selalu menemaniku..."

"Tapi untuk saat ini kamu tidak kesepian lagi Joon. Aku akan bersamamu,"

Namjoon terdiam. Dia langsung menoleh ke arah pintu taman. Dia melihat Hoseok yang sudah berlinang air mata di situ.

"Hoseok? Kenapa di situ?" Namjoon terkejut, dia langsung berdiri tidak peduli jika memang kakinya masih lemas.

Hoseok tidak menjawab. Dia hanya diam menatap Namjoon bagaikan patung.

"Hoseok? Hoseok?" Namjoon memanggilnya berkali-kali.

Tapi tidak digubris oleh Hoseok.

"Namjoon... Apakah selama ini kamu memang kesepian?"

Kali ini bergantian Namjoon yang diam. Dirinya tidak sanggup menjawab pertanyaan Hoseok.

Sudah lama ia tidak berbicara dengan saudara kembarnya itu.

"Namjoon-ah?"

"Namjoon-ah?"

2 kali... 2 kali Namjoon mendengar itu. Mendengar di mana nama ia dipanggil lagi oleh saudara kembarnya.

"Hoseok? Sudah berapa lama kamu tidak memanggil namaku?"














TBC

Hai lemoners!!!

Sudah lama nggak jumpa.

Kangen pasti?

Oh iyah, minta doanya ya?

Senin besok aku mau PTS. Semoga aku bisa ngerjain trus dapet nilai bagus.

Jangan lupa vomment yah!! Seperti biasa..

Lemonahwall

[3] I NEED U - [KNJ]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang