EPISODE 22

11.8K 871 36
                                        

.
.
.
.
.
.

Jangan lupa coment dan ⭐

***

Saat ini Jungkook telah berada di kamar hotelnya meresapi perkataan hyungnya sebelumnya. Dia hanya berfikir ternyata Lisa tidak meninggalkannya karena mengkhianati cintanya tetapi karena terpaksa.

"Kenapa dia tidak berbagi beban kepadaku dan hanya menanggung bebannya sendiri. Membuat dia dibenci dan disalah pahami." Ucap Jungkook bergumam sendiri.

Jungkook hanya melihat layar Hpnya. Dia ingin sekali menelfon gadisnya itu tetapi dia sudah berjanji kepada hyungnya untuk tidak melakukan itu. Akhirnya Jungkook dengan susah payah memejamkan matanya.

.
.
.

BTS berada di LA sedangkan Blackpink berada di New York. Lisa yang mendatangi kamar hotel Jisoo seperti biasanya mengajak Jisoo untuk makan bersama.

"Unnie. Aku lapar." Ucap Lisa setelah membuka pintu.

"Kau ingin makan apa?"

"Jajangmyeon."

"Hey.. kau gila. Kita bukan sedang di Korea"

"Haha.. pizza bagaimana?"

"Okey deal. Aku akan menelpon layanan hotel."

Setelah Jisoo memesan makanan dan makanan nya datang, mereka makan bersama di balkon kamar Jisoo.

"Lisa-ya..."

"Eem?" Jawab Lisa sambil meminum jus jeruknya.

"Besok malam kita makan malam di luar gimana?"

"Kau ingin mengajakku dinner romantis Unnie?"

"Kau gila? Aku hanya ingin makan diluar dan menikmati malam di New York."

"Baiklah.. nanti minta manager oppa untuk booking tempat."

" Tidak perlu. Aku sudah menemui tempat yang bagus. Dan aku ingin hanya kita berdua. Tidak usah membawa manager oppa."

"Kau kenapa Unnie? Kau bosan ya.. ingin melarikan diri?"

"Iyaa. Aku ingin makan biasa saja. Bagaimana? Deal?"

"Okey deal.. kita akan keluar diam diam nanti malam. Sepertinya akan sangat seru."

"Okey. Aku akan mengatur semuanya."

Setelah makan malam dan berbincang bincang dengan Jisoo. Lisa kembali ke kamar tidurnya untuk segera memejamkan matanya untuk istirahat.

.
.
.

Keesokan malam harinya setelah latihan untuk konser, sesuai rencana Jisoo dan Lisa diam diam keluar dari kamar hotel untuk menuju restoran yang sudah di pesan khusus oleh Jisoo.

"Disini tempatnya Unnie?" Tanya Lisa di depan restoran yang terlihat sepi dari luar padahal tempatnya sangat bagus dan terlihat nyaman.

"Iyaa. Aku sudah memesan satu restoran agar aman untuk kita."

"Kita kan hanya datang untuk makan berdua bukannya untuk dating."

"Yaa...!! Meskipun di New York aku tidak ingin ada orang yang mengenali kita dan mengganggu."

"Huuftt.. baiklah. Terserah apa katamu Unnie. Ayok kita masuk saja."

Saat mereka masuk ke dalam restoran mereka langsung menuju lantai 2. Tetapi anehnya tidak ada banyak pelayan di sana.

"Kenapa sangat sepi sekali Unnie? Pelayan pun tidak terlihat."

"Sudah kau ikuti saja." Jawab Jisoo. Sebenarnya Jisoo sengaja memesan restoran ini untuk mempertemukan Jungkook dan Lisa makanya dia mengosongakan tempat itu termasuk pelayannya dan hanya ada beberapa pelayan restoran agar hubungan mereka tidak bocor ke luar.

Saat mereka berdua keluar dari lift Lisa melihat seseorang yang tidak asing baginya. Seorang lelaki yang bertubuh tegap dengan rambut agak sedikit gondrong yang sudah lama tidak bertegur sapa dengannya.

"Unnie. Ini tidak lucu!!." Ucap Lisa kepada Jisoo dan hendak masuk ke dalam lift lagi meninggalkan mereka.

"Lisa-ya.. dengarkan aku dulu." Ucap Jisoo menahan Lisa. "Jungkook sudah tau semuanya. Aku sudah memberitahu nya. Jin oppa dan aku yang mengatur ini semua."

"Unnie. Kau tau ini tidak benar. Aku tidak ingin berada di posisi ini. Aku ingin pergi."

"Lisa-ya.. kenapa kau begitu ingin menghindari ku? Aku rela rela jauh dari LA kemari ingin bertemu denganmu." Ucap Jungkook.

"Aku tidak memintamu untuk datang. Jadi jangan mengeluh kepadaku." Jawab Lisa dengan nada cuek.

"Bisakah kau dengarkan aku dulu?" Ucap Jungkook menggenggam tangan Lisa erat agar dia tidak pergi. "Aku mungkin bodoh kehilangan kesempatan 1 tahun lalu untuk mempertahankanmu. Tapi sekarang, malam ini aku tidak akan membiarkan mu meninggalkanku." Ucap Jungkook menatap mata Lisa.

"Bukankah kau sudah dengar alasanku meninggalkanmu. Lalu kenapa kau masih saja ingin kita kembali?"

"Karena aku tidak perduli dengan orang lain. Aku hanya mencintaimu, aku tidak perduli dengan orang orang yang berniat mempublish kita dan mencari cara untuk memisahkan kita. Aku hanya peduli kepadamu."

"Jeon Jungkook... Aku peduli. Karir ku yang selama ini aku rencanakan baru saja mulai di bangun. Kau ingin meruntuhkan nya? Kau juga sedang besar besarnya. Menurutmu siapa yang akan disalahkan dan di benci dunia kalau hubungan kita diketahui netizen? Sudah jelas pihak wanita Jungkook. Apa kau masih bisa menjagaku disaat aku dijatuhkan?"

"Aku akan menjagamu. Aku tidak akan membiarkan orang lain mengetahui hubungan kita, aku janji.. aku hanya menginginkanmu Lisa-ya."

"Aku juga ingin bersikap egois seperti ini Jungkook. Tapi aku tidak bisa mengabaikan memberku yang lain."

"Lisa-ya aku juga memiliki hubungan dengan Jin oppa, Jennie memiliki hubungan dengan Kai oppa dan Cheng juga dekat dengan Chanyeol oppa. Mengapa kau menyiksa dirimu sendiri dengan memikirkan kebahagiaan kami? Ini hanya karena kau yang kebetulan saja yang di temukan dispact sedang berkencan, kau hanya perlu menjaganya lebih baik lagi. Aku sebagai kakakmu juga ingin kau bahagia." Ucap Jisoo memegang kedua pundak Lisa. "Kita akan menjaga hubungan ini bersama sama agar tidak diketahui lagi oleh orang luar. Jadi aku mohon jangan bohongi perasaanmu. Aku tau kau masih mencintai Jungkook." Lanjut Jisoo.

"Unnie.." ucap Lisa sambil menitihkan air mata memeluk kakak tertua nya itu.

"Berbahagialah adikku. Jangan menyiksa dirimu sendiri untuk orang lain. Kami sangat ingin kau bahagia." Ucap Jisoo memeluk erat Lisa.

"Bisakah aku juga memelukmu?" Ucap Jungkook dengan wajah berharap berdiri di belakang Lisa.

Lisa tersenyum dan langsung berlari kecil memeluk Jungkook. "Aku merindukanmu." Ucapnya sambil menangis bahagia.

"Aku lebih merindukanmu sampai bisa gila rasanya. Berjanjilah untuk berbagi beban apapun itu kepada ku. Berjanjilah untuk tidak meninggalkanku seperti dulu lagi. Berjanjilah untuk jujur apapun yang terjadi." Ucap Jungkook sambil membalas pelukan Lisa dengan sangat erat.

"Eemm.." ucap Lisa mengangguk.

"Aku lapar." Ucap Lisa tiba tiba.

"Hahaha.. baiklah siapa yang bisa mengalahkan nafsu makanmu sayang." Jawab Jungkook tertawa geli mendengar perkataan kekasihnya itu.

Setelah semua permasalahan telah diluruskan. Jungkook, Lisa, Jisoo, dan Jin makan bersama di restoran tersebut. Sambil berbincang dan mengobati rasa kangen, tangan Jungkook tidak lepas menggenggam tangan Lisa.








-------> To Be Continued

Past (Lizkook)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang