16. Misunderstanding (2)

1.5K 189 33
                                        

Aku benci ketika dia menatapku dengan kesal,

Aku benci dia menjauh dariku,

Perasaan ini, tak akan pernah berbohong.

Disetiap detak jantung, di setiap hembusan napasku dan disetiap jalannya pikiran di otakku.

Tentu orang tua ku diurutan teratas dihatiku. Tapi dia seorang yang mengisi bagian kosong dihati ini.

Hatiku tak akan ada yang lain mengantikannya.

Setiap kepingan ketidak sempurnaan itu. Sudah terisi dan tak akan ku biarkan puzzle hati ku terlepas lagi.

Dahyun POV

Apa lagi maunya dia, tadi marah-marah dan mematikan sambungan begitu saja. Sekarang dia ingin bertemu. Apa setiap wanita seperti ini.

Tok..
Tokk

Oh aku sudah dirumah orang tuanya, dan sialnya aku harus seperti seorang pencuri datang kesini. Aku masuk dari perkarangan belakamg. Didepan sudah banyak wartawan yang menunggu. Bisa-bisa mereka menyerangku dengan pertanyaan gila mereka.

"Oh kau sudah datang" ucap manajernya sinis

Apa aku melakukan kesalahan.

"Hyung. Dimana sana" tanyaku sopan

"Kamar" cueknya dan berlalu

"Hyung~ jangan marah" rengekku

"Dasar gila, harusnya kau memberitahu aku dulu. Kau tau dia shock dan mengurung diri karena dirimu" ucapnya kesal

Aihh apa harus sesulit ini.
Aku juga punya hak soal hatiku. Siapa suru dia marah-marah dan menolakku.

"Aku naik dulu" ucapku berlalu menaiki tangga menuju kamarnya.

Bersiaplah kau kim. Habis kau setelah ini

Tok
.
.
.
Tokk

"Sana ini aku. Aku masuk ya" ucapku lancang tanpa menunggu jawabnya

Bukkkk
"Awww" ringisku ketika pintu itu terbuka

"Kau kenapa sih, kau tau bantalmu itu sangat keras. Untung kepalaku tak terbentur pintu tadi" omelku

"Pergilah. Bodoh" kesalnya

"Yaaah~ jangan marah. Maafkan aku" ucapku mendekat padanya

"Dasar bodoh" tangisnya

"Mian, tapi apa sampai harus menangis. Aku kan sudah minta maaf" frustasiku

"Dasar bodoh, sekarang bagaimana kita menjelaskan kepada Pdnim WGM? Apa kau mau mengakhirinya?" Kesalnya

"Gwenchana, jika mereka tidak terima. Aku akan mengundurkan diri dari WGM. Dan membayar dendanya" ucapku memeluknya

"Lepas. Pergilah" kesalnya mendorongku dengan kasar

"Salah siapa? Kau saja tak mau mengangkat telpon ku, dan menuntup begitu saja. Aku sudah menjelaskan semuanya padamu. Tapi kau tak percaya" kesalku

"Aku bukannya tak percaya, aku hanya butuh waktu. Kau tau melihatmu dengannya begitu dekat membuatku kesal dan sesak. Aku tak suka kau tersenyum padanya, aku tak suka kau begitu dekat dengannya difoto itu" aku bahkan tak pernah melihatnya semarah ini, sampai membuat iris matanya mengeluarkan air

"Tapi aku suka" senyumku mencoba tenang

"Terserah lah kim. Pulang lah. Kau menyebalkan" usirnya menutup diri dengan selimut tebal itu

"Aku suka ketika kau cemburu" aku memeluk tubuh yang berbaring memunggungiku itu. Aku merindukannya

"Kau tau, kau begitu mengemaskan" bisikku

We Got Married ✔Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang