18. Dark!!!

1.3K 165 8
                                        

Athour POV

Bau menyengat tercium jelas diindra penciuman dahyun, temperatur udara sedikit dingin dan suara gema membuat ruangan ini nampak sangat kosong.

Rasa lembab dari lantai kotor itu dapat dia rasakan namunpun matanya ditutupi.

"Dimana aku?" Pertanyaan itu selalu dia tanyakan pada hatinya. Ingin berteriak minta tolong tapi berjalanpun tak bisa, tali itu mengikat kaki dan tangannya.

"Sial siapa yang melakukan ini" ucapnya dalam hati, dia bukan gila melainkan frustasi beberapa hari disekap seperti ini.

"Sana.... chaeng siapapun tolong aku" pasrahnya, dia tau tak ada yang bisa dia lakukan selain menunggu bantuan datang.

..
...
....

Dahyun PoV

"Bos"

"Bos" teriakan seorang pria dengan paniknya, apa dia anak buahnya? Berapa banyak mereka.

"Yaaah kau mau mati? Kenapa mengagetkanku?" Bentak orang yang di panggil tadi, huh? Yeoja?(wanita)
Siapa dia? Kenapa dia menyekapku. Otak ku berpikir seperti CD yang dipaksa memutar ulang. Apa aku pernah menyinggungnya? Apa aku punya salah?

"Ehmm, lepadkdjw sjhdwl" aku berusaha berteriak, namunpun aku tau itu tak akan membantu

"Diamlah bodoh!!!! Kau ingin aku menembak kepalamu?" Kesalnya seketika aku dapat merasakan benda itu menyentuh kiri kepala atas ku, sial apa dia akan menembakku

"Ada apa kau berteriak? Aku baru saja mau tidur" ucapnya pada anak buah itu, kenapa suka sekali wanita ini berteriak apa dia gila.

"I...itu sepertinya polisi sedang perjalanan mencari kita" ucap sang anak buah panik

Thanks god, akhirnya ada yang sadar aku hilang.

"Mwo???? Sial.... siapkan mobil. Tengah malam nanti bersiaplah kita pindahkan dia" ucap sang bos

Tengah malam? Lalu ini sekarang jam berapa? Bahkan aku tak bisa membedakan pagi dan malam karena mataku terus tertutup.

"Ba..baaik bos" ucap pria, suara langkahnya dapat ku dengar semakin menjauh menandakan bahwa dia telah pergi dari ruangan ini

"Yaaak" tendangnya pada bahu kiriku

Sial sakit sekali rasanya, kalau aku tak terikat aku akan membunuhnya. Aku juga manusia, aku punya batas kesabaran

"Pasti kau yang memberi tahu mereka kan. Kita disini?" Kesalnya

"Sialqheldl lepaajdnfo akubekh" teriakku sebisa mungkin, sial dia mengajakku bicara tapi penutup mulutku tak dilepasnya, mulutkupun rasanya sudah sakit.

Dia bergerak melepas ikatan mulut ku.

"Lepaskan aku, apa salahku pada kalian?" Teriakku

"Salahkan temanmu itu, akan ku buat orang terdekatnya menderita" ucapnya senang

Dasar wanita gila,

"Jika kau punya masalah sama dia, kenapa harus aku?" Kesalku

"Tentu, kau temannya" mataku tertutup tapi aku bisa merasakan dia tersenyum menatap kearahku

"Bahkan pacarmu hampir mati"

"Mwo? Sialan kau. Kalau kau berani melukai sana akan ku bunuh kau wanita ja*ang" teriakku

"Membunuhku????? Ha..ha ha" sial dia pikir aku bercanda, kalau saja aku tak diikat sudah aku cekik mati wanita sialan ini

"Bahkan untuk bergerak saja kau tak bisa sayang. Mau membunuhku?? Yang benar saja" ucapnya mengecup pipiku dengan seenak

We Got Married ✔Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang