20. Is Crying

1.7K 174 40
                                        


Udara dingin membekukan jalan,
Hamparan salju putih menutupi setiap sudut jalan.

Aku hanya dapat melihatmu dari sini,
Tangan gemetar, aku mengejar jarak yang semakin jauh.

Aku menangis, mengigit sekuat tenaga bibir ku yang kering hingga membiru.
Air mata itu bahkan tak sederas dulu.

Tentu aku sedih, hanya diri ini tak sanggup untuk menangis kembali.

Aku selalu memanggilmu tapi tak ada satupun jawaban yang kudapat.

Menatap tanah basah yang dingin. Memeluk figur fotomu tersenyum manis.

Wae? Kenapa kau tak sekalian mengajakku.

Wae??
Kau bukannya berjanji untuk tidak meninggalkanku sendiri.

Sekarang langitpun menangis, titik airnya jatuh membasahi mu yang berbaring disana.

Aku hanya terduduk tak percaya.

Aku harus bagaimana sekarang?
Apa yang akan kulakukan sekarang.

.
SANA POV

Kepalaku terasa berdenyut hebat,
Dimana ini. Kenapa semuanya putih? Apa aku juga sudah mati.

"Sana ah. Kemarilah sayang" ucap sebuah suara, dimana? Dimana orang itu. Aku sudah seperti orang gila melihat sekelilingku tapi kenapa aku hanya sendiri

"Sayang sini. Aku disini kemarilah"ucap sosoknya yang entah kapan berada diujung sana

"Dahyun ah" lirihku
"Dahyun ah jangan tinggalkan aku" air mata yang hampir kering tadi akhirnya keluar dengan sisa-sisanya

"Aku disini. Kenapa kau berjalan kesana sayang" ucapnya lagi yang entah sejak kapan dia dibelakangku. Jelas-jelas tadi dia diujung sana

"Dahyun ah. Jangan pergi aku membutuhkanmu" isakku sekuat tenaga menghampiri sosok itu

"YAh sana kau kenapa? Aku disini sayang" apa aku gila sekarang, sosok yang berdiri dibelakangku tadi kembali menghilang

"Sana ah?"

"Aku disini"

"Aku mencintaimu"

"Jebal, dahyun ah jangan pergi" isakku lagi

"Sana ah"

"Sana ah irona" teriaknya

"Sayang bangunlah" suara itu lagi-lagi ku dengar

"Dahyun ah" apa aku lagi-lagi bermimpi

"Kau sudah bangun? Gwenchana?" Tatapnya di kasur rumah sakit itu.

Tunggu? Kasur rumah sakit.

"Kau kenapa?" Tanyanya

.
Dahyun POV

Tidurku rasanya nyenyak sekali. Rasa lelah dan sakitku membuatku enggan bergerak. Aku bahkan lelah membuka mata, Aku dapat merasakan lenganku sedang dibius. Selang infus itu dapat ku rasakan sedang menempel di tangan kananku

"Dahyun ah. Jangan pergi aku membutuhkanmu" huh? Ini suara sana
Dia disini?

"Dahyun ah" ucapnya pelan, wae kenapa dia menangis.

Aku membuka mataku dengan tenaga ku yang belum stabil, aku dapat melihat sosok yang ku cintai itu sedang tertidur lemah di kursi ruangan ini. Ada apa dengannya? Kenapa dia juga diinfus?

"Dahyun ah" apa dia sedang bermimpi buruk

"Sayang irona" ucapku pelan
"Yaaah sana ah"

Aku binggung harus bagaimana, melihatnya terisak dalam tidurnya membuatku khawatir.
"Yaaah bangunlah kim sana, kau mimpi buruk" teriakku lebih keras lagi

We Got Married ✔Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang